Profil Lengkap Mario Gila, Bek Tengah Modern yang Membuat AC Milan Tergila-gila

08.07.2026
Profil Lengkap Mario Gila, Bek Tengah Modern yang Membuat AC Milan Tergila-gila
Profil Lengkap Mario Gila, Bek Tengah Modern yang Membuat AC Milan Tergila-gila

Sosok Mario Gila menjadi sorotan setelah AC Milan dilaporkan mencapai kesepakatan untuk merekrutnya dari Lazio. Bek asal Spanyol itu menarik perhatian Rossoneri berkat kecepatan, kemampuan membaca permainan, dan ketenangannya membangun serangan dari belakang.

Dilansir dari Sempre Milan (7/72026), Milan dan Lazio disebut menyepakati paket transfer sekitar 30 juta euro. Kesepakatan tersebut tercapai setelah proposal awal Rossoneri belum memenuhi permintaan Presiden Lazio, Claudio Lotito.

Meski dikabarkan telah ada kesepakatan antarklub, transfer tersebut masih menunggu pemeriksaan medis, penandatanganan kontrak, dan pengumuman resmi. Sampai proses itu selesai, Gila masih tercatat sebagai pemain Lazio dengan kontrak hingga 30 Juni 2027.

Mario Gila memiliki nama lengkap Mario Gila Fuentes dan lahir di Barcelona pada 29 Agustus 2000. Ia berposisi sebagai bek tengah, memiliki tinggi 1,85 meter, dominan menggunakan kaki kanan, dan mengenakan nomor punggung 34 bersama Lazio.

Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut dikenal sebagai bek tengah modern yang nyaman menguasai bola. Selain menjaga pertahanan, Gila mampu membawa bola ke depan serta mengirim umpan progresif menuju lini tengah.

Dilansir dari Transfermarkt, Gila bergabung dengan Lazio pada 12 Juli 2022 dan memiliki nilai pasar sekitar 30 juta euro. Kontraknya yang tersisa satu tahun membuat bursa transfer musim panas 2026 menjadi momen penting bagi Lazio.

Gila mengawali pembinaan sepak bolanya di sejumlah akademi Catalunya, termasuk Santa Perpètua, Sabadell, Mollet, Damm, dan Espanyol. Perjalanannya menuju level elite dimulai ketika Real Madrid merekrutnya ke akademi La Fábrica pada 2018.

Setahun kemudian, ia dipromosikan ke Real Madrid Castilla dan berkembang menjadi pemain utama di bawah arahan Raúl González. Gila bahkan dipercaya menjadi wakil kapten berkat konsistensi, kedisiplinan, dan kepemimpinannya di lini belakang.

Bersama Castilla, Gila mencatatkan 73 penampilan liga serta menghasilkan lima gol sepanjang periode 2019 hingga 2022. Performa tersebut kemudian membuka jalan baginya untuk mendapatkan kesempatan bermain bersama tim utama Real Madrid.

Gila menjalani debut La Liga ketika Real Madrid mengalahkan Espanyol 4-0 pada musim 2021/2022. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 dalam pertandingan yang memastikan gelar liga bagi Los Blancos.

Bek kelahiran Barcelona tersebut mengakhiri musim dengan dua penampilan bersama tim utama. Walaupun menit bermainnya terbatas, Gila tercatat sebagai bagian dari skuad Real Madrid yang menjuarai La Liga 2021/2022.

Gila meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan Lazio pada Juli 2022 demi mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Klub Italia tersebut dilaporkan mengeluarkan biaya sekitar enam juta euro untuk merekrutnya secara permanen.

Musim pertamanya berjalan sebagai periode adaptasi karena Gila hanya mencatatkan empat penampilan di Serie A. Kesempatan bermainnya kemudian meningkat seiring perkembangan pemahaman taktik dan kemampuannya beradaptasi dengan sepak bola Italia.

