Dua tahun kesabaran Josep Martínez berpotensi berakhir dengan hadiah terbesar dalam kariernya bersama Inter Milan. Setelah lama berdiri di belakang Yann Sommer, penjaga gawang asal Spanyol tersebut kini mengawali musim baru sebagai kandidat terkuat nomor satu Nerazzurri.
Perubahan hierarki terjadi setelah Sommer meninggalkan San Siro menuju Club Brugge, membuat posisi yang sebelumnya nyaris tidak tersentuh akhirnya terbuka. Josep Martínez merespons kesempatan itu dengan menjadi starter dalam empat dari lima pertandingan pramusim Inter.
Laporan AS pada 17 Agustus 2026 menyebut penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut mengarah menjadi pilihan utama Cristian Chivu musim ini. Ivan Provedel, yang datang dari Lazio, diproyeksikan mengambil peran sebagai pesaing sekaligus penjaga gawang kedua.
Situasi ini membuat musim 2026/27 berbeda dibanding dua tahun pertama Martínez di Milan karena ia tidak lagi datang sebagai pelapis berpengalaman. Sekarang, tanggung jawab menjaga salah satu gawang paling menuntut di Eropa berada tepat di depan matanya.
Inter mendatangkan Josep Martínez dari Genoa pada musim panas 2024 dengan biaya sedikit lebih dari 13 juta euro setelah performanya mencuri perhatian di Serie A. Namun, kehadiran Yann Sommer membuat jalannya menuju posisi utama tidak pernah benar-benar terbuka.
Pada musim pertamanya bersama Nerazzurri, Martínez hanya mendapatkan 11 pertandingan meskipun kualitasnya sebenarnya terlihat ketika memperoleh kesempatan. Dalam lima pertandingan beruntun, Inter hanya kebobolan tiga gol dan menderita satu kekalahan ketika dirinya berada di bawah mistar.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalannya bukan semata kualitas, melainkan keberadaan Sommer yang memiliki status kuat sebagai penjaga gawang utama. Martínez akhirnya menjalani tugas yang mungkin paling sulit bagi seorang pemain profesional: menunggu tanpa kehilangan kesiapan.
Kesabarannya kemudian mulai memperoleh penghargaan setelah Cristian Chivu mengambil alih Inter dan mengubah pembagian menit bermain. Sang pelatih mulai memberikan sinyal bahwa posisi penjaga gawang tidak harus selamanya menjadi milik satu pemain sepanjang musim.
Pada akhir 2025, Chivu pernah menjelaskan bahwa dirinya memiliki dua kiper berkualitas yang mampu saling melengkapi dan membantu satu sama lain. Sommer masih menjadi opsi pertama ketika itu, tetapi Martínez dijanjikan memperoleh kesempatan lebih besar.
Chivu bahkan menegaskan penjaga gawang kedua tidak semestinya harus menunggu pertandingan Coppa Italia untuk mendapatkan menit bermain. Pernyataan tersebut menjadi titik penting karena menunjukkan kepercayaan terhadap Josep Martínez sebenarnya sudah dibangun sebelum Sommer pergi.
Perubahan pendekatan tersebut secara perlahan meningkatkan posisi Martínez dalam hierarki sekaligus memberikan kesempatan menunjukkan kualitasnya dalam pertandingan kompetitif. Namun, kesempatan menjadi pemain utama baru benar-benar terbuka ketika Sommer akhirnya memutuskan melanjutkan karier bersama Club Brugge.
Kini Chivu tidak perlu lagi sekadar memberikan pertandingan tertentu kepada Martínez karena situasinya telah berubah secara fundamental. Penjaga gawang Valencia tersebut justru berada di posisi terdepan untuk memulai kompetisi sebagai pilihan pertama Inter.
Pramusim memberikan petunjuk paling kuat mengenai rencana Inter karena Josep Martínez menjadi starter dalam empat dari lima pertandingan persiapan. Jumlah tersebut sulit dianggap kebetulan apabila Chivu tidak sedang menguji dirinya sebagai penjaga gawang utama.
