Nama Stephen Eustaquio mendadak menjadi perbincangan dunia setelah mencetak gol kemenangan dramatis yang membawa Kanada mengalahkan Afrika Selatan 1-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Senin (29/06/2026).
Gol yang tercipta pada menit ke-90+2 itu memastikan Kanada untuk pertama kalinya dalam sejarah lolos ke babak 16 besar Piala Dunia.
Pelatih Kanada Jesse Marsch bahkan tak ragu menyebut para pemainnya sebagai “pahlawan Kanada” setelah memastikan tiket ke fase gugur berikutnya. Dari seluruh pemain yang tampil, Eustaquio menjadi sosok yang paling bersinar berkat gol penentunya.
Kini, gelandang berusia 29 tahun tersebut bukan hanya menjadi pahlawan kemenangan, tetapi juga mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Kanada.
Pertandingan melawan Afrika Selatan berlangsung ketat hingga memasuki masa injury time. Kanada terus menekan pertahanan lawan, tetapi berbagai peluang masih mampu dipatahkan.
Pada menit ke-90+2, bola hasil sapuan bola pemain Afrika Selatan justru mengarah ke luar kotak penalti. Stephen Eustaquio bereaksi paling cepat, langsung melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan penjaga gawang.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi Kanada.
Afrika Selatan sebenarnya masih memiliki waktu beberapa menit untuk membalas. Namun pertahanan Kanada tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan kemenangan bersejarah sekaligus tiket menuju babak 16 besar.
Kanada selanjutnya akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, yakni bertemu pemenang duel antara Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar.
Siapa Stephen Eustaquio?
Stephen Antunes Eustaquio lahir di Leamington, Ontario, Kanada, pada 21 Desember 1996. Meski lahir di Kanada, ia memiliki darah Portugal dari kedua orang tuanya.
Saat berusia tujuh tahun, keluarganya pindah ke Portugal. Di negara tersebut bakat sepak bolanya berkembang melalui akademi Nazarenos, sebelum melanjutkan pembinaan di União Leiria dan Torreense.
Karier profesionalnya dimulai bersama Nazarenos sebelum bermain untuk Torreense, Leixões, Chaves, Cruz Azul di Meksiko, Paços de Ferreira, hingga akhirnya bergabung dengan raksasa Portugal, FC Porto.
Pada awal 2026, Eustaquio dipinjamkan Porto ke klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles FC (LAFC). Bersama klub Amerika Serikat tersebut, ia langsung menjadi salah satu pemain inti di lini tengah.
Sempat Membela Portugal
Perjalanan internasional Eustaquio juga cukup unik. Sebelum memperkuat Kanada di level senior, ia sempat membela tim nasional Portugal U-21.
Namun pada 2019, ia memutuskan untuk berganti kewarganegaraan olahraga dan memperkuat negara kelahirannya, Kanada.
Debut bersama tim senior Kanada berlangsung pada November 2019. Sejak saat itu, Eustaquio berkembang menjadi salah satu pemain paling penting dalam skuad nasional.
Hingga pertandingan melawan Afrika Selatan, ia telah mencatatkan 60 penampilan internasional dengan koleksi lima gol.
Karier Gemilang Bersama Porto
Nama Stephen Eustaquio mulai dikenal luas ketika memperkuat FC Porto.
Sejak bergabung secara permanen pada 2022, ia tampil dalam 95 pertandingan liga bersama Porto dengan torehan empat gol sebelum dipinjamkan ke LAFC pada 2026.
Selama membela Porto, Eustaquio ikut mengantarkan klub tersebut meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk dua gelar Liga Portugal, tiga Taça de Portugal, satu Taça da Liga, dan dua Supertaça Cândido de Oliveira.
Ia juga tampil impresif di Liga Champions Eropa dengan mencetak gol ke gawang Club Brugge dan Atlético Madrid pada musim 2022/2023.
Berkat performa konsistennya, nilai pasarnya sempat menyentuh 15 juta euro pada akhir 2023. Saat ini, berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasarnya berada di kisaran 6 juta euro.
Kehilangan Ibu dan Ayah dalam Waktu Berdekatan
Di balik kesuksesan Eustaquio, tersimpan kisah hidup yang penuh ujian.
Pada April 2023, sang ibu, Esmeralda Eustaquio, meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker otak. Saat itu, Eustaquio bahkan sedang menjalani pertandingan bersama Porto dan baru menerima kabar duka ketika turun minum.
Belum genap setahun berlalu, cobaan kembali datang. Pada April 2024, ayahnya, Armando Eustaquio, meninggal dunia akibat serangan jantung.
Kehilangan kedua orang tua dalam waktu yang relatif singkat menjadi pukulan emosional yang sangat berat. Namun Eustaquio memilih bangkit dan terus melanjutkan karier sepak bolanya.
Gol kemenangan ke gawang Afrika Selatan pun menjadi momen yang sangat emosional sekaligus penghormatan bagi kedua orang tuanya.
Di bawah asuhan Jesse Marsch, Eustaquio dipercaya sebagai wakil kapten tim nasional Kanada mendampingi Alphonso Davies.
Ketika Davies absen, ban kapten beberapa kali dipercayakan kepada Eustaquio. Perannya bukan hanya sebagai pengatur tempo permainan di lini tengah, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu menjaga mental rekan-rekannya dalam pertandingan besar.
Kemampuan membaca permainan, akurasi umpan, serta ketenangannya di bawah tekanan membuat Eustaquio menjadi salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Kanada.
Profil Singkat Stephen Eustaquio
- Nama lengkap: Stephen Antunes Eustaquio
- Tanggal lahir: 21 Desember 1996
- Usia: 29 tahun
- Tempat lahir: Leamington, Ontario, Kanada
- Tinggi badan: 1,78 meter
- Posisi: Gelandang tengah / gelandang bertahan
- Klub saat ini: Los Angeles FC (pinjaman dari FC Porto)
- Nomor punggung: 46
- Penampilan bersama Kanada: 60 pertandingan
- Gol internasional: 5 gol
- Nilai pasar: 6 juta euro
Prestasi Stephen Eustaquio
Sepanjang karier profesionalnya, Eustaquio telah mengoleksi sejumlah gelar bergengsi, antara lain:
- Juara Liga Portugal bersama FC Porto (2021/2022 dan 2025/2026)
- Juara Taça de Portugal (2021/2022, 2022/2023, 2023/2024)
- Juara Taça da Liga Portugal (2022/2023)
- Juara Supertaça Cândido de Oliveira (2022 dan 2024)
- Pemain Terbaik Kanada 2023 (Canada Soccer Player of the Year)
- Gelandang Terbaik Liga Portugal edisi September 2022
Scr/Mashable
















