Marcus Rashford Rela Tempuh Langkah Ekstrem Demi Tetap Berkostum Barcelona

29.05.2026
Marcus Rashford Rela Tempuh Langkah Ekstrem Demi Tetap Berkostum Barcelona
Marcus Rashford Rela Tempuh Langkah Ekstrem Demi Tetap Berkostum Barcelona

Penyerang asal Inggris, Marcus Rashford, menunjukkan keseriusan dan tekad bulatnya untuk terus berseragam Barcelona pada musim depan. Pemain milik Manchester United tersebut dilaporkan siap mengambil keputusan ekstrem demi memuluskan langkahnya bertahan di Catalan.

Melansir laporan dari Mundo Deportivo, Rashford dikabarkan rela memotong gajinya hingga 40 persen agar bisa meneken kontrak jangka panjang bersama Barcelona. Sebelumnya, manajemen Blaugrana setuju untuk menanggung penuh gaji Rashford selama masa peminjaman dari Manchester United—yang diperkirakan mencapai 14 juta euro (sekitar Rp289 miliar) per musim di luar bonus.

Langkah berani yang diambil Rashford ini mendapat apresiasi luar biasa dari jajaran direksi Barcelona. Maklum, klub raksasa Spanyol tersebut saat ini masih berjuang menghadapi krisis finansial yang pelik.

Meski sangat menghargai pengorbanan Rashford, Barcelona dilaporkan masih menimbang-nimbang untuk mengaktifkan klausul pembelian permanen sebesar 30 juta euro (sekitar Rp620 miliar). Prioritas utama tim yang bermarkas di Camp Nou itu saat ini adalah memperpanjang masa pinjaman Rashford untuk satu musim ke depan.

Namun, rencana Barcelona tersebut langsung membentur dinding tebal. Manchester United selaku klub pemilik dengan tegas menolak opsi pinjaman lagi.

Kubu The Red Devils hanya memprioritaskan penjualan secara permanen, terlebih setelah melihat performa Rashford yang kembali bersinar musim ini.

Sepanjang musim lalu, Rashford memang tidak selalu menjadi pilihan utama di skuad asuhan Hansi Flick. Menit bermainnya lebih banyak didapatkan saat winger andalan Barca, Raphinha, harus menepi akibat cedera.

Meski demikian, penyerang berusia 28 tahun itu mampu memanfaatkan setiap kesempatan dengan sangat efektif. Rashford sukses membukukan catatan impresif lewat torehan 14 gol dan 14 assist di semua kompetisi yang diikuti Barcelona.

Walau beberapa pengamat menilai Rashford belum sepenuhnya menyatu dengan sistem taktis Barcelona, ia tetap mendapat kepercayaan besar dari sang pelatih. Hansi Flick berulang kali melemparkan pujian secara terbuka terhadap sikap profesional serta efisiensi permainan Rashford.

Juru taktik asal Jerman itu pun kabarnya telah meminta manajemen klub untuk mempertahankan Rashford di musim baru.

Selain faktor taktis di lapangan, Rashford sendiri merasa sangat bahagia dengan kehidupannya di Spanyol. Ia mampu beradaptasi dengan cepat di ruang ganti dan menikmati atmosfer Kota Barcelona. Bahkan, di tengah pesta perayaan juara LaLiga beberapa waktu lalu, Rashford secara terbuka menyatakan komitmen dan harapannya untuk terus membela panji kebesaran publik Catalan.

Barter Marcus Rashford dengan Rafael Leao Jadi Langkah Catur Sempurna Manchester United

Mandeknya negosiasi transfer permanen Marcus Rashford ke Barcelona justru menjadi berkah tersendiri bagi Manchester United. Situasi ini kini menjadi kunci utama bagi Setan Merah untuk mendaratkan penyerang AC Milan, Rafael Leao.

