Salah satu keputusan paling banyak diperdebatkan setelah Final Piala Dunia 2026 adalah tidak dimainkannya Lautaro Martinez oleh pelatih Lionel Scaloni.
Padahal, striker Inter Milan itu sebelumnya tampil sebagai pahlawan Argentina saat mencetak gol penentu kemenangan pada semifinal melawan Inggris.
Namun ketika Argentina menghadapi Spanyol di partai puncak, Lautaro justru menghabiskan seluruh pertandingan di bangku cadangan. Selama 120 menit, penyerang berusia 28 tahun itu tidak mendapatkan satu menit pun kesempatan bermain.
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena Argentina akhirnya kalah 0-1 dari Spanyol setelah gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja juara Piala Dunia 2026.
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Dimainkan?
Sejak awal pertandingan, Lionel Scaloni memilih Julian Alvarez untuk mendampingi Lionel Messi di lini depan. Pilihan tersebut membuat Lautaro Martinez harus memulai laga dari bangku cadangan.
Rencana awal Argentina sebenarnya masih memungkinkan Lautaro masuk sebagai pemain pengganti. Namun jalannya pertandingan membuat situasi berubah.
Argentina lebih dulu kehilangan Lisandro Martinez karena cedera pada babak pertama. Kondisi itu memaksa Scaloni menggunakan satu pergantian pemain lebih cepat dengan memasukkan Nicolas Otamendi.
Memasuki babak kedua, pelatih Argentina kembali melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga keseimbangan tim. Leandro Paredes menggantikan Nicolas Gonzalez, kemudian Nahuel Molina masuk menggantikan Gonzalo Montiel.
Tak lama berselang, Facundo Medina menggantikan Cristian Romero, sementara Giuliano Simeone masuk menggantikan Rodrigo De Paul.
Lima pergantian pemain reguler pun habis sebelum pertandingan memasuki babak tambahan waktu.
Kartu Merah Enzo Fernandez Ubah Rencana Scaloni
Situasi semakin sulit bagi Argentina ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Pau Cubarsí.
Kartu merah tersebut membuat Argentina harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak tambahan waktu.
Sesuai regulasi Piala Dunia, setiap tim memperoleh satu pergantian tambahan ketika laga berlanjut ke extra time.
Scaloni menggunakan kesempatan terakhir itu pada menit ke-102 dengan memasukkan Marcos Senesi menggantikan Julian Alvarez.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa sang pelatih lebih memilih memperkuat lini pertahanan dibanding menambah daya gedor di lini depan karena harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Empat menit kemudian, tepatnya pada menit ke-106, Ferran Torres berhasil mencetak gol yang menjadi penentu kemenangan Spanyol.
Dengan seluruh kuota pergantian pemain telah habis digunakan, Lautaro Martinez pun tidak memiliki kesempatan untuk masuk ke lapangan.
Keputusan Scaloni Jadi Perdebatan
Tidak dimainkannya Lautaro Martinez langsung memunculkan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Argentina.
Banyak yang mempertanyakan keputusan Scaloni mengingat Lautaro sedang berada dalam performa yang cukup baik setelah menjadi penentu kemenangan pada semifinal.
Di sisi lain, kondisi pertandingan memaksa Scaloni lebih fokus menjaga keseimbangan tim daripada mengambil risiko dengan menambah penyerang ketika Argentina bermain dengan 10 orang.
Usai pertandingan, Scaloni sendiri mengakui bahwa Spanyol tampil lebih baik.
“Mereka memang lebih baik. Itulah kenyataannya. Saya tetap bangga kepada para pemain karena telah membawa Argentina kembali ke final Piala Dunia dan berjuang hingga akhir”, ungkap Scaloni.
Spanyol Tampil Lebih Dominan
Secara statistik, Spanyol memang tampil jauh lebih unggul sepanjang pertandingan.
La Roja menguasai sekitar 60 persen penguasaan bola, melepaskan 20 tembakan dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Argentina hanya mampu mencatat dua percobaan tembakan tanpa satu pun tepat sasaran.
Dominasi tersebut akhirnya berbuah gol melalui Ferran Torres pada babak tambahan waktu yang memastikan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.
Bagi Lautaro Martinez, final di Stadion MetLife, New Jersey, menjadi malam yang sulit dilupakan. Setelah menjadi pahlawan di semifinal, ia justru harus menyaksikan kekalahan Argentina dari bangku cadangan tanpa mendapat kesempatan untuk membantu timnya di lapangan.
Scr/Mashable
















