Nama Mostafa Ziko mencuat sebagai salah satu kejutan terbesar Timnas Mesir di Piala Dunia 2026. Pemain yang baru menembus level internasional pada usia 29 tahun itu mendadak jadi sosok penting dalam perjalanan The Pharaohs menuju babak 16 besar.
Ziko semakin mendapat sorotan setelah mencetak gol saat Mesir hampir menyingkirkan Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026. Mesir sempat unggul 2-0 sebelum sang juara bertahan membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Selepas laga, pemain Pyramids FC tersebut melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit asal Prancis François Letexier. Ia menyebut Mesir mengalami ketidakadilan.
Mostafa Ziko merupakan pemain depan yang mengandalkan kecepatan, pergerakan vertikal, dan keberanian masuk ke kotak penalti. Ia tidak hanya berdiri melebar, tetapi sering bergerak ke tengah untuk mencari ruang tembak.
Kaki kanan menjadi senjata utamanya ketika beroperasi dari sisi kiri. Pola tersebut memungkinkan Ziko memotong ke dalam, menembak, atau memberikan umpan kepada penyerang yang berada di depan gawang.
Ia juga memiliki kemampuan duel udara yang cukup baik meskipun tinggi badannya tidak mencapai 1,85 meter. Golnya ke gawang Selandia Baru memperlihatkan kecerdasan membaca arah umpan dan menentukan waktu lompatan.
Fleksibilitas posisi membuatnya berguna dalam beberapa sistem permainan. Hossam Hassan dapat menggunakannya sebagai sayap kiri, penyerang kedua, atau pemain depan dalam pola serangan balik cepat.
Karier Ziko memperlihatkan jalur yang berbeda dibandingkan pemain elite yang menembus tim nasional sejak usia muda. Ia menghabiskan sebagian besar perjalanannya di klub domestik tanpa mendapat perhatian besar dari luar Mesir.
Perkembangannya baru terlihat jelas setelah bergabung dengan ZED FC dan Pyramids. Konsistensi gol, kemampuan bermain di beberapa posisi, dan pengalaman menghadapi tekanan membuatnya matang menjelang usia 29 tahun.
Pemanggilan terlambat bukan berarti kualitasnya baru muncul secara tiba-tiba. Ziko telah membangun fondasi selama bertahun-tahun, tetapi baru mendapatkan panggung internasional ketika kesempatan dan kebutuhan tim bertemu.
Kisah tersebut membuat profil Mostafa Ziko menarik bagi pemain yang tidak berkembang melalui jalur akademi elite. Ia membuktikan karier internasional masih dapat dimulai ketika seorang pemain mendekati usia 30 tahun.
Profil Mostafa Ziko
Mostafa Ziko memiliki nama lengkap Mostafa Mohamed Zaki Abdelraouf dan lahir pada 27 April 1997. Transfermarkt mencatat tempat kelahirannya di Shebeen El Kom, sedangkan sejumlah basis data lain pernah menuliskan Alexandria sebagai kota kelahirannya.
Pemain berkewarganegaraan Mesir tersebut memiliki tinggi sekitar 1,79 hingga 1,80 meter dan mengandalkan kaki kanan. Posisi utamanya adalah sayap kiri, tetapi ia juga dapat ditempatkan sebagai penyerang tengah maupun sayap kanan.
Mostafa Ziko saat ini memperkuat Pyramids FC dengan nomor punggung 30. Ia bergabung pada 1 Agustus 2025 dan terikat kontrak bersama klub Liga Primer Mesir itu hingga 30 Juni 2029.
Nilai pasarnya tercatat mencapai 1,8 juta euro berdasarkan pembaruan Transfermarkt pada 20 Mei 2026. Angka tersebut menjadi nilai tertinggi sepanjang kariernya setelah tampil konsisten di liga domestik dan mulai mendapat tempat bersama Timnas Mesir.
Asal Julukan Ziko
Panggilan Ziko merujuk kepada legenda sepak bola Brasil, Arthur Antunes Coimbra atau Zico. Namun, julukan tersebut tidak muncul hanya karena kekaguman keluarganya kepada mantan bintang Flamengo dan Timnas Brasil.
Kakak Mostafa lebih dahulu dikenal dengan julukan Ziko ketika masih bermain sepak bola. Saat Mostafa mulai berlatih, para pelatih memanggilnya “Ziko kecil” untuk membedakannya dari sang kakak.
