Dulu Atlet Ski, Kiper Orjan Nyland Jadi Mimpi Buruk Brasil di Piala Dunia 2026

06.07.2026
Dulu Atlet Ski, Kiper Orjan Nyland Jadi Mimpi Buruk Brasil di Piala Dunia 2026
Dulu Atlet Ski, Kiper Orjan Nyland Jadi Mimpi Buruk Brasil di Piala Dunia 2026

Kemenangan bersejarah Norwegia atas Brasil dengan skor 2-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (06/07/2026), tidak hanya melambungkan nama Erling Haaland yang mencetak dua gol.

Di balik kokohnya pertahanan tim Nordik, sosok penjaga gawang Orjan Nyland mendadak jadi sorotan utama media global setelah tampil bak pahlawan di bawah mistar gawang.

Bermain di New York/New Jersey Stadium pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat, Nyland melakukan total empat penyelamatan krusial yang mementahkan dominasi lini serang Selecao. Ketangguhannya membuat barisan bintang Brasil frustrasi sepanjang laga.

Drama besar langsung tersaji pada menit ke-14 ketika Brasil dihadiahi penalti setelah Matheus Cunha dijatuhkan di kotak terlarang. Secara mengejutkan, gelandang Bruno Guimarães maju sebagai eksekutor, alih-alih sang mega bintang Vinicius Jr.

Nyland dengan jeli membaca arah bola yang mendatar ke sisi kiri gawang dan sukses menepisnya.

Kegagalan Guimarães ini menjadi catatan kelam bagi raksasa Amerika Selatan tersebut, karena menjadi penalti pertama Brasil yang meleset di ajang Piala Dunia dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Usai laga, Davide Ancelotti (asisten pelatih sekaligus putra Carlo Ancelotti) mengonfirmasi bahwa Guimarães memang sudah ditunjuk sebagai eksekutor utama di sesi latihan, meskipun Vinicius Jr memiliki rekor komparatif 13 gol dari 19 penalti di level klub.

Aksi paling heroik Nyland justru terjadi di menit ke-85 saat Norwegia unggul 1-0. Bek Kristoffer Ajer melakukan salah antisipasi yang membuat bola berbelok mati kutu ke arah gawang sendiri.

Saat posisi Nyland sudah terlanjur maju, ia melakukan gerakan akrobatik terbang ke belakang. Ujung jari tangan kirinya berhasil menyentuh bola hingga membentur tiang gawang luar dan menyelamatkan Norwegia dari gol bunuh diri traumatis.

Nyland bahkan sempat terinjak pemain Brasil di sisa laga saat menahan gempuran bertubi-tubi, namun ia menolak menyerah.

Brasil baru bisa memperkecil kedudukan lewat penalti Neymar Jr pada menit ke-97 (injury time babak kedua), tetapi gol tersebut datang terlambat untuk memicu kebangkitan.

Profil Orjan Nyland terbilang sangat unik di jagat sepak bola modern. Kiper veteran berusia 35 tahun ini merupakan mantan atlet serba bisa.

Pada usia 13 tahun, ia sempat tercatat sebagai anggota tim nasional olahraga ski menurun (downhill ski) Norwegia dan aktif bermain bola tangan (handball) tingkat senior di masa mudanya.

Orjan Nyland mengawali karier sepak bolanya bersama klub lokal Hødd sebelum bergabung dengan Molde pada 2013.

Performa apiknya membawanya berkarier di sejumlah kompetisi elite Eropa, termasuk membela Aston Villa, AFC Bournemouth, Norwich City, dan Reading di Inggris.

Setelah sempat memperkuat RB Leipzig di Bundesliga, kiper berusia 35 tahun itu hijrah ke Sevilla pada 2023 dan masih menjadi andalan klub La Liga tersebut, meski saat ini sudah berstatus pemain free agent.

Menariknya, performa apik yang ditunjukkan Nyland di Amerika Utara ini terjadi justru di saat statusnya sedang tidak memiliki klub setelah menyelesaikan kontraknya bersama klub La Liga, Sevilla.

Bersama timnas Norwegia, Nyland telah mencatatkan 75 penampilan sejak debut pada 2013, menjadikannya pemain dengan jumlah caps terbanyak ke-16 dalam sejarah negaranya.

Sepanjang babak penyisihan grup hingga babak 32 besar (termasuk kemenangan 2-1 atas Pantai Gading), ia telah mengemas total 8 penyelamatan penting di turnamen ini.

Di babak perempat final nanti, Norwegia sudah ditunggu oleh lawan tangguh antara Inggris atau Meksiko.

Scr/Mashable





Don't Miss