Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia gaming PC. Badan investigasi federal Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI), saat ini tengah menyelidiki kasus malware yang ditemukan pada beberapa game di platform distribusi game digital populer milik Valve, yaitu Steam.
Investigasi ini dilakukan setelah sejumlah game diketahui sempat mengandung perangkat lunak berbahaya yang berpotensi membahayakan komputer para pemain. FBI kini mencari pengguna Steam yang mungkin menjadi korban dari serangan tersebut.
Dalam pernyataan resmi pada 11 Maret 2026, FBI melalui divisi Seattle mengungkapkan bahwa mereka sedang berusaha mengidentifikasi para korban yang kemungkinan menginstal game Steam yang telah disusupi malware.
Menurut FBI, pelaku serangan diduga menargetkan pengguna Steam dalam periode waktu cukup panjang, yakni antara Mei 2024 hingga Januari 2026. Selama rentang waktu tersebut, beberapa game diketahui telah mengandung kode berbahaya sebelum akhirnya ditarik dari platform.
FBI menjelaskan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengungkap siapa pelaku di balik serangan ini sekaligus mengidentifikasi pengguna yang terdampak.
Untuk membantu proses tersebut, FBI juga meminta pengguna yang mungkin pernah mengunduh game terkait agar menghubungi mereka melalui halaman resmi investigasi.
Steam Kirim Email Peringatan ke Pengguna
Pihak Steam juga telah mengirimkan email kepada pengguna yang berpotensi terdampak malware. Dalam email tersebut, Steam mengonfirmasi bahwa pesan dan tautan yang mengarah ke situs FBI memang resmi.
Valve juga meminta pengguna yang pernah menginstal game tertentu, khususnya DashFPS, untuk mengunjungi halaman FBI dan mengisi survei yang disediakan.
Langkah ini diambil untuk membantu penyelidikan sekaligus memberikan perlindungan bagi pengguna yang mungkin telah menjadi korban.
Daftar Game Steam yang Terdampak Malware
Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh FBI, berikut beberapa game di Steam yang diduga pernah mengandung malware:
- BlockBlasters
- Chemia
- Dashverse
- DashFPS
- Lampy
- Lunara
- PirateFi
- Tokenova
Game-game tersebut sempat tersedia dalam versi yang mengandung malware sebelum akhirnya dihapus dari platform.
Periode Malware Beredar Cukup Lama
Salah satu hal yang cukup mengkhawatirkan adalah rentang waktu malware tersebut beredar. Menurut FBI, build game yang terinfeksi diduga tersedia antara Mei 2024 hingga Januari 2026.
Artinya, ada kemungkinan cukup banyak pengguna yang telah mengunduh dan menjalankan game tersebut selama periode itu tanpa menyadari adanya ancaman keamanan.
Karena itu, pengguna Steam disarankan untuk segera memeriksa library game mereka dan memastikan apakah pernah mengunduh salah satu judul yang masuk dalam daftar tersebut.
Pengguna Mungkin Akan Dihubungi Agen FBI
FBI juga menjelaskan bahwa pengguna yang mengisi formulir laporan kemungkinan akan dihubungi oleh agen mereka untuk proses wawancara lebih lanjut.
Dalam keterangannya, FBI menyatakan bahwa mereka secara hukum wajib mengidentifikasi korban dari tindak kejahatan federal yang sedang diselidiki.
Namun, partisipasi pengguna bersifat sukarela. Meski demikian, informasi yang diberikan dapat membantu proses investigasi serta memberikan kemungkinan akses terhadap layanan bantuan atau kompensasi yang tersedia bagi korban.
Bagi pengguna Steam yang pernah mengunduh game dalam daftar tersebut, langkah paling aman adalah segera melakukan pemeriksaan keamanan pada komputer.
Pemeriksaan antivirus, penghapusan game yang mencurigakan, serta pembaruan sistem keamanan menjadi langkah penting untuk memastikan perangkat tetap aman dari potensi ancaman malware.
Scr/Mashable




















