Arsenal akan memasuki final Liga Champions di Budapest pada akhir Mei dengan satu tujuan: untuk membalas dendam kepada Paris Saint-Germain (PSG).
Tahun lalu, skuad asuhan Mikel Arteta meninggalkan lapangan dengan berlinang air mata setelah kalah dari lawan yang sama di semifinal. Meskipun PSG asuhan Luis Enrique dianggap sebagai kandidat terkuat setelah mengalahkan Bayern Munchen, perwakilan Liga Inggris ini memiliki alasan kuat untuk percaya diri dalam menciptakan sejarah.
Berikut empat faktor kunci yang perlu diatasi Arsenal untuk mengalahkan juara bertahan Prancis:
1. Percayalah pada “Tulang Punggung” Pertahanan
Dalam beberapa musim terakhir, rekor pertahanan Arsenal di kompetisi Eropa sangat mengesankan. Mikel Arteta saat ini memegang rekor tingkat kebobolan gol terendah dalam sejarah Liga Champions untuk manajer yang telah memimpin 20 pertandingan atau lebih.
Kuncinya terletak pada “segitiga emas”: kiper David Raya dan duet bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhees. Raya saat ini dianggap sebagai kiper terbaik di Eropa, sementara Saliba dan Gabriel adalah duo tangguh yang mendominasi setiap area pertahanan.
Statistik yang mencengangkan: dengan Saliba dan Gabriel di lapangan, Arsenal belum kebobolan gol dari permainan terbuka di Liga Champions sejak April 2024. Kekokohan ini akan menjadi fondasi bagi Arsenal untuk menahan tekanan dari serangan PSG sebelum memberikan pukulan penentu.
2. Manfaatkan Dominasi dari Bola Mati Sebaik Mungkin
Arsenal mungkin tidak memiliki gaya bermain flamboyan seperti PSG, tetapi mereka tidak diragukan lagi adalah tim terkuat di dunia saat ini dalam hal bola mati. Di bawah bimbingan pelatih Nicolas Jover, setiap tendangan sudut atau tendangan bebas dari “The Gunners” menjadi mimpi buruk bagi lawan-lawannya.
Dibandingkan dengan Arsenal, PSG adalah tim yang lebih kecil secara fisik dan kurang kuat dalam duel udara. Di semifinal, mereka kebobolan gol dari tendangan bebas yang diambil oleh Dayot Upamecano dari Bayern. Dengan pemain-pemain jangkung seperti Gabriel dan Saliba, Arsenal perlu memanfaatkan kelemahan tim Luis Enrique ini untuk mendapatkan keuntungan.
3. Pertahankan Kendali Ketat atas Tempo Pertandingan Pertama
Permainan terbuka dan menyerang akan menguntungkan PSG. Arsenal perlu menghindari terjebak dalam transisi konstan di mana para pemain PSG yang berbakat secara teknis seperti Khvicha Kvaratskhelia dapat meledak.
Mikel Arteta telah membangun sistem yang berfokus pada pengendalian ruang dan penguasaan bola. Arsenal perlu memainkan sepak bola yang “tenang” dan disiplin, mirip dengan cara mereka bermain melawan Atlético Madrid di semifinal. Ketika Declan Rice mundur ke belakang untuk mengontrol tempo, Arsenal dapat meredam momentum lawan dan mengarahkan permainan menuju hasil yang diinginkan.
4. Operkan Bola ke Bukayo Saka
Tanpa ragu, Bukayo Saka adalah senjata serang Arteta yang paling berbahaya . Bintang Inggris ini telah terlibat dalam 21 gol (13 gol, 8 assist) di Liga Champions sejak musim 2023/24. Meskipun baru pulih dari cedera tendon Achilles dan belum 100% fit, Saka telah menunjukkan keunggulan yang jelas dibandingkan opsi cadangan seperti Noni Madueke.
Pertahanan PSG seringkali meninggalkan celah di sisi sayap, seperti yang dibuktikan oleh fakta bahwa mereka pernah ditembus oleh Michael Olise dan Luis Díaz. Dengan kemampuan menggiring bola yang terampil dan penyelesaian akhir yang berbahaya, Saka akan menjadi penentu langsung nasib pertandingan jika rekan-rekan setimnya memberinya cukup banyak umpan di sayap kanan.
Final di Budapest bukan hanya kesempatan bagi Arsenal untuk memenangkan gelar paling bergengsi di Eropa, tetapi juga bukti kematangan tim di bawah asuhan Mikel Arteta. Jika mereka menjalankan rencana mereka dengan benar, “The Gunners” benar-benar dapat membuat PSG menyesali keputusan mereka.
Scr/Mashable
















