Arsenal baru saja mengalahkan lawan tangguh Atletico Madrid untuk mencapai final Liga Champions setelah penantian selama 20 tahun. Mampukah Manchester United melakukan hal yang sama?
Akhir pekan lalu, Manchester United secara resmi mengamankan tempat mereka di Liga Champions setelah kemenangan dramatis 3-2 atas rival mereka, Liverpool. Akankah Setan Merah mampu tampil sukses dan mencapai prestasi serupa ketika mereka kembali ke kompetisi Eropa musim depan?
Terinspirasi oleh Rival Domestik
Sejarah mencatat sebuah kebetulan menarik antara dua raksasa sepak bola Inggris. Terakhir kali Arsenal mencapai final Liga Champions adalah pada tahun 2006, di mana mereka mengalami kekalahan yang menyakitkan melawan Barcelona.
Tepat dua tahun kemudian, Manchester United langsung melaju ke final dan secara gemilang mengalahkan Chelsea dalam adu penalti yang menegangkan di Moskow untuk meraih kejayaan mereka. Kesuksesan Arsenal telah membangkitkan semangat juang Manchester United dua dekade sebelumnya. Bagaimana dengan kali ini?
Kembali ke kenyataan, sejak berakhirnya era kejayaan Sir Alex Ferguson, penampilan terbaik Manchester United di kompetisi klub terbesar Eropa adalah mencapai perempat final, terakhir pada tahun 2019. Selama bertahun-tahun, klub Old Trafford telah berjuang untuk merebut kembali kejayaannya yang dulu.
Namun, melihat perjalanan luar biasa yang baru saja dilalui Arsenal, pelatih Michael Carrick dan timnya berhak untuk percaya diri dalam menembus babak perempat final di turnamen mendatang untuk melaju lebih jauh. Transformasi tim yang telah berjuang selama bertahun-tahun seperti Arsenal merupakan cerminan yang membuat Manchester United percaya bahwa semua rintangan dapat diatasi.
Alasan pertama dan paling kuat untuk keyakinan ini berasal dari performa impresif Manchester United di bawah asuhan Carrick, yang bahkan mencapai final Liga Champions 2008. Jika kita membandingkannya, tim Old Trafford bahkan tampil lebih baik daripada Arsenal baru-baru ini.
Dalam 14 pertandingan liga sejak Carrick mengambil alih, Manchester United telah memenangkan 10 pertandingan, seri 2, dan hanya kalah 2. Arsenal, di sisi lain, mencatatkan 8 kemenangan, 3 hasil seri, dan 3 kekalahan. Sorotan paling menonjol adalah konfrontasi langsung antara kedua tim di Stadion Emirates, di mana Manchester United memberikan kekalahan menyakitkan 3-2 kepada tim tuan rumah.
Karakter Diuji dalam Menghadapi Pasukan Elit
Jika dilihat dari statistik profesional, kekuatan “Setan Merah” jelas terlihat. Meskipun lini serang mereka masih dalam tahap pembangunan kembali, mereka mencetak gol secara teratur dan telah mencetak 27 gol, menyamai rekor Arsenal.
Dari segi pertahanan, Arsenal menunjukkan soliditas yang lebih besar, hanya kebobolan 12 gol dalam 14 pertandingan, dibandingkan dengan 16 gol yang kebobolan Manchester United pada periode yang sama.
Namun, para penggemar dapat tenang karena Carrick terkenal sebagai ahli strategi pertahanan sejak masa bermainnya. Ia memiliki kemampuan dan waktu di jendela transfer musim panas mendatang untuk menemukan solusi guna menambal celah dalam sistem pertahanan.
Faktor terpenting dalam menilai peluang Manchester United di Eropa adalah ketahanan mereka dalam pertandingan-pertandingan penting. Terutama, tim asuhan Carrick telah mengalahkan lima dari enam tim Inggris yang lolos ke Liga Champions musim ini. Tim-tim tangguh seperti Man City, Arsenal, Chelsea, Tottenham, dan Liverpool semuanya pernah mengalami kekalahan saat menghadapi manajer muda tersebut.
Secara konsisten mengalahkan lawan-lawan papan atas Liga Champions merupakan peningkatan moral yang luar biasa. Prestasi luar biasa ini jelas menunjukkan bahwa tim Old Trafford memiliki karakter untuk bersaing di level tinggi. Dengan skuad yang bergerak ke arah yang benar, MU, jika beruntung, bisa melakukan keajaiban seperti yang dilakukan Arsenal di Liga Champions musim depan.
Scr/Mashable
