Pada musim 2023/2024, Gila tampil dalam 21 pertandingan Serie A. Ia juga menjalani debut Liga Champions pada 28 November 2023 ketika Lazio mengalahkan Celtic 2-0 di Stadion Olimpico.

Gila semakin berkembang pada musim 2024/2025 dengan mencatatkan 32 penampilan liga dan satu gol. Dari seluruh kompetisi, ia mengoleksi 43 penampilan serta menyumbangkan dua gol untuk Lazio.

Penampilan konsisten tersebut membuat Gila masuk dalam tim terbaik Serie A musim 2024/2025 versi The Athletic. Pengakuan itu memperkuat statusnya sebagai salah satu bek tengah muda paling berkembang di Italia.

Dilansir dari Opta Analyst, Gila tampil dalam 31 pertandingan Serie A pada musim 2025/2026 dan selalu menjadi starter. Ia mencatatkan 2.483 menit bermain, menerima empat kartu kuning, serta satu kartu merah.

Gila memang tidak mencetak gol maupun assist, tetapi kontribusinya terlihat dari perannya dalam mengatur pertahanan Lazio. Konsistensinya sebagai starter menunjukkan tingginya kepercayaan tim pelatih terhadap kemampuan dan kondisi fisiknya.

Data yang dihimpun menunjukkan Gila berada pada persentil ke-92 untuk jumlah operan dibandingkan bek Serie A. Ia juga menempati persentil ke-93 dalam kategori bola panjang dengan akurasi umpan sekitar 90,7 persen.

Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Gila bukan hanya seorang pemain bertahan. Ia juga berfungsi sebagai titik awal serangan melalui umpan pendek, distribusi panjang, dan keberaniannya membawa bola melewati tekanan lawan.

Gaya Bermain Mario Gila

Mario Gila dikenal sebagai ball-playing centre-back yang nyaman menerima bola di bawah tekanan. Ia tidak mudah membuang bola dan lebih memilih mencari rekan melalui umpan vertikal atau perpindahan permainan ke sisi lain.

Kemampuan membawa bola menjadi salah satu kekuatan utama Gila. Ia berani bergerak meninggalkan garis pertahanan untuk melewati tekanan pertama dan menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tengah.

Kecepatan juga membuatnya cocok bermain dalam sistem pertahanan dengan garis tinggi. Gila mampu mengejar penyerang, menjaga ruang di belakang pertahanan, serta memulihkan posisi ketika tim kehilangan penguasaan bola.

Dilansir dari AS dalam laporan pada Juni 2025, Gila dinilai sebagai bek yang sangat cepat dan oportunistis. Perkembangannya di Lazio membuat ia sempat menarik perhatian Paris Saint-Germain serta sejumlah klub Premier League.

Gila juga memiliki kemampuan membaca permainan dan berani keluar dari posisinya untuk memotong operan lawan. Tindakan tersebut membantu tim menghentikan serangan sebelum bola mencapai kotak penalti.

Namun, agresivitasnya dapat menjadi kelemahan apabila ia terlalu cepat meninggalkan garis pertahanan. Ruang di belakangnya bisa terbuka sehingga Gila membutuhkan komunikasi baik dengan pasangan bek tengah dan gelandang bertahan.

Dalam duel udara, tinggi 1,85 meter membuat Gila cukup kompetitif meskipun tidak terlalu mengandalkan kekuatan fisik. Keunggulannya lebih terletak pada antisipasi, ketepatan waktu, kecepatan bereaksi, dan pemilihan posisi.

Bersama Timnas Spanyol Gila mencatatkan sembilan penampilan bersama tim nasional Spanyol U-21 pada periode 2022 hingga 2023. Ia ikut membawa Spanyol mencapai final Kejuaraan Eropa U-21 2023 sebelum kalah 0-1 dari Inggris.

