Ada Serangan Ransomware, Data Proyek Rahasia Apple di Foxconn Bocor

18.05.2026
Ada Serangan Ransomware, Data Proyek Rahasia Apple di Foxconn Bocor
Ada Serangan Ransomware, Data Proyek Rahasia Apple di Foxconn Bocor

Perusahaan manufaktur elektronik raksasa Foxconn dikabarkan menjadi korban serangan ransomware besar yang diduga menyebabkan jutaan file internal, termasuk dokumen proyek rahasia milik Apple, berhasil dicuri oleh kelompok peretas.

Kabar ini langsung menjadi perhatian industri teknologi global karena Foxconn merupakan salah satu mitra manufaktur utama Apple yang memproduksi berbagai perangkat populer seperti iPhone, iPad, hingga MacBook.

Kelompok ransomware bernama Nitrogen mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut berhasil mencuri sekitar 8TB data yang terdiri dari lebih dari 11 juta file dari beberapa fasilitas Foxconn di Amerika Serikat.

File Proyek Apple Disebut Ikut Dicuri

Dalam unggahan di situs kebocoran data milik kelompok tersebut, Nitrogen mengaku memperoleh berbagai dokumen penting terkait proyek internal sejumlah perusahaan teknologi besar dunia.

Selain Apple, data yang diklaim bocor juga disebut mencakup informasi milik Intel, Google, Dell, hingga Nvidia.

Dokumen yang dicuri disebut meliputi gambar teknis, data proyek, hingga file internal yang berkaitan dengan proses pengembangan perangkat dan manufaktur teknologi.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi apakah data milik Apple maupun perusahaan lain benar-benar berhasil diakses atau disebarkan oleh pelaku ransomware.

Foxconn sendiri telah mengonfirmasi adanya insiden keamanan siber tersebut kepada The Register (12/05/26). Perusahaan menyatakan tim keamanan internal langsung mengambil langkah darurat untuk mengendalikan situasi dan memastikan proses produksi tetap berjalan.

Operasional Pabrik Disebut Mulai Normal

Foxconn menyebut sejumlah fasilitas yang terdampak kini mulai kembali beroperasi normal setelah dilakukan penanganan sistem keamanan.

Namun perusahaan tidak memberikan detail mengenai sejauh mana dampak serangan tersebut terhadap data pelanggan maupun proyek-proyek yang sedang berjalan.

Sebagai perusahaan yang menjadi tulang punggung rantai produksi Apple, Foxconn dikenal memiliki sistem keamanan ketat. Apple sendiri selama ini terkenal sangat menjaga kerahasiaan produk yang belum dirilis ke publik.

Biasanya, setiap mitra manufaktur hanya memperoleh sebagian kecil informasi teknis sesuai kebutuhan produksi mereka masing-masing. Karena itu, dugaan kebocoran data proyek Apple langsung memicu spekulasi mengenai potensi bocornya detail perangkat masa depan.

Kelompok Nitrogen Diduga Berasal dari Jaringan Ransomware Rusia

Kelompok Nitrogen diyakini memiliki keterkaitan dengan kode ransomware Conti 2 yang sebelumnya bocor dan dikembangkan jaringan siber asal Rusia.

Menariknya, sejumlah peneliti keamanan siber mengungkap bahwa ransomware yang digunakan kelompok tersebut justru memiliki bug atau celah teknis yang dapat menyebabkan file terenkripsi tidak bisa dipulihkan, bahkan setelah korban membayar tebusan.

Laporan dari perusahaan keamanan siber Coveware pada Februari lalu menyebutkan bahwa sistem encryptor ESXi milik Nitrogen memiliki kerusakan yang membuat proses dekripsi menjadi hampir mustahil dilakukan.

Jika benar demikian, data yang telah terkena enkripsi kemungkinan besar tidak dapat dikembalikan sepenuhnya.

Foxconn Sudah Beberapa Kali Jadi Target Peretas

Ini bukan pertama kalinya Foxconn menjadi sasaran kelompok ransomware internasional. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga pernah mengalami serangan serupa dari kelompok LockBit pada tahun 2022 dan 2024.

Meningkatnya serangan terhadap perusahaan manufaktur teknologi menunjukkan bahwa rantai pasokan digital kini menjadi target utama para pelaku kejahatan siber.

Perusahaan besar seperti Apple memang memiliki sistem keamanan internal yang kuat, tetapi vendor dan mitra produksi sering kali menjadi celah yang dimanfaatkan hacker untuk memperoleh akses ke data sensitif.

Serangan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan siber kini bukan hanya tanggung jawab perusahaan teknologi, tetapi seluruh ekosistem industri yang terlibat dalam pengembangan produk digital modern.

Scr/Mashable




Don't Miss