Telkomsel Kelola 100% Limbah Elektronik Lewat Recycle, Reuse, dan Refurbish

07.06.2026
Telkomsel Kelola 100% Limbah Elektronik Lewat Recycle, Reuse, dan Refurbish
Telkomsel Kelola 100% Limbah Elektronik Lewat Recycle, Reuse, dan Refurbish

Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital dan infrastruktur telekomunikasi, pengelolaan limbah elektronik atau e-waste menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi industri teknologi.

Telkomsel menunjukkan langkah nyata melalui komitmennya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di seluruh lini operasional perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, Telkomsel mencatat pencapaian penting dengan memastikan 100 persen limbah elektronik yang dihasilkan perusahaan telah dikelola melalui skema recycle, reuse, dan refurbish.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi pilar keberlanjutan Jaga Bumi, yang berfokus pada upaya mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem digital yang lebih hijau.

Recycle, Reuse, dan Refurbish Jadi Strategi Pengelolaan Limbah Elektronik

Pertumbuhan jaringan telekomunikasi yang terus berkembang tentu menghasilkan berbagai perangkat elektronik yang pada akhirnya perlu diperbarui atau diganti.

Mulai dari perangkat jaringan, komponen BTS, perangkat pendukung operasional, hingga berbagai peralatan teknologi informasi lainnya berpotensi menjadi limbah elektronik jika tidak dikelola dengan baik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Telkomsel menerapkan pendekatan berbasis ekonomi sirkular melalui tiga skema utama, yakni recycle, reuse, dan refurbish.

Melalui proses recycle, material yang masih memiliki nilai guna diproses kembali sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Sementara itu, skema reuse memungkinkan perangkat yang masih layak pakai digunakan kembali untuk mendukung operasional tertentu.

Adapun refurbish dilakukan dengan memperbaiki atau memperbarui perangkat yang masih dapat difungsikan sehingga usia penggunaannya menjadi lebih panjang.

Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume limbah elektronik, tetapi juga membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada.

Bagian dari Komitmen Jaga Bumi

Pengelolaan limbah elektronik merupakan salah satu program penting dalam pilar Jaga Bumi yang dijalankan Telkomsel.

komitmen sustainability impact telkomsel 1c sfjj

Pilar ini berfokus pada pengurangan emisi karbon, penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, serta peningkatan ketahanan operasional terhadap dampak perubahan iklim.

Selain pengelolaan e-waste, Telkomsel juga terus memperluas pemanfaatan energi terbarukan di berbagai infrastruktur jaringan. Hingga akhir 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti solar panel dan mikrohidro.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Tak hanya itu, seluruh kemasan kartu SIM yang digunakan Telkomsel kini telah beralih menggunakan material berbasis kertas yang lebih ramah lingkungan.

Inisiatif ini turut membantu mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi menghasilkan limbah sulit terurai.

Membangun Industri Telekomunikasi yang Lebih Berkelanjutan

Keberhasilan mengelola 100 persen limbah elektronik melalui skema recycle, reuse, dan refurbish menjadi bukti bahwa keberlanjutan kini telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis Telkomsel.

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, perusahaan tidak hanya berfokus menghadirkan layanan konektivitas yang andal, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berjalan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Langkah ini sekaligus menjadi contoh bagaimana industri telekomunikasi dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan digital yang lebih hijau, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.

Scr/Mashable




Don't Miss