Perkembangannya di Lazio kemudian membawanya menuju tim nasional senior. Dilansir dari Federasi Sepak Bola Spanyol, Gila dipanggil pada 20 Maret 2025 untuk pertandingan UEFA Nations League melawan Belanda.

Pemanggilan tersebut dilakukan setelah Pau Cubarsí mengalami cedera pergelangan kaki. Reuters melaporkan bahwa Gila kemudian bergabung dengan pemusatan latihan tim nasional Spanyol di Valencia.

Meski akhirnya tidak masuk daftar pertandingan kedua melawan Belanda, pemanggilan itu tetap menjadi pengakuan penting. Gila mulai masuk dalam radar Luis de la Fuente berkat penampilannya yang konsisten di Serie A.

Perkembangan Transfer Mario Gila ke AC Milan

AC Milan dilaporkan mengungguli Napoli dan Atalanta dalam pendekatan kepada Gila. Rossoneri disebut menawarkan kontrak lima tahun dengan gaji mendekati lima juta euro bersih per musim.

Dilansir dari AS pada 7 Juli 2026, Milan awalnya menawarkan sekitar 22 juta euro ditambah bonus hingga total 30 juta euro. Lazio menolak struktur tersebut karena menginginkan porsi pembayaran tetap yang lebih besar.

Negosiasi menjadi rumit karena Lazio harus membagikan sebagian hasil penjualan kepada Real Madrid. Klub Spanyol itu mempertahankan hak ekonomi ketika menjual Gila ke Lazio pada 2022.

Laporan terbaru menyebut Milan kemudian meningkatkan penawaran dan mencapai kesepakatan sekitar 30 juta euro. Real Madrid diperkirakan memperoleh sekitar 15 juta euro apabila klausul 50 persen dalam transaksi tersebut benar-benar berlaku.

Agen Gila, Alejandro Camaño, ikut terlibat aktif dalam proses negosiasi. Setelah bertemu manajemen Milan, ia mengatakan terdapat sejumlah nama dan pembicaraan transfer yang sedang dikerjakan pihaknya.

Detail pembagian dana antara Lazio dan Real Madrid belum diumumkan secara resmi. Oleh karena itu, angka tersebut tetap perlu ditulis sebagai laporan media sampai dokumen transfer atau keterangan klub tersedia.

Milan membutuhkan bek yang cepat, disiplin, dan mampu membangun serangan dari belakang. Sosok Mario Gila sesuai dengan kebutuhan tersebut karena ia telah memahami tuntutan Serie A dan memiliki dasar teknik dari akademi Real Madrid.

Kemampuan distribusinya dapat membantu Milan mengalirkan bola secara lebih terstruktur. Gila mampu menghubungkan penjaga gawang, lini belakang, dan lini tengah tanpa terlalu sering mengirim umpan panjang yang tidak terarah.

Kecepatannya juga penting ketika Milan memainkan garis pertahanan tinggi. Gila dapat menjaga ruang luas, menghadapi serangan balik, dan mengejar penyerang yang berhasil melewati tekanan pertama.

Pada usia 25 tahun, Gila sudah memiliki pengalaman di La Liga, Serie A, Liga Champions, dan Liga Europa. Ia masih memiliki ruang untuk berkembang sekaligus cukup matang untuk langsung bersaing sebagai pemain utama.

Biodata Singkat Mario Gila

  • Nama lengkap: Mario Gila Fuentes
  • Tempat lahir: Barcelona, Spanyol
  • Tanggal lahir: 29 Agustus 2000
  • Usia: 25 tahun
  • Kewarganegaraan: Spanyol
  • Tinggi badan: 1,85 meter
  • Posisi: Bek tengah
  • Kaki dominan: Kanan
  • Klub: Lazio
  • Nomor punggung: 34
  • Mantan klub: Real Madrid Castilla, Real Madrid
  • Tim nasional: Spanyol U-21 dan pernah dipanggil ke skuad senior Spanyol
  • Instagram: mario_gila4

Scr/Mashable





Don't Miss