Klub Liga Inggris, Manchester United belum menghubungi kandidat mana pun untuk posisi manajer jangka panjang, sehingga membuka peluang besar bagi Michael Carrick.
Manchester United masih bungkam mengenai rencana manajer mereka untuk musim depan. Namun, menurut Sky Sports , klub tersebut belum menghubungi kandidat lain. Hal ini memberi Michael Carrick keuntungan dalam persaingan untuk mempertahankan pekerjaannya.
Carrick ditunjuk sebagai manajer interim pada bulan Januari, menggantikan Ruben Amorim. Sejak saat itu, ia telah membantu tim untuk berkembang secara signifikan. MU telah mengumpulkan 23 poin dalam 10 pertandingan terakhir mereka, hanya kalah satu kali dan memimpin klasemen Liga Primer dalam performa terbaik.
Menurut prediksi Opta, Manchester United memiliki peluang 85,57% untuk lolos ke Liga Champions. Jika mereka mencapai tujuan ini, peluang Carrick untuk terus melatih tim sangat tinggi.
Namun, manajemen MU tidak terburu-buru mengambil keputusan. Mereka ingin memantau situasi lebih lanjut sebelum menyelesaikan rencana jangka panjang. Konsensus umum adalah bahwa tidak diperlukan perubahan selama tim beroperasi secara stabil.
Perpanjangan kontrak Thomas Tuchel dengan Inggris dan kembalinya Carlo Ancelotti yang diperkirakan akan melatih Brasil telah mempersempit pilihan Manchester United. Sebelumnya, mereka semua dianggap sebagai kandidat kuat.
Jika Manchester United perlu mencari manajer baru, mereka memprioritaskan pelatih berpengalaman yang memiliki ketenangan untuk menghadapi tekanan yang signifikan. Namun, saat ini, Carrick memenuhi persyaratan profesional tersebut dengan baik.
Pelajaran dari masa lalu juga membuat klub lebih berhati-hati. Pada tahun 2019, Ole Gunnar Solskjaer ditawari kontrak jangka panjang setelah serangkaian penampilan yang mengesankan. Namun kemudian, MU menolak dan hanya finis di posisi ke-6 pada akhir musim.
Saat ini, Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada masih memiliki beberapa pilihan. Mereka terus mengevaluasi pilihan-pilihan tersebut dengan cermat sebelum membuat keputusan akhir.
Sementara itu, Carrick masih memegang keunggulan terbesar di Old Trafford.
Carrick Ungkap Masalah yang Terjadi di Manchester United
Manchester United memasuki pertandingan Liga Inggris melawan Bournemouth di pekan ke-31 dengan tujuan yang jelas: untuk menang dan mempertahankan momentum mereka. Tetapi di balik pertandingan itu terdapat masalah yang lebih besar. Michael Carrick dengan cepat memperingatkan tentang tantangan “yang tidak terduga” yang menanti tim tersebut.
Ritme Permainan Terganggu
Sejak mengambil alih MU, Carrick tidak menghadapi banyak rintangan. Ia memimpin tim meraih kemenangan melawan Man City dan Arsenal, dan kemudian melanjutkan tren positif ini melawan Aston Villa. Rentetan kemenangan ini membantu MU kembali bersaing memperebutkan tempat di Liga Champions.
Namun, momentum itu berisiko terganggu. Setelah pertandingan melawan Bournemouth, MU akan memiliki jeda hingga 24 hari sebelum menghadapi Leeds. Yang penting, setelah jeda internasional, tim akan memiliki waktu istirahat hampir seminggu lagi tanpa bermain.
Di level tertinggi, jadwal seperti ini jarang terjadi. Tim biasanya harus bermain dengan frekuensi tinggi. Tetapi MU tidak lagi berpartisipasi di Liga Champions atau Piala FA, sehingga mereka memiliki jadwal yang “kosong” secara tidak biasa.
Carrick tidak melihat jeda panjang itu sebagai keuntungan. Sebaliknya, ia menganggapnya sebagai risiko besar.
Para pemain terbiasa bermain pertandingan setiap tiga hari sekali. Kecepatan tersebut membantu mereka mempertahankan kepekaan terhadap bola dan fokus mereka. Ketika rangkaian pertandingan terhenti, kesehatan fisik dan mental mereka akan terpengaruh.
Tidak ada sesi latihan yang dapat menggantikan perasaan bermain dalam pertandingan sesungguhnya. Carrick menyebutkan hal ini sebelum pertandingan melawan Aston Villa. Saat itu, MU memulai pertandingan dengan lambat dan baru membaik di babak kedua, ketika para pemain mulai menemukan ritme permainan mereka dengan lebih baik.
Ini menyoroti sebuah fakta: pertandingan sebenarnya adalah satu-satunya tempat di mana pemain dapat mencapai performa optimal mereka. Tanpa pertandingan, semuanya hanyalah simulasi.
“Karat” atau Mempertahankan Kinerja?
Dilema Manchester United saat ini terletak di antara dua pilihan: menjaga kebugaran atau mempertahankan ritme permainan.
Jeda panjang dapat membantu pemain pulih. Namun sebagai gantinya, mereka menghadapi risiko “kehilangan kebugaran” (menurunkan kemampuan bermain). Hal ini terutama berlaku ketika banyak pemain tidak dipanggil ke tim nasional, yang berarti mereka tidak memiliki kesempatan untuk bermain selama periode ini.
Carrick memahami masalahnya. Dia tidak ingin tim kehilangan momentum yang telah mereka raih setelah serangkaian pertandingan positif. Oleh karena itu, kemenangan melawan Bournemouth bukan hanya tentang poin, tetapi juga tentang mempertahankan stabilitas tersebut sebelum memasuki jeda dalam jadwal pertandingan.
Pertandingan melawan Leeds dalam 24 hari mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya. Pada saat itu, MU tidak hanya akan menghadapi lawan mereka, tetapi juga harus mengatasi diri mereka sendiri.
Dalam sepak bola level atas, menjaga tempo sama pentingnya dengan taktik. Dan bagi Carrick, tantangan terbesar saat ini bukanlah lawan, tetapi menjaga agar tim tidak melambat ketika momentum tiba-tiba terhenti.
Scr/Mashable