Martínez juga terlihat menjaga gawang Inter ketika menghadapi AC Milan dalam pertandingan pramusim di Perth, Australia, pada 5 Agustus 2026. Pertandingan semacam itu memberikan kesempatan kepadanya membangun komunikasi dengan pertahanan yang akan digunakan ketika kompetisi resmi dimulai.
Kepercayaan sepanjang pramusim menjadi semakin penting karena Inter juga telah mendatangkan Ivan Provedel dari Lazio. Alih-alih langsung mengambil tempat Sommer, Provedel sejauh ini terlihat akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Martínez sebagai penjaga gawang kedua.
Dengan konfigurasi tersebut, perubahan hierarki Inter hampir menyerupai pergantian estafet: Sommer pergi, Martínez naik menjadi kandidat utama, kemudian Provedel datang sebagai penantang. Persaingan tetap terbuka, tetapi modal pramusim jelas berada di tangan penjaga gawang Spanyol.
Siapa Sebenarnya Josep Martínez?
Josep Martínez Riera lahir di Alzira, Valencia, pada 27 Mei 1998 dan sekarang berusia 28 tahun. Penjaga gawang setinggi 1,91 meter tersebut menggunakan nomor punggung 13 bersama Inter dan memiliki perjalanan karier yang jauh dari jalur instan.
Profil resmi Inter menggambarkan sepak bola sudah menjadi bagian kehidupan Martínez sejak usia sangat dini karena ayahnya pernah bermain sebagai penjaga gawang amatir. Josep bahkan disebut tidak pernah jauh dari bola sejak berusia sekitar tiga tahun.
Naluri menjadi kiper muncul secara alami ketika ia kecil dan gemar menjatuhkan tubuh untuk merebut bola tanpa terlalu memikirkan risiko. Keberanian tersebut membuatnya mendapatkan julukan masa kecil “cigarette”, bahkan beberapa kali harus membayar dengan cedera jari.
Pada usia lima tahun, Martínez bergabung dengan akademi klub kota kelahirannya, Alzira, dan bertahan sekitar 12 tahun. Ketika tumbuh di Valencia, dua penjaga gawang yang banyak menjadi referensinya adalah Santiago Cañizares dan Iker Casillas.
Perkembangan fisik ketika berusia sekitar 17 tahun membuat Barcelona memperhatikannya sebelum ia bergabung dengan akademi Blaugrana pada 2015. Dua tahun di lingkungan La Masia kemudian memberikan perubahan penting terhadap cara Josep Martínez memahami peran penjaga gawang.
Barcelona mengajarkannya bahwa seorang kiper tidak cukup hanya melakukan penyelamatan karena dirinya juga harus menjadi bagian dari pembangunan serangan. Pendidikan tersebut kemudian menjadi fondasi penting bagi kemampuan Martínez memainkan bola menggunakan kaki hingga sekarang.
Karakter ini sangat relevan dengan kebutuhan sepak bola modern, khususnya bagi klub seperti Inter yang membangun serangan sejak area pertahanan. Penjaga gawang harus mampu menjadi opsi umpan, membaca pressing, dan tetap tenang ketika lawan mendekat.
Martínez akhirnya meninggalkan Barcelona pada 2017 dan bergabung dengan Las Palmas, tempat perjalanan profesionalnya benar-benar dimulai. Ia menjalani dua musim sebagai pemain reguler tim B sebelum perlahan memperoleh kesempatan bersama skuad senior klub Kepulauan Canary tersebut.
Debut senior Josep Martínez bersama Las Palmas datang pada musim 2018/19 ketika klub tersebut bermain di Segunda División. Semusim kemudian, ia mampu mengukuhkan diri sebagai penjaga gawang utama dan menarik perhatian klub dari luar Spanyol.
