Dusan Vlahovic Minta Kembali ke Juventus, Rela Dipotong Gaji

08.07.2026
Dusan Vlahovic Minta Kembali ke Juventus, Rela Dipotong Gaji
Dusan Vlahovic Minta Kembali ke Juventus, Rela Dipotong Gaji

Masa depan Dusan Vlahovic nampaknya masih galau kemana harus berlabuh musim depan hanya beberapa hari setelah kontraknya bersama Juventus berakhir pada 30 Juni 2026. Penyerang Serbia tersebut dikabarkan menghubungi manajemen Bianconeri untuk membuka kemungkinan kembali ke Turin dengan kesepakatan baru.

Langkah Vlahovic terasa menarik karena perundingan perpanjangan kontraknya sebelumnya berlangsung lebih dari satu tahun tanpa menghasilkan kesepakatan. Masalah besaran gaji disebut menjadi penghalang utama sebelum kedua pihak akhirnya berpisah ketika kontrak sang penyerang berakhir.

Namun, minimnya tawaran konkret membuat situasi Vlahovic berubah dengan cepat pada bursa transfer musim panas. Selain pendekatan dari Besiktas, penyerang berusia 26 tahun tersebut belum mendapatkan proposal yang benar-benar sesuai dengan ambisi kariernya.

Di tengah situasi tersebut, Chelsea kabarnya mulai melihat Vlahovic sebagai salah satu pilihan serius untuk memperkuat lini depan. Status bebas transfer membuat mantan pemain Fiorentina itu menjadi alternatif lebih ekonomis dibandingkan sejumlah penyerang lain yang memiliki harga tinggi.

Menurut laporan Tuttosport yang dikutip Football Italia, Rabu (08/07/2026), Vlahovic secara pribadi telah menghubungi jajaran manajemen Juventus. Ia disebut meminta pertemuan untuk membicarakan kemungkinan kembali memperkuat klub yang dibelanya sejak Januari 2022.

Vlahovic kini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun setelah masa kerjanya bersama Juventus berakhir pada 30 Juni 2026. Negosiasi sebelumnya tetap menemui jalan buntu meskipun pembicaraan berlangsung hingga mendekati hari terakhir kontraknya.

Situasi tersebut membuat Juventus sempat bersiap melanjutkan proyek tanpa penyerang internasional Serbia tersebut. Akan tetapi, pendekatan terbaru dari Vlahovic diyakini dapat membuka kembali jalur negosiasi apabila kedua pihak bersedia melakukan kompromi.

Laporan itu menyebut Vlahovic kini bersedia membicarakan kontrak berdasarkan struktur finansial yang ditawarkan Juventus. Perubahan sikap tersebut menjadi bagian terpenting karena tuntutan gaji sebelumnya dianggap terlalu berat bagi kebijakan penghematan klub.

Menerima Pemotongan Gaji

Pada musim terakhir kontraknya, Vlahovic dilaporkan menerima gaji bersih sekitar 12 juta euro per tahun. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain dengan bayaran terbesar di Serie A sekaligus membebani struktur pengeluaran Juventus.

Juventus disebut hanya bersedia menawarkan gaji sekitar enam juta euro per musim apabila mereka kembali membuka negosiasi. Nilainya hampir separuh dari pendapatan terakhir Vlahovic, tetapi dapat dilengkapi bonus berdasarkan penampilan, gol, dan pencapaian tim.

Kesediaan sang striker menerima struktur gaji baru akan menjadi faktor penting dalam menentukan kelanjutan pembicaraan. Juventus selama beberapa musim terakhir memang berupaya menurunkan beban pengeluaran dan menghindari kontrak besar yang sulit dipertahankan.

Masalah gaji Vlahovic sebenarnya sudah menjadi pusat perdebatan sejak kontraknya memasuki tahun terakhir. Laporan pada 2025 juga menyebut Juventus menginginkan perpanjangan dengan bayaran lebih rendah, sedangkan sang pemain ketika itu belum menerima proposal tersebut.

