Nama besar penyanyi pop dunia Dua Lipa kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena lagu terbaru atau konser internasionalnya, melainkan langkah hukum yang diambil terhadap raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung.
Pelantun lagu “Levitating” tersebut dilaporkan menggugat Samsung dengan nilai fantastis mencapai USD 15 juta atau sekitar Rp246 miliar.
Gugatan tersebut muncul setelah Samsung diduga menggunakan foto wajah Dua Lipa pada kemasan televisi mereka tanpa izin resmi maupun kompensasi kepada sang artis.
Kasus ini langsung menarik perhatian publik karena melibatkan isu hak cipta, penggunaan identitas selebriti, hingga dugaan eksploitasi komersial tanpa persetujuan.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh media hiburan Variety (09/05/26). Variety menyebutkan, foto Dua Lipa ditemukan pada kemasan TV Samsung yang dipasarkan sejak tahun lalu.
Penyanyi asal Inggris tersebut disebut baru mengetahui penggunaan fotonya sekitar Juni 2025. Setelah itu, pihaknya beberapa kali meminta Samsung untuk menghentikan penggunaan gambar tersebut.
Namun dalam dokumen gugatan, respons Samsung disebut tidak memuaskan. Tim hukum Dua Lipa bahkan menilai perusahaan elektronik itu bersikap “dismissive and callous” atau mengabaikan keberatan yang telah disampaikan.
Tak hanya itu, produk televisi yang menggunakan gambar Dua Lipa dikabarkan masih tetap dijual hingga sekarang. Hal inilah yang kemudian membuat kasus tersebut berkembang menjadi gugatan besar bernilai jutaan dolar.
Pihak Dua Lipa menilai penggunaan foto tersebut berpotensi membuat publik percaya bahwa sang penyanyi mendukung atau bekerja sama dengan Samsung, padahal tidak ada bentuk kerja sama resmi apa pun. Dalam gugatan tersebut, pengacara Dua Lipa menyebut Samsung telah memperoleh keuntungan komersial dari penggunaan citra kliennya.
“Samsung telah mengambil keuntungan dari penggunaan gambar Dua Lipa dan menciptakan kesan bahwa ia mendukung produk tersebut,” tulis tim hukumnya dalam dokumen gugatan yang dikutip dari Variety.
Menariknya lagi, foto yang dipermasalahkan ternyata diambil di belakang panggung festival musik Austin City Limits Festival pada tahun 2024. Tim hukum Dua Lipa juga menegaskan bahwa hak cipta foto tersebut sepenuhnya dimiliki oleh sang artis.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan wajah atau identitas publik figur dalam promosi produk tidak bisa dilakukan sembarangan. Di era digital seperti sekarang, hak atas citra diri dan kekayaan intelektual menjadi aspek yang sangat penting, terutama bagi selebriti global yang memiliki nilai komersial tinggi.
Di sisi lain, ini bukan pertama kalinya Samsung menghadapi persoalan hukum terkait produknya. Sebelumnya, sejumlah produsen TV termasuk Samsung juga sempat digugat oleh Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, terkait dugaan penggunaan spyware untuk penargetan iklan pada televisi pintar.
Jika gugatan ini dimenangkan oleh Dua Lipa, bukan tidak mungkin kasus tersebut akan menjadi preseden penting bagi perlindungan hak cipta dan hak penggunaan identitas selebriti di masa depan.
Sumber foto: Instagram Dua lipa
Scr/Mashable


















