Data Layanan Cheat GTA 5 Bocor, Hampir 64 Ribu Pengguna Kena Imbas

02.06.2026
Data Layanan Cheat GTA 5 Bocor, Hampir 64 Ribu Pengguna Kena Imbas
Data Layanan Cheat GTA 5 Bocor, Hampir 64 Ribu Pengguna Kena Imbas

Dunia gaming kembali diguncang insiden keamanan siber. Kali ini, layanan cheat populer untuk Grand Theft Auto V (GTA 5) bernama Atlas Menu dilaporkan mengalami kebocoran data besar yang berdampak pada puluhan ribu penggunanya.

Menurut laporan terbaru, insiden tersebut mengakibatkan data milik hampir 64.000 pengguna terekspos. Informasi yang diduga bocor mencakup alamat email, username, alamat IP, tiket dukungan pelanggan, hingga password yang tersimpan dalam bentuk hash.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan layanan pihak ketiga, terutama yang berkaitan dengan cheat game, tidak hanya berisiko terhadap akun permainan tetapi juga dapat mengancam keamanan data pribadi pengguna.

Hampir 64.000 Akun Terdampak Kebocoran Data

Atlas Menu dikenal sebagai salah satu penyedia cheat berbayar yang cukup populer di kalangan pemain GTA 5 dan Counter-Strike 2.

Layanan ini menawarkan berbagai fitur yang memungkinkan pemain memperoleh keuntungan tertentu dalam permainan, mulai dari modifikasi fitur hingga akses terhadap berbagai kemampuan tambahan.

Dikutip dari notebookcheck (01/06/26), pada Mei 2026 lalu, sistem Atlas Menu dilaporkan berhasil ditembus oleh pihak yang tidak dikenal.

Berdasarkan data yang tercatat dalam layanan pemantauan kebocoran data Have I Been Pwned, sebanyak 63.926 pengguna terdampak oleh insiden tersebut.

Jumlah tersebut menjadikan kasus Atlas Menu sebagai salah satu kebocoran data terbesar yang pernah terjadi pada komunitas layanan cheat game dalam beberapa tahun terakhir.

Data Sensitif Pengguna Ikut Terekspos

Kebocoran yang terjadi tidak hanya melibatkan alamat email pengguna.

Laporan menyebutkan bahwa pelaku berhasil memperoleh sejumlah informasi sensitif lainnya, termasuk nama pengguna (username), alamat IP, data tiket bantuan pelanggan, serta password yang disimpan menggunakan metode hashing bcrypt.

Meski password tidak disimpan dalam bentuk teks biasa, keberadaan hash tetap berpotensi menjadi ancaman apabila dikombinasikan dengan teknik peretasan modern atau kata sandi yang lemah.

Selain itu, bocornya alamat IP dan data dukungan pelanggan juga dapat memberikan informasi tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai bentuk serangan siber lanjutan.

Pengguna Disarankan Segera Mengganti Password

Para ahli keamanan siber menyarankan pengguna Atlas Menu untuk segera mengambil langkah pencegahan.

Tindakan pertama yang paling penting adalah mengganti kata sandi pada alamat email yang digunakan saat mendaftar layanan tersebut.

Jika password yang sama digunakan pada akun lain seperti platform game, media sosial, layanan streaming, atau akun keuangan digital, maka seluruh password tersebut juga sebaiknya diganti sesegera mungkin.

Selain itu, pengguna disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun yang mendukung fitur tersebut untuk meningkatkan lapisan keamanan tambahan.

Pemantauan aktivitas login yang mencurigakan juga perlu dilakukan dalam beberapa minggu ke depan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan penyalahgunaan data.

Risiko Menggunakan Layanan Cheat Semakin Besar

Kasus Atlas Menu menunjukkan bahwa risiko penggunaan layanan cheat tidak hanya berkaitan dengan potensi pemblokiran akun oleh pengembang game.

Banyak layanan modifikasi atau cheat pihak ketiga yang beroperasi di luar pengawasan resmi dan sering kali memiliki standar keamanan yang rendah.

Dalam beberapa kasus, pengguna bahkan diminta menyerahkan informasi pribadi atau melakukan pembayaran melalui sistem yang belum tentu aman.

Akibatnya, ketika terjadi kebocoran data, pengguna berpotensi menghadapi risiko yang jauh lebih besar dibanding sekadar kehilangan akses ke akun game.

Di era ketika ancaman siber terus meningkat, keamanan akun dan data pribadi harus menjadi prioritas utama, termasuk saat bermain game.

Scr/Mashable




Don't Miss