Amazon Siapkan Investasi Rp500 Triliun Lebih untuk AI dan Cloud di Asia Tenggara

26.05.2026
Amazon Siapkan Investasi Rp500 Triliun Lebih untuk AI dan Cloud di Asia Tenggara
Amazon Siapkan Investasi Rp500 Triliun Lebih untuk AI dan Cloud di Asia Tenggara

Amazon semakin agresif memperluas investasi teknologi di Asia Tenggara. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengungkapkan rencana investasi lebih dari US$33 miliar atau setara lebih dari Rp500 triliun untuk pengembangan infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Tenggara hingga tahun 2039.

Investasi besar ini akan difokuskan ke empat negara utama, yakni Indonesia, Malaysia, Singapore, dan Thailand.

Menurut Amazon, investasi jumbo ini diperkirakan mampu mendukung lebih dari 56.300 lapangan kerja penuh waktu setiap tahun dan menyumbang lebih dari US$64 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) gabungan empat negara tersebut pada 2039.

Amazon Percepat Ekspansi AI dan Cloud di Asia Tenggara

Dalam beberapa tahun terakhir, Amazon melalui Amazon Web Services atau AWS memang terus memperluas infrastruktur cloud di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini AWS telah memiliki region cloud di Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Singapura menjadi negara pertama yang mendapatkan AWS Region sejak 2010, disusul Indonesia pada 2021, Malaysia pada 2024, dan Thailand pada 2025.

Amazon menilai kawasan ASEAN memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Bahkan ASEAN diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dengan nilai ekonomi digital mencapai US$560 miliar pada 2030.

Indonesia Jadi Salah Satu Fokus Utama Amazon

Selain membangun infrastruktur AWS, Amazon juga aktif menjalankan berbagai program pengembangan keterampilan digital dan AI di Indonesia.

Salah satunya melalui pelatihan AI generatif yang melibatkan ribuan pelajar di Jawa Barat.

Program tersebut bahkan berhasil mencatatkan rekor Guinness World Records setelah lebih dari 2.600 peserta berhasil menciptakan lebih dari 10 ribu aplikasi AI generatif dalam satu acara.

Amazon juga bekerja sama dengan PLN dalam pengembangan energi terbarukan melalui skema tarif hijau pertama di Indonesia dengan kapasitas mencapai 210 megawatt.

AI dan Cloud Jadi Tulang Punggung Transformasi Digital

Investasi besar Amazon ini menunjukkan bahwa AI dan cloud kini menjadi tulang punggung transformasi digital di berbagai sektor industri Asia Tenggara.

Berbagai perusahaan dan instansi pemerintah mulai memanfaatkan teknologi AWS untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Di Malaysia misalnya, platform gambar digital 123RF menggunakan layanan AI AWS untuk mempercepat pencarian jutaan konten visual.

Sementara di Thailand, perusahaan properti Sansiri memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan pelanggan dan memproses puluhan ribu faktur otomatis setiap bulan.

Di Singapura, GovTech Singapore juga mengembangkan platform AI generatif bernama MAESTRO untuk membantu instansi pemerintah membangun solusi AI yang lebih hemat biaya.

Amazon Fokus Bangun Talenta AI Asia Tenggara

Sejak 2017, Amazon mengklaim telah melatih lebih dari 2,7 juta orang di Asia Tenggara dalam bidang cloud computing dan AI.

Program pelatihan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri.

Amazon juga menghadirkan inisiatif “AI Ready” yang menyediakan puluhan kursus AI gratis, termasuk dalam bahasa lokal di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Amazon, pengembangan talenta digital menjadi faktor penting agar negara-negara ASEAN tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menjadi pusat inovasi AI global.

Amazon Siapkan Internet Satelit untuk Wilayah Terpencil

Selain cloud dan AI, Amazon juga mulai memperluas pengembangan konektivitas digital melalui teknologi satelit orbit rendah.

Teknologi yang disebut Amazon Leo tersebut dirancang untuk menghadirkan akses internet di wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan fiber optik konvensional.

Langkah ini dinilai penting karena masih ada lebih dari 150 juta masyarakat Asia Tenggara yang belum memiliki akses internet memadai.

Teknologi tersebut nantinya dapat mendukung layanan seperti telemedicine, pembelajaran jarak jauh, hingga transaksi digital di wilayah terpencil.

Persaingan AI di Asia Tenggara Semakin Panas

Investasi besar Amazon memperlihatkan persaingan industri AI dan cloud di Asia Tenggara kini semakin kompetitif.

Kawasan ini menjadi rebutan perusahaan teknologi global karena memiliki jumlah pengguna internet besar, pertumbuhan startup yang cepat, dan ekonomi digital yang terus berkembang.

Selain Amazon, sejumlah perusahaan teknologi global lain juga terus memperluas investasi AI dan pusat data di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang masif, Asia Tenggara diprediksi akan menjadi salah satu pusat perkembangan AI paling penting di dunia dalam dekade mendatang.

Scr/Mashable




Don't Miss