NTT DATA Perkenalkan AI untuk Infrastruktur Digital, Klaim Bisa Tekan Biaya Operasional

13.05.2026
NTT DATA Perkenalkan AI untuk Infrastruktur Digital, Klaim Bisa Tekan Biaya Operasional
NTT DATA Perkenalkan AI untuk Infrastruktur Digital, Klaim Bisa Tekan Biaya Operasional

Perusahaan teknologi global NTT DATA memperkenalkan layanan baru berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu perusahaan mengelola infrastruktur teknologi yang semakin kompleks. Solusi bernama SDI Services Agent itu dirancang untuk mempermudah pengelolaan sistem multivendor melalui pendekatan agentic AI berbasis percakapan.

Peluncuran layanan ini dilakukan di Jakarta pada 11 Mei 2026. Teknologi tersebut menjadi bagian dari Software Defined Infrastructure (SDI) Services milik NTT DATA dan diklaim mampu mengubah cara perusahaan memantau, mengoptimalkan, hingga mengoperasikan infrastruktur digital berskala besar.

Melalui sistem multi-agent, layanan ini dapat memantau berbagai lingkungan teknologi secara real-time, mulai dari jaringan, pusat data hybrid, keamanan siber, hingga digital workplace. Sistem kemudian menganalisis data dan memberikan rekomendasi maupun tindakan otomatis berbasis AI.

Menurut NTT DATA, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh visibilitas yang lebih luas terhadap kondisi infrastruktur mereka, termasuk mempercepat proses penyelesaian masalah serta meningkatkan efisiensi operasional.

“Layanan infrastruktur tradisional semakin tidak sesuai dengan tuntutan perusahaan yang didorong oleh kecerdasan buatan,” ujar Chris Barnard, Vice President IDC, di Jakarta, Senin (11/05/2026).

“NTT DATA membedakan dirinya melalui pengalaman layanan multivendor berbasis agentic yang mengutamakan inovasi. Pendekatan yang mengutamakan kecerdasan buatan ini memungkinkan para pemimpin di bidang infrastruktur untuk keluar dari model pemeliharaan tradisional dan berfokus pada hasil dalam skala besar,” lanjutnya.

Berbeda dengan asisten AI milik vendor perangkat keras atau perangkat lunak tertentu yang umumnya hanya bekerja dalam satu ekosistem, SDI Services Agent dikembangkan untuk mendukung lingkungan multivendor. Artinya, perusahaan dapat mengelola berbagai sistem dari vendor berbeda dalam satu platform terpadu.

Salah satu kemampuan utama layanan ini adalah penggunaan natural language prompts atau perintah berbasis bahasa alami. Pengguna dapat berinteraksi dengan sistem AI layaknya percakapan biasa untuk mendapatkan informasi, analisis, hingga rekomendasi operasional.

NTT DATA menyebut teknologi tersebut juga berfungsi layaknya digital twin bagi operasional TI perusahaan. Sistem mampu memproses data telemetri, konteks historis, serta parameter kebijakan untuk membantu pengambilan keputusan secara lebih cepat dan terukur.

“Seiring organisasi mempercepat adopsi AI, fondasi infrastruktur yang aman dan berstandar perusahaan, yang dipadukan dengan pengalaman layanan agentic berbasis percakapan, menjadi pembeda strategis bagi bisnis,” ujar Dilip Kumar, Global Head Infrastructure Solutions NTT DATA Inc.

“Layanan SDI berbasis agentic kami memungkinkan perusahaan melampaui sekadar operasi ‘lights on’ dan mengubah kinerja infrastruktur menjadi hasil yang terukur,” tambahnya.

Selain mendukung efisiensi operasional, layanan ini juga diklaim dapat membantu organisasi memahami dampak lingkungan dari penggunaan infrastruktur digital mereka melalui analisis berkelanjutan terhadap aset TI.

Peluncuran SDI Services Agent dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur AI yang lebih adaptif. Berdasarkan laporan Global AI Report milik NTT DATA, sebanyak 34,5 persen pemimpin bisnis global kini lebih memilih membangun ulang aplikasi inti perusahaan dengan kemampuan AI terintegrasi dibanding sekadar menambahkan fitur AI di permukaan sistem.

Sebagai perusahaan teknologi global, NTT DATA saat ini memiliki bisnis layanan teknologi dan digital bernilai lebih dari USD 30 miliar. Perusahaan tersebut juga melayani sekitar 75 persen perusahaan yang masuk daftar Fortune Global 100, termasuk di bidang AI, cloud computing, keamanan siber, pusat data, hingga konektivitas digital.

Scr/Mashable




Don't Miss