Ibrahimovic Tuding Wasit dan VAR ‘Settingan’ demi Bantu Portugal dan Cristiano Ronaldo Juara Piala Dunia 2026

03.07.2026
Ibrahimovic Tuding Wasit dan VAR 'Settingan' demi Bantu Portugal dan Cristiano Ronaldo Juara Piala Dunia 2026
Ibrahimovic Tuding Wasit dan VAR 'Settingan' demi Bantu Portugal dan Cristiano Ronaldo Juara Piala Dunia 2026

Legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic, kembali memicu kontroversi panas. Sosok bertubuh jangkung ini secara blak-blakan menuduh korps baju hitam dan teknologi VAR sengaja melakukan segala cara demi memuluskan langkah Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Pernyataan pedas Ibrahimovic ini menyusul kemenangan tipis Portugal 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7) pagi WIB. Laga tersebut berakhir dramatis sekaligus menyisakan perdebatan hebat di dunia maya.

Tensi pertandingan memuncak pada masa injury time, tepatnya di menit ke-90+12. Kroasia sebenarnya berhasil menggetarkan jala gawang Portugal dan merayakan gol penyeimbang kedudukan.

Namun, kegembiraan Luka Modric dan kawan-kawan seketika sirna.

Setelah melakukan peninjauan yang cukup lama lewat Video Assistant Referee (VAR), wasit utama memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran offside terlebih dahulu.

Kritik Menohok Ibrahimovic

Berbicara sebagai analis di stasiun televisi Fox Sports usai laga, Ibrahimovic tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Mantan striker AC Milan dan Manchester United ini menilai keputusan wasit telah merampok salah satu momen terbaik di turnamen ini.

“Para wasit sekarang sedang melakukan segala cara agar Ronaldo bisa menjuarai Piala Dunia,” semprot Ibrahimovic dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.

“Padahal selama ini, orang-orang selalu menggonggong dan menuduh bahwa Lionel Messi yang menjadi anak emas FIFA,” sindir Ibra menambahkan.

VAR Dianggap Merusak Semangat Sepak Bola

Ibrahimovic mengaku telah melihat tayangan ulang dari berbagai sudut kamera. Menurut pandangannya, tidak ada bukti yang cukup kuat dan solid untuk menyatakan bahwa pemain Kroasia berada dalam posisi offside.

Bagi pria berusia 44 tahun tersebut, jika petugas VAR membutuhkan waktu bermenit-menit hanya untuk menghentikan gambar, memperbesar layar, dan menarik garis tipis, maka situasi tersebut sama sekali tidak memenuhi unsur pelanggaran yang “jelas dan nyata” (clear and obvious error).

“Jika situasinya tidak cukup jelas, maka gol tersebut harus tetap disahkan. Itulah esensi dan semangat dasar dari diciptakannya teknologi VAR,” pungkas Ibrahimovic.

Akibat hasil kontroversial ini, Kroasia harus mengepak koper lebih awal, sementara Portugal melenggang ke Babak 16 Besar menemani sejumlah tim raksasa lainnya.

Scr/Mashable





Don't Miss