Penampilannya membuat RB Leipzig bergerak pada 2020 dan membawanya menuju Bundesliga, tetapi petualangan di Jerman ternyata tidak memberikan banyak pertandingan. Martínez hanya mencatat empat penampilan selama dua musim bersama klub asal Saxony tersebut.
Salah satu pertandingan itu terjadi di Liga Champions ketika Leipzig menang telak 5-0 dalam laga tandang menghadapi Club Brugge. Walaupun menit bermain terbatas, lingkungan sepak bola Jerman membantu Martínez mengembangkan hampir seluruh aspek permainan penjaga gawang.
Ironisnya, Club Brugge kemudian kembali muncul dalam cerita kariernya bertahun-tahun kemudian karena klub Belgia tersebut menjadi tujuan Yann Sommer. Kepindahan Sommer itulah yang pada akhirnya membuka pintu bagi Martínez mengambil posisi utama di Inter.
Periode Leipzig juga bertepatan dengan kesempatan internasional pertama Martínez bersama Timnas Spanyol. Ia menjalani debut pada 8 Juni 2021 dalam pertandingan persahabatan menghadapi Lithuania yang berakhir dengan kemenangan Spanyol 4-0.
Martínez masuk pada menit ke-68 dalam pertandingan tersebut, sebuah tonggak penting meskipun kesempatan berikutnya di level internasional tidak datang secara reguler. Pengalaman itu setidaknya menunjukkan namanya pernah masuk radar tim nasional sejak usia relatif muda.
Setahun kemudian, ia menjadi bagian Leipzig ketika klub tersebut memenangkan DFB-Pokal pada 2022. Namun kebutuhan memperoleh pertandingan secara reguler akhirnya mendorong Martínez mencari jalan keluar dan kepindahan menuju Genoa menjadi keputusan yang mengubah kariernya.
Serie A kemudian memberi penjaga gawang Spanyol tersebut panggung yang sebelumnya sulit ia dapatkan di Jerman. Dari Genoa inilah namanya akhirnya berkembang menjadi salah satu kiper yang paling menarik perhatian di sepak bola Italia.
Ketika bergabung dengan Genoa yang saat itu bermain di Serie B, Josep Martínez belum langsung menjadi penjaga gawang utama. Ia membutuhkan waktu pada paruh pertama musim sebelum satu pertandingan luar biasa menghadapi Bari mengubah urutan pilihan pelatih.
Penampilan impresif dalam kemenangan atas Bari pada Desember membuatnya merebut posisi utama dan menjadi bagian penting dari kebangkitan Genoa. Klub tersebut kemudian melaju naik di klasemen hingga memastikan promosi kembali menuju Serie A.
Musim berikutnya menjadi pembuktian sebenarnya karena Martínez tampil dalam 36 pertandingan Serie A dan menghasilkan delapan clean sheet. Genoa menutup kompetisi di posisi ke-11 dengan 49 poin, hasil yang sangat positif bagi tim yang baru promosi.
Performanya membuat Inter akhirnya mengeluarkan lebih dari 13 juta euro pada 2024 untuk membawanya ke San Siro. Nerazzurri melihat Martínez tidak hanya sebagai pelapis Sommer, tetapi juga kandidat penerus jangka panjang yang bisa dikembangkan secara perlahan.
Seperti Apa Gaya Bermain Josep Martínez?
Pepe Mel, mantan pelatih Martínez ketika berada di Las Palmas, pernah menggambarkannya sebagai penjaga gawang yang intuitif, lincah, dan kuat dalam situasi satu lawan satu. Tiga atribut tersebut masih menjadi elemen paling menonjol dalam profil permainannya.
Josep Martínez bukan tipe kiper yang hanya menunggu tembakan di garis gawang, karena keberaniannya keluar mengambil bola sudah terbentuk sejak kecil. Ia cenderung aktif membaca ruang di belakang pertahanan dan tidak takut bergerak meninggalkan area enam yard.