Julukan tersebut kemudian melekat hingga ia memasuki sepak bola profesional. Penulisannya kerap menggunakan “Ziko”, berbeda dengan nama legenda Brasil yang secara internasional lebih dikenal sebagai “Zico”.
Tradisi menggunakan nama pesepak bola terkenal cukup lazim di Mesir. Mahmoud Hassan dikenal sebagai Trezeguet, sementara Nabil Emad menggunakan panggilan Dunga yang terinspirasi dari mantan kapten Timnas Brasil.
Perjalanan hidup Mostafa Ziko jauh dari gambaran pemain yang langsung menikmati fasilitas akademi elite. Ia kehilangan ayahnya ketika berusia sekitar 14 tahun dan harus menghadapi tanggung jawab keluarga sejak masih remaja.
Ziko disebut ikut bekerja di toko pakaian milik keluarganya di Shebeen El Kom. Kakaknya, Abdelraouf, kemudian menjadi figur penting yang mendampingi Mostafa setelah kepergian sang ayah.
Kakaknya bahkan disebut mengorbankan perjalanan sepak bolanya untuk memprioritaskan pekerjaan dan keluarga. Dukungan tersebut membuat Ziko kerap menyebut Abdelraouf sebagai sosok yang telah menggantikan peran ayah dalam kehidupannya.
Setelah mencetak gol di Piala Dunia 2026, Ziko mempersembahkan keberhasilannya kepada ibu dan kakaknya. Ia mengaku berharap sang ayah masih hidup untuk menyaksikan pencapaian yang sebelumnya tidak pernah dibayangkannya.
Mengawali Karier di Gomhoriat Shebin
Profil Mostafa Ziko dimulai dari Gomhoriat Shebin, klub yang berbasis di daerah tempat ia tumbuh. Ia menjalani proses panjang di kompetisi domestik sebelum namanya mulai dikenal oleh publik sepak bola Mesir.
Ziko memperkuat Gomhoriat Shebin hingga 2019 sebelum bergabung dengan Haras El Hodoud. Bersama klub tersebut, kemampuannya sebagai pemain sayap berkembang melalui pengalaman di divisi kedua dan kompetisi tertinggi Mesir.
Ia bukan tipe pemain yang langsung menjadi bintang pada usia muda. Kariernya dibangun secara bertahap melalui menit bermain, kerja fisik, dan kemampuan beradaptasi di beberapa posisi lini depan.
Perjalanan panjang itu menjadi alasan kemunculannya bersama Timnas Mesir terasa berbeda. Ziko mencapai level internasional ketika banyak pemain lain seusianya telah lebih dahulu memiliki puluhan penampilan bersama negara mereka.
Titik penting dalam karier klub Ziko terjadi ketika ia bergabung dengan ZED FC pada Agustus 2023. Di klub tersebut, ia berkembang menjadi salah satu pemain sayap paling efektif di Liga Primer Mesir.
Ziko mencatatkan 18 gol dalam 56 penampilan liga selama dua musim bersama ZED. Pada musim 2024-2025, ia menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan torehan enam gol dan tiga assist dari 23 pertandingan.
Performa tersebut menarik perhatian beberapa klub besar, termasuk Zamalek dan tim dari kawasan Teluk. Namun, Ziko akhirnya memilih melanjutkan kariernya bersama Pyramids FC pada bursa transfer musim panas 2025.
Kepindahan itu membawanya ke klub yang memiliki ambisi besar di Mesir dan Afrika. Pyramids baru saja membangun reputasi sebagai kekuatan baru setelah bersaing dengan dominasi tradisional Al Ahly dan Zamalek.
Performanya melejit bersama Pyramids FC pada musim 2025-2026, Ziko mencatat enam gol dan dua assist di Liga Primer Mesir. Ia membukukan 1.218 menit bermain dengan rata-rata penilaian FotMob sekitar 6,97.
Catatan tersebut memperlihatkan kontribusinya tidak hanya berasal dari gol. Ziko juga mampu membuka ruang, membantu transisi serangan, dan bergerak dari sisi kiri menuju area tengah untuk menciptakan peluang.
