Hubungan antara kapten Manchester United, Bruno Fernandes, dan sang legenda klub, Roy Keane, semakin memanas. Perseteruan ini memuncak setelah Fernandes secara terbuka menuduh Keane berbohong, yang kemudian langsung dibalas dengan sindiran menohok oleh eks kapten Setan Merah tersebut.
Baru-baru ini, Roy Keane mengunggah sebuah foto penuh teka-teki di Instagram Story miliknya. Ia menuliskan sebuah pesan tajam: “Terlalu banyak diberi perhatian membuat seekor keledai merasa dirinya adalah singa.”
Langkah ini diyakini kuat sebagai jawaban instan yang ditujukan kepada Bruno Fernandes. Pasalnya, beberapa saat sebelumnya, gelandang asal Portugal tersebut secara blak-blakan menuduh Keane telah memutarbalikkan fakta terkait pernyataannya.
Bruno Fernandes: Saya Benci Difitnah!
Saat berbicara di podcast “The Diary of a CEO”, Fernandes tanpa ragu mengungkapkan rasa kecewa dan kekesalannya kepada sang senior.
“Saya tidak masalah dengan kritik, saya selalu siap menerimanya. Namun, saya tidak bisa menerima jika orang-orang mulai berbohong,” ujar kapten Manchester United tersebut.
“Apa yang dikatakan Roy Keane adalah kebohongan besar karena saya tidak pernah berbicara seperti itu. Beruntung, semua wawancara saya terekam di kamera. Saya tidak peduli jika dia menyukai atau membenci saya sebagai pemain maupun pribadi, tapi saya benci kalau ada orang yang memutarbalikkan kata-kata saya,” tegas Fernandes.
Perseteruan ini berawal dari program “The Overlap”. Saat itu, Roy Keane mengkritik habis-habisan performa Fernandes dalam laga kontra Nottingham Forest. Keane mengklaim bahwa Fernandes sengaja mengoper bola demi mengejar rekor asis pribadi ketimbang menembak langsung ke gawang.
Ia bahkan menilai Manchester United tidak akan pernah juara jika sang kapten egois. Padahal, kenyataannya justru berbanding terbalik.
Dalam wawancara resminya dengan BBC usai laga tersebut, Fernandes sebenarnya mengkritik dirinya sendiri dengan berkata: “Ada beberapa momen hari ini di mana saya seharusnya mengoper bola, bukan malah menembak langsung.”
Bungkam Kritik Lewat Rekor Sejarah
Meski terus dihujani kritik dan terlibat drama luar lapangan, Fernandes berhasil membungkam para peragu lewat performa magisnya.
Ia resmi memecahkan rekor sejarah Liga Inggris sebagai pemain pertama yang mampu mencetak 21 asis dalam satu musim. Rekor itu tercipta setelah ia memberikan umpan matang kepada Patrick Dorgu saat Manchester United menggilas Brighton 3-0 di Stadion Amex.
Performa impresif Bruno Fernandes ini juga sukses membawa Manchester United, di bawah asuhan manajer Michael Carrick, finis di peringkat ketiga klasemen akhir dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Reaksi Bruno Fernandes usai Pecahkan Rekor Asis Sepanjang Masa Liga Inggris
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya setelah resmi melewati pencapaian legendaris Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Gelandang asal Portugal tersebut sukses menorehkan rekor baru dengan mencetak 21 asis dalam satu musim kompetisi Liga Inggris.
Pada laga pamungkas musim ini, bintang Selecao das Quinas tersebut tampil memukau dengan sumbangan satu gol dan satu asis untuk membawa Setan Merah menang telak 3-0 atas Brighton. Eksekusi sepak pojok akurat yang disundul oleh Patrick Dorgu menjadi asis ke-21 Fernandes sepanjang musim ini.
Catatan fantastis tersebut resmi melampaui rekor 20 asis yang sebelumnya dipegang bersama oleh Thierry Henry dan Kevin De Bruyne.
Sebelum laga ini, Bruno Fernandes juga telah memborong berbagai penghargaan individu bergengsi. Ia dinobatkan sebagai Premier League Player of the Season (Pemain Terbaik Liga Inggris) dan Pemain Terbaik Tahun Ini versi FWA.
Tidak hanya itu, ia juga mengukir sejarah internal dengan menyabet penghargaan Pemain Terbaik Klub (Sir Matt Busby Player of the Year) untuk kelima kalinya.
Saat dimintai keterangan mengenai rekor bersejarah yang baru saja ia ciptakan, Bruno Fernandes memberikan respons yang emosional.
“Sangat luar biasa bisa memecahkan rekor asis ini. Saya merasa sangat bahagia. Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Jujur, ini bukan sesuatu yang pernah saya impikan atau pikirkan, setidaknya sampai saya berada sangat dekat dengan angka tersebut,” ujar Fernandes.
“Hari ini, saya cukup beruntung bisa mendapatkannya. Jonny Evans bahkan lebih percaya pada skema bola mati yang kami siapkan untuk Patrick daripada saya sendiri, karena saya awalnya tidak yakin dia bisa mencetak gol lewat sundulan. Namun, hal terpenting adalah tim berhasil meraih kemenangan hari ini dan menutup musim dengan performa yang sangat kuat.”
Fernandes juga menambahkan betapa emosionalnya bisa sejajar dengan para legenda Premier League.
“Bisa bersanding dengan Thierry Henry dan De Bruyne saja sudah menjadi hal yang sangat spesial. Kita sedang membicarakan dua pemain terbesar dalam sejarah kompetisi ini. Gaya bermain saya sendiri tidak pernah berubah sejak dulu. Perbedaan terbesarnya saat ini adalah rekan-rekan setim saya berhasil mengonversinya menjadi lebih banyak gol daripada sebelum-sebelumnya.”
Performa brilian yang dilengkapi dengan rekor tiada tanding ini semakin menegaskan status Bruno Fernandes sebagai jenderal lapangan tengah sekaligus pemimpin yang tak tergantikan di Old Trafford.
Scr/Mashable















