16 Juta Query Disedot, Anthropic Ungkap Dugaan Peniruan AI oleh Perusahaan China

25.02.2026
16 Juta Query Disedot, Anthropic Ungkap Dugaan Peniruan AI oleh Perusahaan China
16 Juta Query Disedot, Anthropic Ungkap Dugaan Peniruan AI oleh Perusahaan China

Perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, Anthropic, mengungkap dugaan peniruan model AI secara masif oleh sejumlah perusahaan teknologi China. Anthropic menyebut lebih dari 16 juta interaksi dengan model AI miliknya, Claude, dieksploitasi untuk menyalin kemampuan inti sistem tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Anthropic menyatakan praktik ini dilakukan melalui sekitar 24 ribu akun palsu dan melibatkan tiga perusahaan AI China, yakni DeepSeek, Moonshot AI, dan MiniMax.

Ketiga perusahaan tersebut berbasis di China, negara yang dilarang mengakses layanan Anthropic karena alasan hukum, regulasi, dan risiko keamanan.

Anthropic menyebut praktik tersebut sebagai distillation attack, yakni teknik melatih model AI dengan meniru keluaran sistem AI yang lebih canggih. Meski distilasi lazim digunakan secara internal, Anthropic menegaskan pemanfaatan lintas perusahaan tanpa izin merupakan pelanggaran serius.

“Model yang diperoleh melalui distilasi ilegal berpotensi kehilangan sistem pengaman penting dan dapat menimbulkan risiko besar bagi keamanan nasional,” tulis Anthropic.

Menurut perusahaan, model AI tanpa pengaman dapat dimanfaatkan untuk operasi siber ofensif, penyebaran disinformasi, hingga sistem pengawasan massal oleh negara otoriter.

Anthropic membeberkan setiap perusahaan menargetkan kemampuan berbeda dari Claude.
DeepSeek disebut mengejar kemampuan penalaran lanjutan serta pembuatan jawaban aman untuk isu politik sensitif.

Moonshot AI menargetkan kemampuan agentic reasoning, pemrograman, penggunaan alat, dan visi komputer dalam lebih dari 3,4 juta interaksi. Sementara MiniMax tercatat melakukan lebih dari 13 juta pertukaran, dengan fokus pada kemampuan coding dan penggunaan alat AI.

“Struktur dan volume permintaan ini jelas berbeda dari penggunaan normal, dan mencerminkan upaya sistematis untuk mengekstraksi kapabilitas inti model,” tegas Anthropic.

Anthropic juga mengungkap penggunaan jaringan proxy komersial yang menjual akses ke Claude dan model AI lain secara masif. Infrastruktur ini mampu mengoperasikan puluhan ribu akun palsu secara bersamaan untuk menyamarkan aktivitas distilasi.

Dalam satu kasus, satu jaringan proxy diketahui mengelola lebih dari 20 ribu akun secara simultan. Saat satu akun diblokir, akun baru langsung menggantikan untuk menjaga aliran data tetap berjalan.

Sebagai respons, Anthropic memperkuat sistem deteksi perilaku mencurigakan, memperketat verifikasi akun, serta menerapkan pengamanan tambahan guna mengurangi efektivitas distilasi ilegal.

Pengungkapan ini menyusul laporan Google Threat Intelligence Group yang sebelumnya mengungkap serangan serupa terhadap model Gemini melalui lebih dari 100 ribu prompt.

Kasus ini menegaskan meningkatnya tensi persaingan global di sektor kecerdasan buatan, sekaligus menyoroti ancaman keamanan baru di tengah perlombaan pengembangan AI lintas negara.

Scr/Mashable




Don't Miss