Bursa transfer musim panas kembali dipanaskan oleh kabar dari Italia. Inter Milan dilaporkan belum menyerah untuk mengejar gelandang Liverpool, Curtis Jones, dan tengah menyiapkan penawaran terbaru untuk memboyong sang pemain ke Serie A.
Pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, menyebutkan bahwa Jones tetap menjadi target utama Nerazzurri di lini tengah sejak Januari lalu. Raksasa Serie A tersebut kini bersiap mengintensifkan langkah mereka, termasuk melakukan kontak kembali dengan pihak perwakilan sang pemain.
Menariknya, tawaran baru dari Inter ini disebut tidak bergantung pada penjualan pemain lain terlebih dahulu. Hal ini menegaskan komitmen serius manajemen Inter untuk merampungkan transfer produk asli akademi The Reds tersebut.
Keputusan Sepenuhnya di Tangan Liverpool
Meski Inter terbilang agresif, batu sandungan terbesar ada di meja perundingan. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan manajemen Liverpool. Jones masih terikat kontrak di Anfield, sehingga klub memiliki kendali penuh untuk menerima atau menolak tawaran yang masuk.
Situasi Jones di Liverpool sendiri berada di persimpangan jalan. Walau berhasil meraih trofi Premier League dan Liga Champions bersama klub masa kecilnya, ia belum pernah secara konsisten mengunci posisi sebagai pemain inti.
Ditambah lagi dengan kabar pembaharuan kontrak untuk Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai di bawah kendali pelatih Andoni Iraola, persaingan di lini tengah Anfield kian memanas.
Jika Jones menginginkan jaminan menit bermain di tim utama, pindah ke Giuseppe Meazza bisa menjadi opsi yang sangat menggiurkan.
Efek Domino Rumor Adam Wharton
Rumor kepindahan Jones kian menarik perhatian karena dikaitkan dengan ketertarikan Liverpool terhadap gelandang muda potensial, Adam Wharton.
Jika Liverpool memutuskan untuk melepas Jones dan menggunakan dana tersebut untuk mengamankan Wharton, struktur lini tengah The Reds akan mengalami penyegaran signifikan.
Dilema Bagi Manajemen The Reds
Menjual pemain lokal berstatus homegrown seperti Curtis Jones bukanlah keputusan mudah bagi publik Anfield. Pada performa terbaiknya, Jones memiliki kontrol bola luar biasa, tangguh saat ditekan, dan mampu memberi kontribusi di area penyerangan.
Namun, secara bisnis dan taktis, Liverpool harus melihat gambaran yang lebih besar. Jika Jones tidak masuk dalam skema utama pelatih dan Inter menyodorkan dana segar yang menggiurkan, opsi menjualnya bisa jadi langkah paling rasional.
Kini, bola panas ada di tangan Iraola dan tim rekrutmen Liverpool.
Apakah karier Curtis Jones di Anfield benar-benar mendekati babak akhir? Akankah Liverpool mempertahankan sang putra daerah atau merelakannya menuju Italia?
Scr/Mashable















