Raksasa Liga Inggris, Manchester City, dikabarkan baru saja melayangkan tawaran fantastis senilai £106 juta (sekitar Rp2,1 triliun) untuk memboyong gelandang andalan Nottingham Forest, Elliot Anderson. Kendati menyodorkan dana selangit, tawaran megah dari juara bertahan Premier League tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh manajemen The Tricky Trees.
Mengutip Goal, Kamis (11/6/2026), Nottingham Forest bersikeras hanya akan melepas gelandang berbakat berusia 23 tahun itu jika ada klub yang mampu memecahkan rekor transfer tertinggi dalam sejarah sepak bola Inggris. Langkah berani Forest ini seketika memanaskan bursa transfer musim panas dan menarik perhatian besar dari para pencinta bola di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan laporan eksklusif dari The Athletic, proposal yang diajukan kubu Etihad Stadium sebenarnya memiliki skema pembayaran instan yang sangat menggiurkan. Nilai £106 juta tersebut merupakan dana jaminan murni, belum termasuk klausul bonus performa yang bisa membuat total paket transfer melonjak drastis.
Namun, manajemen Forest tetap bergeming dan mengacu pada standar transfer domestik yang dipatok oleh rival mereka di kompetisi tertinggi Inggris. Saat ini, status pembelian termahal di tanah Britania masih dipegang oleh Liverpool kala menebus Alexander Isak dari Newcastle United senilai £125 juta.
Klub yang bermarkas di City Ground tersebut menuntut dana segar di atas nominal transfer Isak sebagai syarat utama sebelum mereka membuka pintu negosiasi. Mereka sadar betul bahwa aset berharganya yang baru dibeli senilai £35 juta dari Newcastle pada 2024 lalu itu kini memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
Bagi manajer Manchester City, perburuan tanda tangan Anderson merupakan proyek prioritas demi menyuntikkan energi baru sekaligus meremajakan sektor lini tengah mereka. Meroketnya performa sang pemain di bawah asuhan taktik Forest menjadi alasan utama mengapa City begitu kepincut untuk mengamankan jasanya.
Sikap keras kepala dari pihak Forest kini menempatkan jajaran manajemen Manchester City berada di persimpangan jalan yang cukup rumit. Manajemen The Citizens harus segera memutuskan apakah mereka bersedia kembali maju dengan tawaran ketiga yang nilainya melampaui angka £125 juta. Meskipun memiliki kekuatan finansial yang nyaris tanpa batas, investasi sebesar itu tentu akan menguji kalkulasi bisnis dan kebijakan transfer klub.
Di sisi lain, saga transfer ini juga membawa kabar mengejutkan dari belahan kota Manchester lainnya mengenai pergerakan sang rival sekota. Manchester United yang sebelumnya sempat dikabarkan siap membajak momentum ini, dilaporkan telah resmi mundur dari perburuan tanda tangan sang gelandang.
Sektor pemandu bakat Setan Merah di bawah kendali INEOS awalnya optimistis bisa menikung City untuk mendapatkan tanda tangan pemain internasional Inggris tersebut. Namun, lonjakan harga yang dinilai tidak masuk akal tersebut seketika mengubah arah kebijakan transfer di Old Trafford.
Klub yang kini ditangani oleh Michael Carrick itu enggan terseret dalam pusaran perang harga yang berpotensi menyentuh angka fantastis £130 juta. Manajemen Setan Merah menilai alokasi dana sebesar itu akan jauh lebih bijak jika didistribusikan untuk menambal beberapa posisi lemah lain di dalam skuad mereka.
Mundurnya United secara otomatis membuka jalan lapang bagi Manchester City untuk melenggang sendirian mendekati sang pemain pujaan. Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan manajemen City untuk menentukan seberapa besar ambisi mereka dalam mewujudkan transfer pemecah rekor ini.
Scr/Mashable