Kemampuan tersebut membuat Martínez mempunyai karakter menyerupai sweeper goalkeeper, terutama ketika tim memasang garis pertahanan cukup tinggi. Ia dapat membantu bek membersihkan bola panjang sebelum penyerang lawan mempunyai waktu mengendalikan dan menyerang gawang.
Namun keberanian keluar tentu membutuhkan akurasi membaca situasi karena keputusan terlambat dapat membuat gawang justru terbuka. Inilah salah satu area yang akan semakin mendapat perhatian ketika Martínez bermain setiap pekan sebagai penjaga gawang utama Inter.
Situasi satu lawan satu menjadi salah satu kelebihan paling menarik dalam permainan Josep Martínez karena ia cukup agresif mempersempit sudut tembakan. Sang kiper cenderung tidak menunggu penyerang menentukan arah ketika garis pertahanan sudah berhasil ditembus.
Postur 1,91 meter memberikan jangkauan cukup besar ketika Martínez merendahkan tubuh dan mencoba menutup sebanyak mungkin ruang. Kombinasi refleks, keberanian, serta kemampuan membaca gerakan penyerang membuatnya berbahaya ketika menghadapi peluang dari jarak dekat.
Karakter tersebut dapat menjadi sangat berguna ketika Inter kehilangan bola dengan banyak pemain berada di depan. Pertahanan tiga bek maupun garis tinggi selalu berpotensi memberikan ruang transisi, sehingga penjaga gawang harus mampu menjadi lapisan terakhir yang aktif.
Martínez menawarkan kualitas tersebut, meski jumlah pertandingan sebagai starter reguler di klub sebesar Inter masih menjadi pertanyaan. Musim baru akan menunjukkan apakah kualitas satu lawan satunya bisa tetap konsisten ketika beban pertandingan meningkat drastis.
Aspek lain yang membuat Martínez menarik bagi Inter adalah kualitas memainkan bola menggunakan kaki, kemampuan yang mulai diasah ketika bergabung dengan Barcelona. Ia memahami bagaimana penjaga gawang dapat menjadi bagian aktif dalam fase pertama pembangunan serangan.
Ketika lawan melakukan pressing, Josep Martínez dapat digunakan sebagai pemain tambahan untuk menciptakan keunggulan jumlah di area belakang. Bek tengah memperoleh sudut umpan ekstra, sementara tim memiliki kesempatan menarik pressing lawan sebelum mengalirkan bola menuju ruang kosong.
Kemampuan ini penting karena Inter selama beberapa musim sudah terbiasa menggunakan kiper dalam proses build-up. Menggantikan Sommer berarti Martínez bukan hanya harus melakukan penyelamatan, tetapi juga mempertahankan kelancaran distribusi dari belakang.
Ia tidak harus menjadi salinan Sommer untuk berhasil karena profilnya mempunyai karakter tersendiri. Martínez dapat menawarkan kombinasi distribusi, agresivitas keluar gawang dan kemampuan satu lawan satu yang memberi Chivu pilihan berbeda dalam membangun pertahanan.
Kesempatan menjadi nomor satu datang bersama tekanan karena Martínez tidak sekadar menggantikan penjaga gawang biasa. Ia mengambil tempat Yann Sommer, pemain berpengalaman yang selama beberapa musim memberikan ketenangan dan kestabilan penting terhadap pertahanan Nerazzurri.
Perbedaan tuntutan juga sangat besar karena tampil 11 pertandingan dalam semusim tidak sama dengan menjadi starter sepanjang kompetisi. Martínez harus menjaga konsentrasi dari pekan ke pekan sembari menghadapi Serie A, kompetisi Eropa dan pertandingan domestik lainnya.
Setiap kesalahan di bawah mistar Inter akan mendapat perhatian jauh lebih besar dibanding ketika dirinya bermain sebagai pelapis. Sebaliknya, performa bagus secara konsisten dapat langsung mengubah statusnya dari penjaga gawang cadangan menjadi salah satu figur penting tim.
