Liga Champions 2025/2026 memasuki fase krusial dengan digelarnya leg kedua play-off yang akan menentukan tim-tim mana yang lolos ke babak 16 besar. Pertandingan sengit seperti Atletico Madrid vs Club Brugge dan Inter Milan vs Bodo Glimt menjadi sorotan utama, di mana jadwal dan link live streaming menjadi informasi krusial bagi para penggemar sepak bola untuk tidak ketinggalan aksi seru ini.
Atletico Madrid mengincar kemenangan di kandang saat menjamu Club Brugge dalam leg kedua play-off Liga Champions. Setelah drama enam gol yang berakhir imbang 3-3 di Bruges pekan lalu, kedua tim kini berada di posisi sejajar.
Tak ada lagi aturan gol tandang, yang berarti kemenangan menjadi harga mati bagi kedua kubu jika ingin menyegel tiket ke babak 16 besar.
Pasukan Diego Simeone menatap laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Akhir pekan lalu, Antoine Griezmann dkk sukses membungkam Espanyol 4-2 di ajang La Liga. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moral berharga bagi lini serang Los Rojiblancos yang kian tajam.
Bermain di kandang adalah keuntungan besar bagi Atletico. Sepanjang fase grup musim ini, mereka mencatatkan rekor impresif di Metropolitano dengan tiga kemenangan dari empat laga. Meski di leg pertama sempat kewalahan meredam agresivitas Brugge, taktik pragmatis nan mematikan khas Simeone diprediksi akan lebih solid di hadapan pendukung sendiri.
Di sisi lain, Club Brugge datang ke Spanyol dengan modal kemenangan tipis 2-1 atas OH Leuven di liga domestik. Pada leg pertama, wakil Belgia ini tampil memukau lewat penguasaan bola dan operan-operan pendek yang rapi. Namun, rapuhnya barisan pertahanan menjadi lubang besar yang harus segera ditambal oleh sang pelatih.
Masalah utama Brugge adalah rekor tandang yang buruk di kompetisi Eropa musim ini, di mana mereka menelan tiga kekalahan dari empat laga away. Mampu tidaknya mereka mereplikasi permainan menyerang di bawah tekanan atmosfer Metropolitano akan menjadi penentu nasib mereka.
Tuan rumah dipastikan tampil tanpa Pablo Barrios dan Nicolas Gonzalez yang masih berkutat dengan cedera. Kendati demikian, kedalaman skuad Atletico dirasa cukup untuk menutupi lubang tersebut.
Sementara itu, tim tamu mendapat kabar baik dengan kembalinya Carlos Forbs yang sudah pulih dari cedera. Namun, hilangnya jenderal lapangan tengah Raphael Onyedika akibat akumulasi kartu kuning menjadi pukulan telak. Kondisi Dani van den Heuvel dan Lynnt Audoor juga masih diragukan untuk tampil starter.
Atletico Madrid diunggulkan berkat faktor pengalaman dan keangkeran stadion mereka. Jika Brugge gagal membenahi koordinasi di lini belakang, kecepatan serangan balik Atletico bisa menjadi mimpi buruk yang mengakhiri perjalanan mereka di Eropa musim ini.
Di laga lainnya, Inter Milan dituntut melakukan comeback sensasional saat menjamu wakil Norwegia, Bodø/Glimt. Tertinggal agregat 1-3 setelah “kedinginan” di Norwegia pekan lalu, I Nerazzurri harus menang dengan selisih minimal tiga gol untuk melaju ke babak 16 besar—di mana Manchester City atau Sporting CP sudah menanti.
Pekan lalu di Stadion Aspmyra, juara Eropa tiga kali ini tak berkutik menghadapi rumput sintetis dan suhu di bawah nol derajat. Inter yang dua kali mencapai final dalam tiga musim terakhir, justru dipermalukan tim debutan fase gugur melalui gol-gol dari Sondre Fet, Jens Petter Hauge, dan Kasper Hogh.
Pelatih Inter, Cristian Chivu—salah satu pahlawan Treble 2010—kini berada di bawah tekanan besar. Eksperimennya mengistirahatkan sejumlah pemain kunci pada leg pertama berbuah petaka.
Kini, sejarah pun tak memihak mereka. Dalam 52 laga fase gugur sepanjang sejarah klub, Inter hanya enam kali menang dengan selisih dua gol, dan belum pernah menang tiga gol tanpa balas.
Terakhir kali tim yang sanggup bangkit dari defisit dua gol di laga tandang hanyalah Liverpool pada 2019 (saat melibas Barcelona). Sebelas tim setelahnya selalu gagal.
Misi kebangkitan Inter kian berat menyusul cedera betis sang kapten, Lautaro Martinez. ‘El Toro’ yang sudah mengoleksi 25 gol di Liga Champions harus menepi sebulan. Tanpa sang Capocannoniere, Chivu diprediksi akan bertumpu pada duet Marcus Thuram dan penyerang muda Francesco Pio Esposito yang mencetak gol tunggal di leg pertama.
Kabar baiknya, lini tengah kembali diperkuat oleh Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu yang segar bugar setelah menjalani suspensi di Serie A. Denzel Dumfries juga telah pulih dari cedera panjang untuk menambah daya ledak di sisi kanan.
Di sisi lain, Bodø/Glimt datang ke Lombardy dengan kepercayaan diri tinggi. Tim besutan Kjetil Knutsen ini sedang berupaya menjadi klub Norwegia pertama sejak Lillestrom pada 1987 yang mampu melewati babak gugur kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Meski kompetisi domestik Norwegia sedang jeda musim dingin, Bodø tetap tajam. Nama Jens Petter Hauge menjadi ancaman utama. Mantan pemain AC Milan ini sangat mengenal atmosfer San Siro dan tercatat sebagai pemain paling kreatif sepanjang fase liga musim ini. Di lini depan, Kasper Hogh juga tengah panas setelah mencetak empat gol dalam tiga laga terakhir di Eropa.
Inter Milan dipastikan akan tampil menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Didukung puluhan ribu Interisti, San Siro akan menjadi “neraka” bagi tim tamu. Namun, serangan balik cepat Bodø/Glimt yang dimotori Hauge bisa menjadi pisau bermata dua bagi tuan rumah yang tampil menyerang total.
Mampukah Chivu mengulangi memori manis 1978-79 saat Inter melibas Bodø 5-0 di Milan? Ataukah “Glimt” akan melanjutkan dongeng mereka dan memulangkan raksasa Italia lebih awal?
Jadwal Leg Kedua Play-off Liga Champions Malam Ini
Rabu, 25 Februari 2026
00.45: Atlético Madrid vs Club Brugge
03.00: Newcastle vs Qarabağ
03.00: Leverkusen vs Olympiacos
03.00: Inter Milan vs Bodø/Glimt.
Link Live Streaming Liga Champions 2025/26 Malam Ini
Penggemar di Indonesia dapat menyaksikan seluruh laga Liga Champions 2025/26 malam ini secara eksklusif melalui platform Vidio.
Scr/Mashable

