Penunjukan Ricky Massara sebagai Chief Football Officer Juventus disebut dapat memberikan pendekatan baru dalam menangani situasi Vlahovic. Manajemen terbaru diharapkan lebih terbuka membicarakan solusi yang sebelumnya gagal ditemukan oleh kedua pihak.

Massara dikenal memiliki pengalaman luas dalam menangani transfer dan pembangunan skuad selama bekerja di sejumlah klub Italia. Kehadirannya dapat menjembatani kepentingan Juventus yang ingin menjaga pengeluaran dengan keinginan Vlahovic tetap bermain pada level tertinggi.

Meski demikian, kepulangan Vlahovic belum dapat dianggap sebagai keputusan final karena belum ada konfirmasi resmi dari Juventus. Pembicaraan awal juga belum menjamin tercapainya kesepakatan mengenai durasi kontrak, gaji, bonus, serta peran sang pemain.

Juventus perlu mempertimbangkan komposisi lini serang dan rencana pelatih sebelum memberikan kontrak baru. Mereka juga harus memastikan bahwa kembalinya Vlahovic tidak menghambat perekrutan pemain lain yang telah masuk dalam agenda bursa transfer.

Vlahovic Tetap Berlatih secara Mandiri

Di tengah ketidakpastian masa depannya, Vlahovic tetap menjalani latihan pribadi di bawah pengawasan pelatih kebugaran. Program tersebut dilakukan agar kondisi fisiknya tetap terjaga menjelang dimulainya persiapan musim kompetisi 2026–2027.

Ia berharap dapat bergabung dengan sebuah klub sebelum rangkaian latihan pramusim berlangsung secara penuh. Tuttosport bahkan menyebut Vlahovic ingin kembali berada bersama Juventus ketika agenda pramusim mereka dimulai pada pekan berikutnya.

Salah satu detail menarik adalah Vlahovic kabarnya belum kembali ke pusat latihan Juventus untuk mengosongkan lokernya. Keadaan tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa hubungan antara kedua pihak belum sepenuhnya berakhir secara emosional maupun profesional.

Walaupun demikian, keberadaan barang pribadi di pusat latihan tentu tidak dapat dijadikan bukti terjadinya kesepakatan. Kepastian hanya akan muncul apabila Juventus dan perwakilan pemain menyelesaikan negosiasi serta mengumumkan kontrak baru secara resmi.

Besiktas disebut sebagai klub yang telah menunjukkan minat paling nyata terhadap Vlahovic setelah kontraknya berakhir. Klub asal Turki tersebut menawarkan kesempatan bermain reguler sekaligus paket finansial yang cukup besar bagi penyerang Serbia itu.

Namun, Vlahovic dilaporkan belum terlalu tertarik melanjutkan kariernya di Liga Turki pada tahap sekarang. Ia diyakini masih memprioritaskan kesempatan bermain di Serie A, Liga Inggris, atau kompetisi elite Eropa lainnya.

Laporan lain menyebut Besiktas telah menawarkan kontrak tiga tahun dengan nilai sekitar 7,7 juta pound sterling per musim. Akan tetapi, sang pemain menunda keputusan sembari menunggu kemungkinan munculnya tawaran dari Barcelona atau klub Liga Inggris.

Sikap tersebut berisiko membuat Vlahovic kehilangan salah satu pilihan paling konkret apabila Besiktas beralih kepada target lainnya. Pada saat bersamaan, status bebas transfer tetap membuatnya memiliki daya tarik karena klub peminat tidak perlu membayar biaya transfer.

Chelsea Mempertimbangkan Dusan Vlahovic

Chelsea kemudian muncul sebagai salah satu klub yang dikaitkan dengan masa depan Vlahovic. Tim London tersebut dilaporkan mengevaluasi sejumlah penyerang setelah kontribusi gol dari posisi nomor sembilan dianggap belum memuaskan.

Vlahovic menjadi opsi menarik karena memiliki pengalaman panjang di Serie A dan masih berusia 26 tahun. Ia juga tidak membutuhkan biaya transfer, meskipun Chelsea tetap harus menyediakan gaji besar, bonus penandatanganan, dan komisi untuk perwakilannya.

