CloudMile menorehkan pencapaian penting di ajang Google Cloud Next 2026 dengan memborong empat penghargaan bergengsi kategori Partner of the Year tingkat Asia Pasifik (APAC).
Prestasi ini menegaskan posisi CloudMile sebagai salah satu pemain utama dalam layanan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi cloud di kawasan, sekaligus memperkuat komitmennya mendorong transformasi digital, termasuk di Indonesia yang menjadi pasar strategis.
Dalam pengumuman resmi di Las Vegas, CloudMile dinobatkan sebagai Partner of the Year untuk wilayah Greater China Region (GCR) dan Southeast Asia (SEA). Selain itu, perusahaan juga meraih dua penghargaan teknis di tingkat APAC, masing-masing untuk kategori Databases serta Infrastructure Modernization: Migration.
Pengakuan tersebut mencerminkan kemampuan CloudMile dalam menangani kompleksitas proyek teknologi berskala besar, termasuk modernisasi database dan migrasi sistem ke cloud tanpa gangguan operasional.
Ajang Google Cloud Next sendiri merupakan konferensi tahunan yang menjadi panggung utama inovasi teknologi cloud global. Setelah sorotan terhadap AI generatif dalam berbagai forum sebelumnya, konferensi tahun ini menampilkan implementasi nyata dari teknologi cloud dan AI dalam berbagai sektor industri.
Di tengah momentum tersebut, CloudMile berhasil menunjukkan kapabilitasnya melalui solusi inovatif, termasuk platform AI Agent ‘NewsSpark’ yang sebelumnya memenangkan kompetisi regional.
Presiden Global Partner Ecosystem and Channels Google Cloud, Kevin Ichhpurani, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada mitra yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi pelanggan.
“Google Cloud Partner Awards mengapresiasi inovasi strategis dan nilai nyata yang diberikan para mitra kepada pelanggan. Kami bangga menobatkan CloudMile sebagai pemenang Google Cloud Partner Award 2026 atas kontribusinya dalam mendorong kesuksesan pelanggan selama setahun terakhir,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Pencapaian ini semakin memperkuat langkah CloudMile dalam memperluas pengaruhnya di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Negara ini dinilai sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di kawasan, sehingga menjadi fokus utama ekspansi perusahaan.
CloudMile aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah untuk mendukung modernisasi infrastruktur digital, pemanfaatan data, hingga penerapan AI di sektor publik. Beberapa bidang prioritas mencakup layanan kesehatan, pengelolaan lingkungan, ekonomi kreatif, serta program nutrisi nasional.
Di sektor swasta, CloudMile juga memperluas penetrasinya di industri keuangan dan fintech melalui pengembangan solusi berbasis AI dan keamanan data. Selain itu, perusahaan turut mendukung sektor distribusi dan logistik dengan menghadirkan analitik data lanjutan serta layanan backend yang terintegrasi.
Strategi Land and Expand menjadi pendekatan utama untuk memperluas jangkauan pasar, khususnya ke segmen mid-market dan enterprise, dengan mendorong transformasi dari penggunaan cloud dasar menuju pemanfaatan AI yang lebih komprehensif.
Country Manager CloudMile Indonesia, Gilland Cardindo, menilai peluang di Indonesia masih sangat besar.
“Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara. Kami melihat peluang besar bagi perusahaan dan institusi pemerintah untuk memanfaatkan AI dan cloud guna menghasilkan dampak bisnis nyata. Pengakuan CloudMile di Google Cloud Next 2026 mencerminkan komitmen kuat kami terhadap Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak 2023 perusahaan mengalami pertumbuhan signifikan dari hanya empat pelanggan menjadi lebih dari 90 klien di Indonesia.
“Kami menargetkan pertumbuhan 128 persen secara tahunan. Ini menunjukkan kepercayaan dari para mitra kami. Ke depan, kami fokus membangun ekosistem lokal kelas dunia di bidang AI, data, dan keamanan untuk membantu bisnis di Indonesia mengubah visi menjadi nilai nyata,” kata Gilland.
Sementara itu, Founder dan Chairman CloudMile, Spencer Liu, menekankan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif tim dan kepercayaan pelanggan.
“Meraih empat penghargaan besar ini adalah bukti nyata keunggulan teknis dan dedikasi tim CloudMile. Kami tidak hanya unggul dalam generative AI, tetapi juga dalam implementasi infrastruktur cloud yang kompleks. Penghargaan ini milik seluruh tim kami di Asia dan lebih dari 1.400 klien enterprise yang mempercayai kami,” ujarnya.
Spencer juga menegaskan pentingnya investasi pada talenta lokal dan penguatan ekosistem digital di tengah era berbasis AI. Menurutnya, Indonesia akan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi jangka panjang perusahaan.
“Di era baru berbasis AI ini, kami akan terus menjadikan kepercayaan sebagai fondasi, berinvestasi pada pengembangan talenta lokal, dan membantu pelanggan memaksimalkan nilai dari data untuk menjaga daya saing di ekonomi digital. Indonesia adalah pasar kunci bagi komitmen ini,” katanya.
Selain ekspansi bisnis, CloudMile juga memperkuat kapabilitas teknis melalui berbagai sertifikasi, termasuk pengakuan sebagai mitra konsultan dalam Enterprise Compute Initiative di Singapura serta akreditasi AI dari otoritas digital Taiwan.
Dengan jaringan operasional di sejumlah negara Asia Tenggara dan pusat keunggulan di Malaysia, perusahaan juga aktif mendukung pengembangan talenta melalui program pelatihan yang ditargetkan menjangkau ratusan ribu tenaga teknis.
Ke depan, CloudMile berkomitmen mempertahankan pendekatan agile ala startup sembari menghadirkan layanan komprehensif, mulai dari konsultasi teknis, managed cloud services, keamanan siber, hingga solusi data dan AI.
Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat menjadi mitra utama bagi organisasi di Indonesia dalam mempercepat transformasi digital menuju masa depan yang semakin terhubung dan berbasis kecerdasan buatan.
Scr/Mashable




















