Huawei mengaku telah menghadirkan konektivitas digital bagi 170 juta orang di wilayah terpencil di lebih dari 80 negara, melampaui komitmen yang disampaikannya kepada International Telecommunication Union (ITU) melalui koalisi Partner2Connect.
Pencapaian tersebut disampaikan oleh CEO Huawei ICT Business Group, Yang Chaobin, dalam ajang TECH Cares Forum yang digelar di Barcelona, Selasa (3/3). Sebelumnya, Huawei berkomitmen menghubungkan 120 juta orang di wilayah terpencil hingga 2025 saat bergabung dengan ITU Partner2Connect Digital Coalition pada 2022.
Yang mengatakan pemenuhan komitmen tersebut mencerminkan peran berkelanjutan Huawei dalam mendorong inklusi digital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Jaringan digital berkecepatan tinggi dan kapabilitas komputasi yang andal merupakan fondasi penting bagi era AI yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Yang, dalam keterangannnya, Rabu (04/03/2026).
Ia menambahkan, konektivitas digital berperan membuka akses layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan keuangan bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.
Direktur Biro Pengembangan Telekomunikasi ITU, Cosmas Zavazava, mengapresiasi kontribusi Huawei dalam menjembatani kesenjangan digital global. Menurutnya, perlu pendekatan inovatif, inklusif, serta investasi berkelanjutan untuk menghubungkan komunitas pedesaan dan wilayah yang belum terlayani.
Selain memperluas jaringan, Huawei juga mendorong pemberdayaan keterampilan digital melalui kemitraan dengan pemerintah dan berbagai organisasi. Sejak 2019, program pelatihan digital berbasis mobilitas Skills on Wheels telah menjangkau lebih dari 130.000 orang di 21 negara.
Huawei menyatakan akan terus mengembangkan solusi jaringan pedesaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat inklusi digital secara global.
Scr/Mashable





















