Robot AI Sony Kalahkan Pemain Pingpong Profesional, Kok Bisa?

30.04.2026
Robot AI Sony Kalahkan Pemain Pingpong Profesional, Kok Bisa?
Robot AI Sony Kalahkan Pemain Pingpong Profesional, Kok Bisa?

Dunia teknologi kembali dikejutkan oleh inovasi terbaru dari Sony. Perusahaan asal Jepang tersebut berhasil mengembangkan robot tenis meja berbasis kecerdasan buatan bernama Ace, sebuah mesin pintar yang disebut mampu menandingi bahkan mengalahkan pemain pingpong papan atas dunia.

Kehadiran robot ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan AI di bidang olahraga.

Robot Ace dikembangkan oleh divisi Sony AI dan dirancang khusus untuk bermain tenis meja sesuai aturan resmi dari International Table Tennis Federation.

Menariknya, Ace bukan sekadar robot pemukul bola biasa. Mesin ini mampu membaca arah bola, menghitung kecepatan, memahami putaran bola, lalu merespons dalam hitungan sepersekian detik.

Robot Pingpong AI Pertama yang Bisa Tantang Atlet Profesional

Menurut laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, dalam uji coba pada April 2025, robot Ace berhasil memenangkan tiga dari lima pertandingan melawan pemain elite yang memiliki pengalaman latihan lebih dari 10 tahun.

Sementara saat menghadapi atlet profesional aktif di liga kompetitif, robot ini kalah dalam dua pertandingan yang dijalani.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan AI kini bukan hanya unggul di game digital seperti catur atau Go, tetapi mulai merambah olahraga fisik yang membutuhkan kecepatan refleks, akurasi, dan koordinasi tubuh.

Dibekali 12 Kamera dan Sistem Gerak Super Presisi

Kehebatan Ace berasal dari kombinasi perangkat keras dan AI canggih. Robot ini menggunakan 12 kamera pintar untuk memantau pertandingan secara real-time.

Sembilan kamera ditempatkan di sekitar meja guna mendeteksi posisi bola dalam ruang tiga dimensi. Tiga kamera lainnya berfungsi sebagai sistem pengamatan khusus yang membaca sudut gerak, kecepatan putaran, dan lintasan bola.

Selain itu, robot ini memiliki delapan sendi mekanis yang mengatur gerakan tangan dan raket. Dua sendi mengatur posisi raket, dua lainnya menyesuaikan sudut pukulan, dan tiga sendi tambahan membantu menghasilkan smash atau pukulan cepat bertenaga tinggi.

Kombinasi tersebut membuat Ace mampu bereaksi sangat cepat terhadap bola dengan spin tajam maupun rally berkecepatan tinggi.

AI di Olahraga Masuk Babak Baru

Kita sudah melihat AI mengalahkan manusia di Chess dan Go. Namun tenis meja jauh lebih kompleks karena melibatkan dunia nyata.

Bola pingpong dapat berubah arah karena efek spin, kecepatan tinggi, pantulan meja, hingga strategi lawan yang tidak terduga. Karena itu, banyak pakar menilai pencapaian Sony ini menjadi lompatan besar dalam robotika modern.

Ace juga berpotensi digunakan sebagai alat latihan atlet profesional. Pemain bisa berlatih menghadapi bola cepat dengan pola acak tanpa perlu partner manusia.

Ke depan, teknologi seperti Ace dapat diterapkan di cabang olahraga lain seperti tenis, badminton, baseball, hingga sepak bola. Robot cerdas bisa menjadi partner latihan, analis pertandingan, bahkan sparring partner yang tersedia kapan saja.

Meski demikian, banyak pihak menilai robot tidak akan menggantikan atlet manusia sepenuhnya. Emosi, kreativitas, strategi spontan, dan mental kompetisi masih menjadi keunggulan manusia.

Sumber foto: SONY

Scr/Mashable




Don't Miss