Dua tim yang belum meraih satu poin pun di fase grup Piala Dunia 2026, Senegal dan Irak, ternyata masih memiliki peluang untuk melaju ke babak gugur. Meski sama-sama menelan dua kekalahan beruntun, nasib keduanya belum sepenuhnya berakhir berkat format baru turnamen yang diterapkan FIFA.
Pada pertandingan kedua Grup I yang berlangsung Selasa 23 Juni 2026, Senegal dan Irak kembali gagal meraih hasil positif. Kekalahan tersebut membuat kedua tim tetap terpuruk di dasar klasemen grup tanpa poin.
Irak lebih dulu mengalami kekalahan telak 1-4 dari Norwegia pada laga pembuka pada Rabu (17/06/2026). Pada pertandingan berikutnya, wakil Asia itu kembali harus mengakui keunggulan lawannya setelah takluk 0-3 dari Prancis.
Dua gol dari Kylian Mbappe serta satu gol dari Ousmane Dembele memastikan Les Bleus mengamankan kemenangan nyaman atas Irak sekaligus menjaga peluang mereka finis di posisi teratas Grup I.
Senegal juga mengalami nasib serupa. Juara Afrika itu mengawali turnamen dengan kekalahan 1-3 dari Prancis, Rabu (17/06/2026), di mana Mbappe mencetak dua gol. Pada laga kedua, Senegal kembali tumbang setelah kalah tipis 2-3 dari Norwegia.
Dalam pertandingan tersebut, penyerang andalan Norwegia, Erling Haaland, mencetak dua gol yang membuat Senegal semakin tertekan dalam perburuan tiket ke fase gugur.
Melihat dua kekalahan yang dialami kedua tim, banyak pihak menganggap peluang Senegal dan Irak untuk lolos ke babak 32 besar telah tertutup. Namun kenyataannya, situasi di Grup I berbeda dibanding sejumlah grup lainnya.
Beberapa tim seperti Haiti, Turki, Tunisia, dan Yordania sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan dalam dua laga awal. Senegal dan Irak justru masih menyimpan harapan.
Format Baru Piala Dunia Jadi Penyelamat
Peluang itu muncul karena format Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara. Dalam sistem baru tersebut, delapan tim peringkat ketiga terbaik dari 12 grup berhak melaju ke babak 32 besar.
FIFA menetapkan penentuan peringkat tim peringkat ketiga berdasarkan jumlah poin yang diperoleh selama fase grup. Jika terdapat tim dengan poin yang sama, penentuan dilakukan melalui selisih gol, kemudian jumlah gol yang dicetak.
Karena Senegal dan Irak akan saling berhadapan pada laga terakhir Grup I, salah satu dari mereka masih berpeluang mengakhiri fase grup dengan tiga poin. Kemenangan tersebut bisa menjadi modal penting untuk bersaing dalam perebutan delapan slot tim peringkat ketiga terbaik.
Dengan kata lain, pertandingan Senegal melawan Irak pada Sabtu 27 Juni 2026 mendatang berpotensi menjadi laga hidup-mati layaknya babak gugur lebih awal. Tim yang menang masih bisa berharap lolos, sementara tim yang kalah dipastikan tersingkir.
Senegal Lebih Diunggulkan
Berdasarkan performa dua pertandingan sebelumnya, Senegal dianggap lebih diunggulkan untuk mengalahkan Irak. Selain memiliki kualitas pemain yang lebih merata, mereka juga mampu memberikan perlawanan lebih ketat saat menghadapi Norwegia dibandingkan Irak.
Namun Senegal tidak hanya membutuhkan kemenangan. Mereka juga harus berusaha menang dengan margin gol yang cukup besar untuk memperbaiki selisih gol yang saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.
Apabila berhasil lolos ke babak 32 besar, Senegal kemungkinan akan menghadapi salah satu juara grup dari Grup A, B, D, G, K, atau L.
Saat ini, pemuncak sementara grup-grup tersebut adalah Meksiko di Grup A, Kanada di Grup B, Amerika Serikat di Grup D, Mesir di Grup G, serta Kolombia dan Inggris yang memimpin grup masing-masing.
Meski peluang mereka tergolong tipis, Senegal dan Irak masih memiliki kesempatan untuk memperpanjang perjalanan di Piala Dunia 2026. Laga terakhir Grup I kini menjadi penentu nasib dua tim yang sama-sama belum meraih poin, tetapi belum kehilangan harapan untuk menciptakan kejutan di panggung sepak bola terbesar dunia.
Scr/Mashable