Kemampuan bermain di beberapa posisi menjadi nilai tambah bagi Pyramids. Ia dapat dimainkan sebagai sayap konvensional, penyerang pendamping, atau pemain depan yang bergerak di belakang penyerang utama.
Ziko juga menjadi bagian dari skuad Pyramids yang meraih sejumlah gelar. Data yang dihimpun dalam dokumen profil mencatat pencapaian Egypt Cup 2025-2026, CAF Super Cup 2025, dan FIFA African-Asian-Pacific Cup 2025.
Penantian Panjang Menembus Timnas Mesir
Mostafa Ziko pernah mendapat panggilan awal Timnas Mesir sebelum 2026, tetapi tidak memperoleh kesempatan bermain. Peluang sebenarnya baru datang ketika Hossam Hassan memanggilnya menjelang Piala Dunia 2026.
Pemanggilan tersebut berlangsung secara tidak terduga karena Ziko sedang bersiap menjalani liburan musim panas di pantai utara Mesir. Telepon dari Hossam Hassan membuat rencananya berubah total dan membawanya masuk skuad nasional.
“Saya sudah bersiap pergi berlibur, lalu tiba-tiba mendapati diri saya berada di Piala Dunia,” ujar Ziko setelah tampil melawan Selandia Baru. Kisah tersebut dilaporkan Reuters pada 22 Juni 2026.
Situasi itu menjadi salah satu cerita paling menarik dalam perjalanan Mesir. Pemain yang sebelumnya merasa jauh dari tim nasional justru berubah menjadi sosok penting hanya dalam hitungan pekan.
Ziko menjalani debut senior bersama Timnas Mesir saat menghadapi Rusia di Stadion Internasional Kairo pada 28 Mei 2026. Ia langsung mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 The Pharaohs.
Kesempatan berikutnya datang dalam pertandingan persahabatan melawan Brasil pada 6 Juni 2026. Ziko kembali mencetak gol, meskipun Mesir akhirnya menelan kekalahan dengan skor 1-2.
Dua gol dalam dua pertandingan awal membuat Hossam Hassan semakin yakin membawanya ke Piala Dunia. Ziko kemudian masuk daftar 26 pemain Mesir untuk turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Hingga pertandingan melawan Argentina, catatannya mencapai tujuh penampilan dan empat gol bersama Mesir. Angka tersebut menunjukkan dampak cepat seorang pemain yang baru melakukan debut internasional pada usia 29 tahun.
Membuat Rekor Saat Melawan Selandia Baru
Ziko mencuri perhatian dunia ketika Mesir mengalahkan Selandia Baru 3-1 pada fase grup Piala Dunia 2026. Ia mencetak satu gol sekaligus memberikan satu assist dalam pertandingan tersebut.
Penampilan itu menjadikannya pemain Mesir pertama yang mampu mencetak gol dan memberikan assist dalam satu pertandingan Piala Dunia. Rekor tersebut semakin istimewa karena dicapai pada turnamen internasional pertamanya. Gol dan assist itu membantu Mesir menjaga peluang lolos dari Grup G.
Ia menyelesaikan turnamen dengan lima penampilan, dua gol, dan satu assist berdasarkan data yang dihimpun dalam dokumen sumber. Seluruh penampilannya juga menunjukkan bahwa ia telah berubah dari pemain cadangan menjadi pilihan utama.
Ziko tampil dalam seluruh pertandingan Mesir sejak fase grup hingga babak 16 besar. The Pharaohs mengawali turnamen dengan menahan Belgia 1-1 sebelum mengalahkan Selandia Baru 3-1.
Mesir kemudian bermain imbang 1-1 melawan Iran dan mengamankan tiket menuju fase gugur. Pada babak 32 besar, mereka menyingkirkan Australia melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 1-1.
Perjalanan tersebut membawa Mesir menghadapi Argentina di babak 16 besar. Laga itu menjadi ujian terbesar karena Argentina datang sebagai juara bertahan dan memiliki Lionel Messi sebagai pusat permainan.
Mesir justru mampu tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka menekan Argentina, menciptakan peluang, dan membuat sang juara dunia kesulitan mengendalikan tempo selama sebagian besar laga.
Gol Mostafa Ziko yang Dianulir VAR
Yasser Ibrahim membawa Mesir unggul melalui sundulan pada menit ke-15. Keunggulan itu dipertahankan oleh kiper Mostafa Shobeir yang menggagalkan penalti Lionel Messi dan melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Pada awal babak kedua, Ziko mencetak gol yang sempat membuat Mesir unggul 2-0. Namun, VAR meminta wasit meninjau pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez dalam proses serangan sebelumnya.
