Sensor di TRIONDA Siap Berantas Keputusan Kontroversial Wasit di Piala Dunia 2026

09.06.2026
Sensor di TRIONDA Siap Berantas Keputusan Kontroversial Wasit di Piala Dunia 2026
Sensor di TRIONDA Siap Berantas Keputusan Kontroversial Wasit di Piala Dunia 2026

Sepak bola selalu menghadirkan emosi yang luar biasa. Namun di balik gol-gol spektakuler dan aksi memukau para pemain, tak jarang pertandingan besar diwarnai kontroversi akibat keputusan wasit yang memicu perdebatan panjang.

Mulai dari offside tipis, dugaan handball, hingga gol yang sulit dipastikan sah atau tidak, semuanya kerap menjadi bahan diskusi bahkan bertahun-tahun setelah pertandingan berakhir.

Memasuki era baru sepak bola modern, FIFA bersama Adidas berupaya meminimalkan kontroversi tersebut melalui bola resmi Piala Dunia 2026 yang diberi nama TRIONDA.

Salah satu keunggulan utama TRIONDA adalah kehadiran Connected Ball Technology. Teknologi ini memungkinkan bola menjadi bagian aktif dalam sistem perwasitan modern yang terhubung langsung dengan Video Assistant Referee (VAR).

Memasuki era baru sepak bola modern, FIFA bersama Adidas berupaya meminimalkan kontroversi tersebut melalui bola resmi Piala Dunia 2026 yang diberi nama TRIONDA.

Teknologi Pintar di Dalam Bola TRIONDA

Salah satu keunggulan utama TRIONDA adalah kehadiran Connected Ball Technology. Teknologi ini memungkinkan bola menjadi bagian aktif dalam sistem perwasitan modern yang terhubung langsung dengan Video Assistant Referee (VAR).

Di bagian tengah bola tertanam sensor Inertial Measurement Unit (IMU) berfrekuensi 500Hz. Sensor berbobot sekitar 14 gram tersebut mampu merekam pergerakan bola hingga 500 kali setiap detik. Data yang dihasilkan kemudian dikirim secara real-time ke pusat pengolahan data pertandingan.

Baca juga: Deretan Teknologi yang Ada di TRIONDA, Bola Resmi Piala Dunia 2026

Kemampuan tersebut membuat sistem dapat mengetahui secara presisi kapan bola disentuh, ditendang, atau dioper oleh pemain. Bahkan, waktu kontak antara kaki pemain dan bola dapat terdeteksi hingga hitungan milidetik.

Inilah alasan mengapa TRIONDA harus diisi daya sebelum digunakan dalam pertandingan. Sensor dan sistem elektronik yang bekerja sepanjang laga membutuhkan sumber daya agar dapat beroperasi secara optimal.

Offside Jadi Lebih Cepat dan Akurat

Dengan bantuan sensor pada TRIONDA, perangkat pertandingan kini bisa mengetahui momen pasti ketika bola meninggalkan kaki pemain pengumpan.

Data tersebut kemudian dikombinasikan dengan sistem pelacakan pemain yang menggunakan kamera berkecepatan tinggi di seluruh stadion.

Hasilnya, sistem semi-automated offside dapat bekerja lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan metode sebelumnya. Penonton tidak perlu lagi menunggu terlalu lama saat VAR melakukan pemeriksaan posisi pemain.

Keputusan yang dihasilkan pun menjadi lebih objektif karena didasarkan pada data digital yang sangat presisi.

Handball dan Gol Kontroversial Bisa Dikurangi

Selain membantu menentukan offside, teknologi dalam TRIONDA juga berperan penting dalam mendeteksi insiden handball.

Dalam situasi yang rumit, terutama saat banyak pemain berkumpul di area kotak penalti, sensor pada bola dapat membantu mengidentifikasi kontak yang terjadi secara lebih detail.

Data ini menjadi informasi tambahan yang sangat berharga bagi tim VAR ketika melakukan peninjauan ulang.

Teknologi tersebut juga mendukung sistem goal-line technology. Dengan kombinasi sensor bola dan kamera stadion, perangkat pertandingan dapat memastikan apakah bola sudah sepenuhnya melewati garis gawang atau belum.

Bagi penggemar sepak bola, hal ini tentu menjadi kabar baik. Keputusan yang sebelumnya mengundang kontroversi kini memiliki dasar data yang lebih kuat.

Karena mengandalkan teknologi sensor real-time, TRIONDA dibekali baterai yang harus diisi sebelum pertandingan dimulai.

Kabar baiknya, daya tahan baterai bola ini mencapai sekitar enam jam dalam kondisi penuh. Durasi tersebut lebih dari cukup untuk mendukung pertandingan normal selama 90 menit, perpanjangan waktu, hingga adu penalti jika diperlukan.

Menariknya, seluruh komponen elektronik ditempatkan secara khusus di pusat gravitasi bola. Adidas memastikan keberadaan sensor dan baterai tidak mengubah karakter permainan, bobot, pantulan, maupun aerodinamika bola saat digunakan di lapangan.

Artinya, para pemain tetap dapat menampilkan kemampuan terbaik mereka tanpa merasakan perbedaan saat mengontrol atau menendang bola.

Scr/Mashable




Don't Miss