Modal Dapur Rumah, Dua Ibu Hebat Ini Lipatgandakan Omzet hingga 10 Kali Lipat Pakai AI

02.04.2026
Modal Dapur Rumah, Dua Ibu Hebat Ini Lipatgandakan Omzet hingga 10 Kali Lipat Pakai AI
Modal Dapur Rumah, Dua Ibu Hebat Ini Lipatgandakan Omzet hingga 10 Kali Lipat Pakai AI

Di tengah dinamika ekonomi tahun 2026, peran perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga semakin tak terbendung. Kini, dapur rumah bukan lagi sekadar tempat memasak, melainkan “ruang kendali” bisnis yang menjanjikan.

Berkat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pelaku UMKM perempuan kini memiliki peluang tak terbatas untuk berkembang.

Fenomena ini dibuktikan oleh dua sosok ibu tangguh, Efa Fauziah (Mie Aceh 769 Pijay) dan Rohani Sembiring (Risoles Mbak Any), yang berhasil mengubah nasib keluarga melalui ekosistem digital Grab.

Transformasi Mie Aceh 769 Pijay: Melejit 10 Kali Lipat Berkat Data

Kisah inspiratif pertama datang dari Efa Fauziah (46). Setelah menghadapi cobaan berat mulai dari gempa di Aceh tahun 2016 hingga musibah kebakaran ruko, Efa tak menyerah. Merantau ke Bogor hingga Jakarta, ia membangun kembali usaha Mie Aceh miliknya dari nol pada akhir 2020.

Sejak bergabung sebagai Mitra GrabFood, bisnisnya mengalami lonjakan drastis. Dari yang semula hanya laku 15 porsi, kini Efa mampu menjual hingga 150 porsi per hari. Menariknya, sekitar 80% penjualannya kini berasal dari pesanan online.

Kunci rahasianya? Efa memanfaatkan GrabMerchant AI Assistant. Fitur cerdas ini membantunya memahami tren penjualan dan menentukan waktu promosi yang paling efektif.

Risoles Mbak Any: Dari Tetangga hingga Kuasai Market Online

Tak jauh berbeda, Rohani Sembiring (40) atau Mbak Any, memulai usaha risolesnya saat pandemi melanda. Berawal dari sistem Pre-Order (PO) kecil-kecilan untuk teman dan tetangga, Mbak Any kini sukses membuka cabang kedua.

Berkat visibilitas di platform digital, pesanan Risoles Mbak Any bisa melonjak dua kali lipat saat momen Ramadan, dengan 90% total penjualan didominasi oleh pesanan online Grab.

Sama seperti Efa, Rohani juga mengandalkan AI sebagai asisten bisnis virtualnya. Saat penjualan sedang menurun, ia menggunakan fitur AI untuk mencari strategi promosi yang tepat berdasarkan pola pembelian pelanggan.

Baginya, teknologi adalah jembatan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi ketiga anaknya.

GrabMerchant AI Assistant: Guru Bisnis Virtual bagi 400.000 UMKM

Kesuksesan Efa dan Rohani bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari komitmen Grab dalam menghadirkan teknologi yang relevan bagi pelaku usaha kecil. Hingga saat ini, lebih dari 400.000 merchant Grab di Indonesia telah memanfaatkan GrabMerchant AI Assistant.

Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, menekankan bahwa teknologi adalah kunci pembuka potensi UMKM.

“Dengan merangkul inovasi AI, pelaku usaha dapat mengubah data mentah menjadi strategi nyata yang terukur,” jelasnya.

Fitur ini membantu pemilik toko memahami dinamika bisnis, mulai dari merekomendasikan menu potensial hingga menyusun strategi operasional yang lebih cerdas.

Komunitas SERABI: Ruang Belajar Perempuan Tangguh

Selain dukungan teknologi, faktor komunitas juga menjadi penguat. Efa aktif dalam Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Grab, sebuah ruang bagi para pengusaha perempuan untuk saling berbagi ilmu, mulai dari cara menangani pelanggan hingga tips optimalisasi fitur aplikasi.

Sinergi antara kecanggihan AI dan empati dalam komunitas inilah yang membuat UMKM perempuan tetap relevan dan tangguh di tengah perubahan zaman.

Kisah Efa dan Rohani membuktikan bahwa teknologi AI bukan hanya milik perusahaan besar. Di tangan ibu rumah tangga yang jeli, AI menjadi alat perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan fondasi bagi harapan baru di setiap meja makan keluarga Indonesia.

Scr/Mashable




Don't Miss