Wasit kemudian menganulir gol tersebut setelah menilai Attia menginjak kaki Martínez. Keputusan itu memicu perdebatan karena pelanggaran terjadi beberapa detik sebelum bola masuk dan cukup jauh dari penyelesaian akhir.
Meski kecewa, Ziko tetap mencetak gol sah pada menit ke-67 setelah menerima bola dari rangkaian serangan Mohamed Salah dan Haissem Hassan. Gol tersebut membawa Mesir benar-benar unggul 2-0.
Keunggulan Mesir bertahan hingga menit ke-78 sebelum Argentina memulai kebangkitan. Cristian Romero memperkecil kedudukan melalui sundulan dari situasi bola mati pada menit ke-79.
Lionel Messi kemudian menyamakan skor empat menit berselang lewat tembakan keras yang mengenai bagian bawah mistar. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan dan membuat tekanan terhadap pertahanan Mesir semakin besar.
Ketika pertandingan terlihat akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Enzo Fernández mencetak gol kemenangan pada masa tambahan. Argentina akhirnya menang 3-2 setelah mencetak tiga gol dalam rentang sekitar 13 menit.
Kekalahan itu mengakhiri perjalanan bersejarah Mesir. Namun, penampilan The Pharaohs mendapat apresiasi karena mampu membuat juara bertahan berada di ambang tersingkir.
Kritik Keras Mostafa Ziko terhadap Wasit
Setelah pertandingan, Ziko memberikan wawancara emosional dan menuding wasit telah merugikan perjuangan Mesir. Ia menilai keputusan sepanjang pertandingan tidak adil dan membuang kerja keras seluruh negara.
“Ini benar-benar tidak adil. Tidak ada lagi yang perlu ditambahkan, karena keputusan wasit telah merampas hasil kerja keras seluruh bangsa sejak awal pertandingan,” ujar Mostafa Ziko.
“Piala Dunia ini seolah sudah diatur untuk Argentina. Selamat kepada mereka yang akhirnya melaju, karena menurut saya semuanya telah direncanakan,” lanjutnya melansir dari GOAL, Rabu (08/07/2028).
“We were wronged by the referee today, everyone saw that.”
“After 2-0, everything went and worked against us.”
Egypt’s Mostafa Ziko and Mohamed Alaa after defeat to Argentina at the World Cup 😮💨 pic.twitter.com/3YrgsQYvPn
— ESPN Africa (@ESPNAfrica) July 7, 2026
Ziko kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Mesir. Ia menegaskan para pemain telah berusaha maksimal untuk memberikan kebahagiaan, tetapi hasil pertandingan dinilainya sangat dipengaruhi keputusan wasit.
“Saya meminta maaf kepada para pendukung kami. Kami ingin membuat mereka bahagia, tetapi tidak berhasil, dan menurut saya itu bukan karena kesalahan para pemain, melainkan keputusan wasit,” katanya.
“Terima kasih kepada seluruh rakyat Mesir atas dukungannya. Selamat kepada Argentina atas kemenangan mereka,” tegas Ziko.
Namun demikian tentunya pernyataan itu harus ditempatkan sebagai reaksi pemain yang sedang kecewa, bukan kesimpulan faktual mengenai integritas turnamen. Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi yang menyatakan pertandingan tersebut dimanipulasi.
Biodata Singkat Mostafa Ziko
- Nama lengkap: Mostafa Mohamed Zaki Abdelraouf
- Nama populer: Mostafa Ziko
- Tanggal lahir: 27 April 1997
- Usia: 29 tahun
- Kewarganegaraan: Mesir
- Tinggi badan: sekitar 1,79 meter
- Kaki dominan: kanan
- Posisi utama: sayap kiri
- Posisi lain: penyerang tengah dan sayap kanan
- Klub: Pyramids FC
- Nomor punggung: 30
- Kontrak: hingga 30 Juni 2029
- Nilai pasar: 1,8 juta euro (Rp37 miliar) data Transfermarkt
- Akun Instagram: @mostafa_zico_10
Scr/Mashable















