Cash App, platform pembayaran raksasa di bawah naungan Block, secara resmi mengumumkan ekspansi layanan mereka melalui dukungan akun khusus anak-anak yang sepenuhnya dikelola oleh orang tua.
Langkah strategis ini dirancang untuk menjangkau pengguna di rentang usia 6 hingga 12 tahun, sebuah segmen yang sebelumnya belum tersentuh secara masif oleh industri fintech. Fokus utamanya jelas: menanamkan pondasi literasi keuangan sejak dini di tengah dunia yang semakin cashless.
Dikutip dari Engadget, Kamis (23/4/2026), melalui pembaruan yang disebut sebagai “pengalaman Cash App Families yang diperluas”, orang tua atau wali sah yang memenuhi syarat kini memiliki kendali penuh untuk membangun ekosistem keuangan kecil bagi anak mereka.
Fitur tersebut memungkinkan orang dewasa menyediakan tempat khusus bagi anak-anak untuk menerima uang saku, menetapkan target tabungan, hingga melacak setiap rupiah yang dikeluarkan.
Dengan cara ini, Cash App berupaya membuka jalur bagi anak-anak untuk memahami konsep kemandirian finansial dengan pengawasan ketat, memastikan mereka belajar memanajemen aset tanpa risiko kehilangan kendali.
Keamanan dan pemantauan menjadi pilar utama dalam layanan ini. Orang tua memiliki wewenang mutlak untuk mengatur transfer rutin, meninjau riwayat transaksi secara real-time, hingga fitur krusial seperti mengunci akun secara instan jika terdeteksi aktivitas mencurigakan.
Dari sisi anak, mereka akan mendapatkan kartu debit khusus yang didesain personal. Menariknya, anak-anak di bawah 13 tahun ini hanya bisa menerima pembayaran dari maksimal lima akun terpercaya dan tidak diberikan akses penuh untuk masuk ke aplikasi utama Cash App, sebuah langkah preventif untuk menjaga privasi dan keamanan digital mereka.
Transisi menuju kedewasaan finansial pun telah dipikirkan secara matang. Ketika sang anak menginjak usia 13 tahun, orang tua diberikan opsi untuk mengubah status akun tersebut menjadi “akun sponsor”.
Perubahan ini secara otomatis membuka pintu bagi fitur-fitur yang lebih kompleks, seperti kemampuan untuk mengirim dan menerima pembayaran secara mandiri, hingga fitur investasi saham dan perdagangan kripto.
Meskipun kontrol akhir tetap berada di tangan wali sah, akun sponsor ini memberikan ruang gerak lebih luas bagi remaja untuk mengeksplorasi instrumen keuangan modern dengan “sabuk pengaman” yang tetap terpasang.
Langkah Cash App ini mempertegas persaingan panas di industri fintech keluarga. Meskipun ide akun anak bukan hal baru, mengingat Apple Cash Family dan Google Wallet sudah lebih dulu memiliki layanan serupa, Cash App mencoba lebih agresif dengan menyasar audiens yang lebih muda dibandingkan pesaingnya seperti Venmo, yang baru membuka akses bagi remaja usia 13-17 tahun pada 2023 lalu.
Dengan masuknya Cash App ke pasar Gen Alpha, persaingan dompet digital kini bukan lagi soal siapa yang paling banyak penggunanya, melainkan siapa yang paling awal mendampingi perjalanan finansial seseorang sejak masa sekolah dasar.
Scr/Mashable
















