Pengguna iPhone di Berbagai Negara Kini Wajib Konfirmasi Usia untuk Akses Aplikasi Rating 18+

26.02.2026
Pengguna iPhone di Berbagai Negara Kini Wajib Konfirmasi Usia untuk Akses Aplikasi Rating 18+
Pengguna iPhone di Berbagai Negara Kini Wajib Konfirmasi Usia untuk Akses Aplikasi Rating 18+

Apple secara resmi memperkenalkan rangkaian alat baru yang dirancang khusus untuk mematuhi gelombang regulasi verifikasi usia yang semakin ketat di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat dan pasar internasional lainnya.

Dikutip dari Techcrunch, Kamis (26/2/2026), langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tuntutan hukum yang mewajibkan platform digital untuk lebih protektif terhadap pengguna di bawah umur.

Sebagai dampak langsung dari kebijakan ini, raksasa teknologi asal Cupertino tersebut mulai memblokir unduhan aplikasi dengan kategori rating 18+ di beberapa negara seperti Brasil, Australia, dan Singapura, hingga pengguna dapat membuktikan bahwa mereka telah memenuhi kriteria usia dewasa secara sah.

Dalam pemberitahuan resmi kepada para pengembang pada Selasa lalu, Apple menjelaskan bahwa mereka tengah memperluas kemampuan alat “penjaminan usia” melalui pembaruan Application Programming Interface (API) Rentang Usia yang Dinyatakan (Declared Age Group API).

Menariknya, fitur yang kini masuk dalam tahap pengujian beta ini dirancang dengan tetap menjunjung tinggi pilar privasi yang menjadi identitas Apple.

Melalui API ini, pengembang dapat mengetahui kategori kelompok usia pengguna tanpa harus mengakses informasi data pribadi yang sensitif, seperti tanggal lahir secara detail, sehingga keamanan data tetap terjaga meski kepatuhan hukum terpenuhi.

Kebutuhan akan solusi teknis yang canggih ini muncul seiring dengan meningkatnya tekanan dari berbagai pemerintah di seluruh dunia yang mulai membatasi akses aplikasi tertentu, khususnya media sosial dan konten dewasa, bagi pengguna di bawah 18 tahun.

Di Brasil, pengembang kini diizinkan menggunakan API tersebut untuk mendapatkan klasifikasi usia jika pengguna atau wali mereka memberikan izin untuk berbagi data tersebut.

Di saat yang sama, sistem App Store akan melakukan konfirmasi usia secara otomatis bagi pengguna di wilayah tertentu, meski Apple tetap mengingatkan para pengembang bahwa mereka mungkin masih memiliki kewajiban kepatuhan mandiri yang harus dipenuhi sesuai hukum lokal masing-masing negara.

Sektor industri gim juga tidak luput dari penyesuaian besar ini, terutama bagi aplikasi yang menyisipkan mekanisme loot box di dalamnya. Karena dianggap memiliki kemiripan dengan mekanisme perjudian, para pembuat kebijakan di berbagai negara merasa fitur tersebut tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak.

Ekspansi kebijakan ini juga menyasar wilayah Amerika Serikat, khususnya bagi pengguna di Utah dan Louisiana. Apple mengonfirmasi bahwa pengguna di negara bagian tersebut akan segera dapat membagikan kategori usia mereka dengan aplikasi melalui sistem API terbaru ini.

Perusahaan juga telah memperhalus berbagai sinyal dalam API tersebut, termasuk memberikan notifikasi jika suatu aplikasi memerlukan izin eksplisit dari orang tua atau wali sebelum melakukan pembaruan konten yang signifikan bagi anak.

Langkah ini melengkapi sistem peringkat usia Apple yang tahun lalu telah dibuat lebih mendalam dengan berbagai pertanyaan detail saat proses peninjauan aplikasi.

Upaya Apple dalam menyeimbangkan antara regulasi pemerintah dan fungsionalitas aplikasi memang penuh tantangan. Sebelumnya, Apple sempat menunda rencana serupa di Texas karena adanya perdebatan hukum di pengadilan setempat.

Namun, dengan peluncuran alat verifikasi yang lebih transparan dan berbasis privasi ini, Apple tampaknya ingin memosisikan diri sebagai pemimpin dalam kepatuhan regulasi digital global.

Bagi pengembang dan pengguna, perubahan ini menandai era baru di mana akses terhadap konten digital akan semakin terpersonalisasi berdasarkan profil usia, demi menciptakan ruang siber yang lebih aman bagi generasi muda.

Scr/Mashable




Don't Miss