Pada usia 28 tahun, Martínez berada dalam periode yang ideal untuk seorang penjaga gawang karena pengalaman mulai bertemu dengan kematangan fisik. Kesempatan ini kemungkinan menjadi ujian terbesar sekaligus peluang terbaik sepanjang perjalanan profesionalnya.
Tekanan semakin terasa karena posisi penjaga gawang Inter pernah ditempati sejumlah figur besar sepanjang sejarah. Walter Zenga, Julio César hingga Samir Handanović merupakan beberapa nama yang meninggalkan identitas kuat selama menjaga gawang Nerazzurri.
Josep Martínez kini berpeluang masuk dalam rantai tersebut pada saat Inter menyandang status juara bertahan Serie A. Klub juga memiliki tiga gelar Liga Champions, sehingga tuntutan terhadap penjaga gawang utama tidak pernah terbatas hanya kepada kompetisi domestik.
Keberhasilan tidak akan dinilai melalui satu atau dua pertandingan bagus, melainkan kemampuan menjaga kestabilan sepanjang musim. Seorang penjaga gawang Inter harus mampu menentukan pertandingan besar sekaligus tidak kehilangan fokus ketika tim mendominasi lawan yang lebih lemah.
Itulah ujian sesungguhnya bagi Martínez setelah dua tahun belajar dari belakang Sommer. Kesabaran sudah berhasil membawanya sampai gerbang utama, tetapi mempertahankan tempat tersebut membutuhkan kualitas berbeda dibanding hanya menunggu kesempatan datang.
Kedatangan Ivan Provedel dari Lazio juga memastikan Martínez tidak akan menjalani musim tanpa tekanan kompetitif. Provedel memiliki pengalaman panjang di Serie A dan datang bukan sebagai penjaga gawang muda yang hanya bertugas memenuhi kedalaman skuad.
Secara hierarki pramusim, Martínez memang terlihat berada di depan setelah menjadi starter dalam empat dari lima pertandingan. Namun satu periode performa buruk dapat membuka kesempatan bagi Provedel, sehingga persaingan berpotensi menjaga standar keduanya tetap tinggi.
Kondisi tersebut sebenarnya menguntungkan Chivu karena ia memiliki dua penjaga gawang yang sudah memahami tuntutan sepak bola Italia. Pelatih dapat melakukan rotasi apabila dibutuhkan tanpa harus mengambil risiko terlalu besar pada posisi yang sangat menentukan.
Bagi Martínez, keberadaan Provedel menjadi pengingat bahwa status kiper utama bukan hadiah permanen karena Sommer sudah meninggalkan klub. Ia harus mempertahankan posisi melalui performa, bukan semata berdasarkan urutan pilihan yang terlihat sepanjang pramusim.
Secara taktik, keberanian Martínez keluar dari garis memungkinkan Inter mempertahankan posisi pertahanan lebih tinggi apabila Chivu menginginkannya. Bek dapat mengambil risiko beberapa meter lebih maju karena masih ada penjaga gawang aktif yang menjaga ruang kosong di belakang.
Kemampuan tersebut juga cocok dengan bek yang nyaman menguasai bola karena Martinez dapat menjadi titik awal ketika pressing lawan datang. Semakin tenang dirinya dalam distribusi, semakin banyak opsi Inter untuk keluar dari tekanan tanpa mengandalkan umpan panjang.
Di sinilah nilai Josep Martínez berpotensi lebih besar daripada sekadar statistik penyelamatan. Kiper modern ikut menentukan tinggi garis pertahanan, keberanian pressing, struktur build-up serta bagaimana sebuah tim mengontrol ruang ketika kehilangan penguasaan bola.
Apabila mampu menjalankan seluruh aspek tersebut secara konsisten, Martínez dapat membuat transisi setelah Sommer terasa lebih mulus. Jika gagal, Chivu mungkin harus menyesuaikan struktur atau memberikan kesempatan lebih besar kepada Provedel dalam pertandingan penting.
Scr/Mashable