Rencana perombakan skuad Manchester United untuk musim 2026/2027 perlahan tapi pasti mulai mematangkan bentuknya. Kepastian ini didapat setelah Rashford dan kolega sukses mengamankan tiket kembali ke kompetisi kasta tertinggi, Liga Champions.

Menurut laporan eksklusif dari GIVEMESPORT, sektor gelandang tengah dan penyerang sayap kiri menjadi prioritas paling darurat pada bursa transfer kali ini.

Kepergian Casemiro dipastikan bakal meninggalkan lubang besar di lini tengah. Namun, krisis daya gedor di sektor sayap kiri juga tidak kalah memusingkan. Terlebih, United sebelumnya sudah melepas Jadon Sancho dan Alejandro Garnacho.

Di tengah situasi pelik ini, nasib Marcus Rashford—yang musim lalu dipinjamkan ke Barcelona—tampaknya sudah tidak punya masa depan lagi di Old Trafford. Menariknya, kondisi ini justru membuka skenario transfer yang sangat liar sekaligus cerdas.

Sepanjang musim lalu, penyerang berusia 28 tahun itu seolah terlahir kembali di La Liga. Rashford tampil tajang dengan membukukan 14 gol dan 10 assist. Salah satu aksi terbaiknya adalah mencetak gol di laga krusial El Clasico yang mengantarkan Barcelona menyegel gelar juara Liga Spanyol.

Saking puasnya, raksasa Catalan tersebut ngebet untuk mempermanenkan Rashford. Mereka sebenarnya memiliki klausul tebus murah senilai 26 juta poundsterling (sekitar Rp617 miliar). Namun, drama dimulai ketika manajemen Barcelona mencoba nego sekikir mungkin untuk menurunkan harga tersebut.

Di sisi lain, Manchester United memilih bersikap tegas dan emoh memberikan diskon sepeser pun. Sikap keras kepala dari kedua belah pihak membuat transfer ini buntu total. Momentum mandek inilah yang dimanfaatkan MU untuk melancarkan strategi transfer baru.

Saat ini, radar utama Setan Merah untuk memperkuat sektor sayap kiri tertuju pada bintang AC Milan, Rafael Leao. Pemain timnas Portugal itu dibanderol dengan harga sekitar 60 juta poundsterling (sekitar Rp1,42 triliun).

Proses penjajakan awal melalui agen perantara pun dilaporkan sudah mulai berjalan. Pihak AC Milan sendiri kabarnya cukup terbuka untuk melepas sang pemain demi mencari tantangan baru.

Menariknya, AC Milan punya sejarah panjang mengagumi bakat Marcus Rashford. Jika transfer Rashford ke Barcelona benar-benar kolaps, Manchester United bisa langsung memanfaatkan ketertarikan raksasa Serie A tersebut untuk menyodorkan proposal barter pemain.

Skenario di mana Rashford menyeberang ke San Siro dan Rafael Leao mendarat di Old Trafford dinilai sebagai solusi paling ideal yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi kedua klub.

Secara profil teknis di lapangan, Rafael Leao dan Marcus Rashford memiliki kemiripan gaya main serta atribut skill yang identik. Mantan bintang MU, Nani, bahkan pernah memuji Leao sebagai pemain yang sudah berada di level elite dunia.

Kehadiran Leao—yang saat ini sedang berada di usia emasnya dan memiliki kemampuan menusuk yang mematikan—akan menjadi senjata baru yang sangat mengerikan bagi Michael Carrick. Skuad MU tentu butuh amunisi sekelas Leao untuk bisa bersaing sengit di kerasnya Liga Inggris maupun panggung Eropa.

Strategi barter ini tidak hanya menyelesaikan masalah taktis di atas lapangan, tetapi juga menyelamatkan kondisi finansial Manchester United dari ancaman sanksi keuangan akibat pembelian mandiri yang terlalu mahal.

Kini, mata pencinta sepak bola tertuju pada pergerakan Milan dan Barcelona. Apakah transfer impian publik Old Trafford ini akan menjadi kenyataan?

Scr/Mashable





Don't Miss