Unit bisnis layanan cloud global, Tencent Cloud, sukses mengawal raksasa telekomunikasi Indonesia, XLSMART, dalam menuntaskan proyek migrasi sistem skala besar ke lingkungan public cloud. Langkah transformatif ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai implementasi pertama di industri yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) terintegrasi untuk mendongkrak efisiensi migrasi.
Proyek ambisius yang berhasil dirampungkan dalam kurun waktu 4,5 bulan ini dipicu oleh strategi modernisasi digital jangka panjang pasca-konsolidasi perusahaan. Melalui kolaborasi ini, Tencent Cloud resmi mengukuhkan posisinya sebagai mitra teknologi awan paling strategis bagi operator papan atas tersebut.
Skala Migrasi Raksasa: 15 Terabyte Data Inti Berhasil Dipindahkan Aman
Dalam proyek masif ini, efisiensi kerja tim meningkat drastis berkat sokongan agen koding cerdas CodeBuddy dan agen AI workspace WorkBuddy milik Tencent Cloud. Sinergi teknologi canggih tersebut melahirkan lebih dari 20 fitur pintar atau Skills baru yang memandu seluruh proses dari tahap identifikasi hingga pengalihan sistem.
Intervensi kecerdasan buatan ini terbukti sukses memindahkan lebih dari 1.200 microservices, 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis secara mulus. Tidak hanya itu, aset data inti super penting dengan volume raksasa melebihi 15 Terabyte (TB) juga berhasil ditransfer ke lingkungan baru dengan tingkat keamanan tertinggi.
Latar Belakang XLSMART: Tantangan Kompleksitas Arsitektur Pasca-Merger
Sebagai informasi, XLSMART lahir dari aksi korporasi besar berupa merger strategis antara XL Axiata dan Smartfren yang resmi terbentuk pada April 2025. Perusahaan patungan milik Sinarmas Group dan Axiata Group ini kini menjadi tulang punggung telekomunikasi nasional yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan di berbagai segmen.
Namun, proses integrasi pasca-merger menyisakan pekerjaan rumah berupa arsitektur teknologi yang sangat terfragmentasi di berbagai platform multi-cloud. Kondisi operasional yang rumit dari 60 aplikasi inti ini akhirnya mendorong manajemen XLSMART mengalihkan strategi menuju penyatuan sistem pada Desember 2025.
Melampaui Metode Konvensional: Audit Menyeluruh Lintas Vendor
Tantangan yang dihadapi kedua tim tidaklah mudah karena mencakup restrukturisasi organisasi dan keterlibatan lebih dari 10 vendor pihak ketiga yang berbeda bahasa. Alih-alih menggunakan metode instan lift-and-shift, XLSMART memilih jalur yang lebih berani dan komprehensif dengan merancang ulang seluruh arsitektur sistem.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk memilah komponen mana saja yang perlu dipertahankan, dimodifikasi, ataupun dieliminasi demi efisiensi jangka panjang. Meskipun pendekatan ini meningkatkan tekanan di tengah tenggat waktu yang ketat, peningkatan performa operasional tetap menjadi target mati yang harus dicapai.
Otomatisasi AI Total: Memangkas Waktu Kerja dari Bulan Menjadi Hari
Kunci sukses dari proyek ini terletak pada keputusan Tencent Cloud untuk menanamkan kapabilitas AI pada setiap jengkal tahapan migrasi tanpa terkecuali. Penggunaan solusi pintar seperti TokenHub, CodeBuddy, dan WorkBuddy terbukti mampu memangkas waktu kerja manual dari hitungan bulan menjadi beberapa hari saja.
Menariknya, 20 Skills pintar yang tercipta selama proses eksekusi kini telah dilebur menjadi sebuah platform migrasi AI yang utuh dan terpadu. Inovasi mutakhir ini dipersiapkan untuk menjadi cetak biru (blueprint) yang siap digunakan kembali pada proyek-proyek transformasi cloud global di masa depan.
Solusi Otomatisasi Desain dan Penguatan Keamanan Siber tingkat Tinggi
Tencent Cloud menghadirkan dua Skills utama untuk mengatasi fase analisis arsitektur lama yang selama ini terkenal sebagai tahapan paling menyita waktu. Fitur pertama bertugas memindai lingkungan lintas akun secara otomatis, sedangkan fitur kedua mampu memproduksi dokumen Low-Level Design (LLD) serta diagram visual secara instan.
Alat bantu ini membebaskan para engineer dari beban administratif Excel konvensional sehingga mereka bisa beralih fokus pada penyempurnaan desain arsitektur. Seluruh siklus kerja kini terintegrasi dalam satu alur berbasis kecerdasan buatan berkat dukungan konversi Terraform dan pembuatan otomatis cutover playbook.
Lokalisasi Fitur dan Kehadiran Solusi Berbasis Agen Cerdas
Selama masa transisi, lebih dari 20 produk inti yang mencakup aspek database, manajemen kontainer, hingga solusi keamanan siber dikerahkan untuk mendukung XLSMART. Tencent Cloud juga melakukan lebih dari 200 adaptasi fitur kustom agar ekosistem global ini ramah terhadap kebiasaan pengguna lokal di Indonesia.
Salah satu senjata rahasia yang diluncurkan adalah Database Claw, sebuah solusi berbasis agen pintar yang dirancang khusus untuk mendongkrak efisiensi pengelolaan basis data. Melalui ketatnya prosedur pengujian dan penguatan infrastruktur (infrastructure hardening), migrasi raksasa ini sukses berjalan tanpa gangguan dan nihil waktu henti (zero downtime).
Komitmen Pemimpin Perusahaan: Menatap Masa Depan Digital Berkelanjutan
Poshu Yeung selaku Senior Vice President of Tencent Cloud International menyatakan rasa bangganya atas kesuksesan proyek yang kini menjadi tolok ukur baru di industri teknologi dunia. Beliau menegaskan bahwa platform migrasi berbasis AI ini akan terus disempurnakan untuk menyokong fase pertumbuhan XLSMART berikutnya.
Senada dengan hal itu, Yessie D. Yosetya sebagai Chief Information & Technology Officer XLSMART menegaskan bahwa proyek ini telah berhasil membangun fondasi digital yang tangguh. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi erat mampu melahirkan inovasi cepat tanpa mengorbankan keandalan layanan kepada konsumen.
Saat ini, Tencent Cloud mencatatkan pertumbuhan bisnis dua digit yang konsisten selama empat tahun berturut-turut di lebih dari 80 negara. Di kawasan Asia Tenggara, raksasa teknologi ini berkomitmen mempererat sinergi dengan mitra internasional guna menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.
Scr/Mashable




















