Pelari Indonesia Makin Aktif, Garmin Catat Lebih dari 5 Juta Aktivitas Running di Awal 2026

05.06.2026
Pelari Indonesia Makin Aktif, Garmin Catat Lebih dari 5 Juta Aktivitas Running di Awal 2026
Pelari Indonesia Makin Aktif, Garmin Catat Lebih dari 5 Juta Aktivitas Running di Awal 2026

Momentum Global Running Day dan World Bicycle Day tahun ini menjadi bukti bahwa gaya hidup aktif semakin mengakar di kalangan masyarakat Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari data terbaru Garmin Connect yang menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas lari dan bersepeda sepanjang awal tahun 2026.

Tidak hanya jumlah aktivitas yang meningkat, pola latihan pengguna juga menunjukkan pendekatan yang lebih terstruktur dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Aktivitas Lari di Indonesia Melonjak Hingga 46 Persen

Berdasarkan data Garmin Connect, aktivitas running di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Tercatat lebih dari 5,1 juta aktivitas lari dilakukan oleh pengguna Garmin, meningkat sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 3,5 juta aktivitas.

Tren ini menunjukkan bahwa olahraga lari masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Tidak hanya lari di jalan raya atau area perkotaan, minat terhadap trail running juga mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

Garmin mencatat sekitar 58 ribu aktivitas trail running selama lima bulan pertama tahun ini, meningkat sekitar 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 33 ribu aktivitas.

Secara global, Garmin juga menemukan adanya peningkatan aktivitas lari baik di dalam maupun luar ruangan. Pelari tercatat melakukan hampir 13 persen lebih banyak sesi indoor running dan 3 persen lebih banyak outdoor running dibandingkan periode sebelumnya.

Pelari Indonesia Makin Serius Menjalani Program Latihan

Menariknya, peningkatan aktivitas tersebut tidak hanya terjadi dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas latihan.

Data Garmin menunjukkan bahwa pelari Indonesia memiliki pola latihan yang relatif konsisten dengan rata-rata jarak tempuh 6,76 kilometer dalam setiap sesi lari.

Selain itu, pengguna Garmin di Indonesia mencatatkan durasi rata-rata latihan sekitar 45,5 menit per sesi dengan pace rata-rata 6 menit 44 detik per kilometer.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa semakin banyak pelari yang mulai memperhatikan aspek endurance, konsistensi, dan peningkatan performa secara bertahap.

Secara global, rata-rata pelari Garmin menempuh jarak sekitar 7,76 kilometer per aktivitas. Menariknya, kelompok usia 50 hingga 59 tahun menjadi salah satu kategori yang paling konsisten dalam menjaga rutinitas latihan dengan rata-rata jarak mencapai 8,2 kilometer per sesi.

Garmin juga menemukan bahwa bulan Agustus menjadi periode paling aktif untuk aktivitas lari secara global, sementara hari Sabtu menjadi waktu favorit bagi para pelari untuk mencatatkan jarak tempuh terpanjang.

Program Half Marathon Training Plan melalui Garmin Coach bahkan menjadi salah satu program latihan yang paling banyak digunakan oleh pengguna di seluruh dunia.

Menurut Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, tren ini menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat terhadap olahraga.

“Data ini menunjukkan bahwa olahraga kini menjadi bagian yang semakin fleksibel dari gaya hidup, termasuk di Indonesia. Pelari tidak hanya mengejar jarak atau kecepatan, tetapi juga mulai memahami pentingnya konsistensi, recovery, serta variasi latihan. Melalui ekosistem Garmin, pengguna dapat melihat perkembangan performa secara lebih menyeluruh, mulai dari pace, jarak, VO2 Max, kualitas tidur, hingga kesiapan tubuh untuk berlatih,” ujarnya.

Bersepeda Tetap Jadi Pilihan Latihan Endurance Favorit

Selain lari, aktivitas bersepeda juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Garmin Connect mencatat lebih dari 359 ribu aktivitas outdoor cycling, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 276 ribu aktivitas.

Rata-rata pengguna Garmin di Indonesia menempuh jarak 44,7 kilometer setiap kali bersepeda dengan durasi rata-rata mencapai 105,6 menit atau hampir dua jam.

garmin global running day dan global cycling day report 2026 t4j6

Khusus untuk aktivitas outdoor cycling, rata-rata durasi latihan bahkan mencapai 108,6 menit per sesi. Sementara pengguna indoor cycling mencatat rata-rata durasi sekitar 53 menit.

Selain jarak dan durasi, Garmin juga mencatat rata-rata nilai VO2 Max pesepeda Indonesia berada di angka 48,6 dengan rata-rata Functional Threshold Power (FTP) sekitar 213 watt. Kedua indikator tersebut sering digunakan untuk mengukur kapasitas aerobik dan performa pesepeda secara keseluruhan.

Teknologi Jadi Pendukung Gaya Hidup Aktif Modern

Untuk mendukung kebutuhan pelari dan pesepeda modern, Garmin menghadirkan berbagai perangkat yang dirancang membantu pengguna memantau performa secara lebih akurat.

Lini smartwatch seperti Forerunner, fēnix, dan Venu dilengkapi fitur pemantauan kesehatan yang mencakup detak jantung, kualitas tidur, VO2 Max, training status, hingga recovery time.

Sementara bagi komunitas pesepeda, Garmin menyediakan ekosistem lengkap yang terdiri dari Edge GPS Cycling Computer, Rally Power Meter, Varia Smart Lights dan Rearview Radar, hingga Tacx Smart Trainer untuk kebutuhan latihan indoor.

Melalui data terbaru ini, Garmin menegaskan bahwa olahraga bukan lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari gaya hidup yang didukung oleh teknologi dan data.

Scr/Mashable




Don't Miss