Ketertarikan Chelsea kepada Vlahovic bukan sepenuhnya kabar baru karena namanya sudah beberapa kali dikaitkan dengan Stamford Bridge. Sebuah laporan pada Februari 2026 juga menyebut Chelsea termasuk klub yang memantau situasi kontraknya bersama Juventus.

Namun, informasi mengenai sikap Chelsea masih beragam karena laporan lain pada Juni menyatakan klub tersebut tidak sedang mengejar Vlahovic. Perbedaan informasi memperlihatkan bahwa pembahasan transfernya masih bergerak dan belum menghasilkan penawaran resmi.

Chelsea disebut mempertimbangkan perubahan di lini depan setelah Liam Delap kesulitan memberikan kontribusi gol secara konsisten. Vlahovic dipandang memiliki pengalaman, kekuatan fisik, dan penyelesaian akhir yang lebih matang untuk memimpin serangan.

Berdasarkan data yang dicantumkan dalam laporan tersebut, Vlahovic telah mencetak 117 gol dari 276 pertandingan bersama Fiorentina dan Juventus. Catatan itu menunjukkan produktivitas yang lebih teruji dibandingkan penyerang muda yang masih membutuhkan proses adaptasi.

Meski demikian, performa Vlahovic tidak dapat dibandingkan hanya melalui jumlah gol karena ia bermain dalam lingkungan dan kompetisi berbeda. Chelsea tetap perlu menilai kemampuan pressing, mobilitas, riwayat cedera, serta kecocokannya dengan skema permainan Xabi Alonso.

Risiko finansial juga tetap ada karena pemain bebas transfer berstatus bintang biasanya meminta bonus penandatanganan besar. Chelsea harus memastikan total biaya kontraknya tidak justru mendekati harga pembelian penyerang lain dengan struktur gaji lebih rendah.

Selain Vlahovic, Chelsea dilaporkan turut mempertimbangkan Ollie Watkins, Igor Thiago, dan Francesco Pio Esposito. Victor Osimhen juga disebut sebagai pilihan berkelas, tetapi biaya perekrutan dan gajinya berpotensi jauh lebih rumit.

Watkins kabarnya dapat dihargai sekitar 60 juta pound sterling oleh Aston Villa sehingga membutuhkan investasi besar. Situasi tersebut membuat Vlahovic terlihat lebih menarik karena Chelsea bisa mengalokasikan dana transfer untuk memperkuat posisi lain.

Namun, ketiadaan biaya transfer bukan berarti Chelsea dapat merekrutnya dengan murah. Klub peminat kemungkinan harus bersaing melalui besaran gaji, bonus, durasi kontrak, jaminan menit bermain, dan kualitas proyek olahraga yang ditawarkan.

Ketertarikan dari Liga Inggris dapat menjadi ancaman terbesar bagi Juventus apabila mereka benar-benar ingin membawa Vlahovic kembali. Chelsea mempunyai kemampuan finansial lebih kuat dan dapat menawarkan tantangan baru setelah empat setengah musimnya bermain di Turin.

Vlahovic tetap mempunyai karakteristik yang tidak mudah ditemukan di dalam skuad Juventus. Ia memiliki kekuatan duel, kemampuan melindungi bola, ancaman melalui kaki kiri, serta keberanian menyerang ruang di belakang pertahanan.

Penyerang kelahiran Belgrade tersebut juga telah memahami tuntutan Serie A dan tekanan bermain untuk Juventus. Faktor adaptasi itu dapat membuat kepulangannya lebih aman dibandingkan mendatangkan penyerang baru yang belum mengenal lingkungan sepak bola Italia.

Vlahovic bergabung dari Fiorentina pada Januari 2022 melalui transfer yang dilaporkan bernilai sekitar 70 juta euro. Ia kemudian membantu Juventus menjuarai Coppa Italia 2024 dengan mencetak gol kemenangan pada pertandingan final.

Catatan golnya selama berseragam Juventus memang mengalami pasang surut, tetapi ia tetap menjadi salah satu sumber gol utama klub. Berbagai laporan musim 2025–2026 menempatkan total kontribusinya untuk Bianconeri pada kisaran 66 hingga 68 gol di seluruh kompetisi.

Scr/Mashable





Don't Miss