Gonçalo Ramos Ungkap Alasan Pilih AC Milan: “Ini Tim Favorit Ayah Saya”

20.08.2026
Gonçalo Ramos Ungkap Alasan Pilih AC Milan: “Ini Tim Favorit Ayah Saya”
Gonçalo Ramos Ungkap Alasan Pilih AC Milan: “Ini Tim Favorit Ayah Saya”

Striker baru AC Milan, Gonçalo Ramos, mengungkap alasan dirinya tidak ragu menerima tawaran untuk bergabung dengan Rossoneri.

Bagi penyerang asal Portugal tersebut, AC Milan bukan sekadar salah satu klub terbesar di dunia, tetapi juga memiliki nilai emosional karena merupakan klub favorit sang ayah.

Ramos menyampaikan hal tersebut dalam wawancara bersama Milan TV pada Rabu (19/8/2026). Ia mengaku langsung yakin ketika mengetahui ada kesempatan untuk bergabung dengan AC Milan.

“Ketika saya mendengar ada kesempatan untuk datang ke sini, saya tidak memiliki keraguan. Ini adalah pilihan yang tepat. Sejak pertama kali saya sudah jelas ingin berada di sini dan menjadi bagian dari proyek ini”, ungkapnya.

Gonçalo Ramos Sudah Yakin dengan Proyek AC Milan

Keputusan Ramos bergabung dengan AC Milan juga tidak terlepas dari kesamaan pandangan sepak bola dengan pelatih Ruben Amorim.

Ramos mengatakan dirinya memiliki visi sepak bola yang sejalan dengan Amorim. Kepercayaan yang diberikan sang pelatih turut membuatnya semakin termotivasi untuk membuktikan kemampuan bersama Milan.

“Saya memiliki visi sepak bola yang sama dengan Amorim. Rasanya menyenangkan mendapatkan kepercayaan darinya dan mengetahui bahwa dia ingin saya menjadi bagian dari proyeknya. Hal itu memberi saya motivasi lebih untuk berada di sini dan membantu tim. Menurut saya, itu merupakan salah satu faktor terpenting”, tegas Ramos.

Ramos datang ke San Siro dengan ekspektasi besar. Sebagai penyerang utama, ia diproyeksikan menjadi salah satu pemain penting Milan dalam menghadapi musim baru Serie A.

AC Milan Adalah Klub Favorit Ayah Gonçalo Ramos

Ada alasan khusus yang membuat kepindahan Ramos ke Milan terasa lebih personal. Pemain Portugal itu mengungkapkan bahwa sang ayah merupakan penggemar berat AC Milan.

“Saya berada di salah satu klub terbesar di dunia, dan bagi saya ini semakin istimewa karena AC Milan adalah tim favorit ayah saya”, ucapnya.

Ramos sadar bahwa statusnya sebagai striker Milan akan menghadirkan tekanan. Terlebih, ia akan mengenakan nomor 9 yang selama beberapa musim terakhir kerap menjadi sorotan di San Siro.

Namun, Ramos menilai tekanan merupakan bagian dari pekerjaan sebagai pesepak bola profesional.

“Pasti akan ada tekanan. Tanpa mental yang kuat, Anda bisa dengan mudah kehilangan kepercayaan diri. Tetapi saya akan bekerja pada aspek tersebut agar siap menghadapi situasi apa pun. Jika saya kuat secara mental, semuanya akan baik-baik saja”, ucapnya dengan optimis.

Gonçalo Ramos Ingin Cetak Banyak Gol di Milan

Ramos juga menjelaskan karakter permainannya sebagai seorang striker. Ia mengaku banyak mengandalkan insting ketika berada di dalam kotak penalti.

Menurutnya, seorang penyerang harus mampu membaca permainan dan mengambil keputusan dengan cepat untuk menemukan posisi terbaik.

Target Ramos di Milan pun cukup jelas. Ia ingin membantu klub meraih trofi sekaligus mencetak sebanyak mungkin gol.

“Saya ingin memenangkan sebanyak mungkin trofi dan juga berharap bisa mencetak banyak gol”, katanya.

Perjalanan Ramos dari Benfica hingga AC Milan

Sebelum tiba di Milan, Ramos telah melewati perjalanan panjang dalam karier sepak bolanya.

Ia meninggalkan Algarve menuju Lisbon ketika masih berusia 12 tahun demi bergabung dengan akademi Benfica. Keputusan tersebut membuatnya harus jauh dari keluarga demi mengejar impian menjadi pesepak bola profesional.

Impian tersebut kemudian terwujud. Ramos berhasil menembus tim utama Benfica dan memperkuat Timnas Portugal sebelum melanjutkan karier ke Paris Saint-Germain.

Bersama PSG, Ramos merasakan atmosfer kompetisi level tertinggi dan menjadi bagian dari klub yang memiliki ambisi besar di Eropa.

Kini, ia kembali menghadapi tantangan baru bersama AC Milan.

Ibrahimovic Jadi Idola Ramos di AC Milan

Sebagai pemain baru Milan, Ramos tentu memiliki kesempatan untuk mengenal sejarah panjang klub. Ketika ditanya mengenai pemain yang paling ia kagumi dari sejarah Rossoneri, ia menyebut beberapa nama besar.

Marco van Basten dan Ronaldo menjadi dua legenda yang masuk dalam pilihannya. Namun, ada satu nama yang secara khusus menjadi favoritnya.

Nama tersebut adalah Zlatan Ibrahimovic.

“Sulit memilih hanya satu nama. Van Basten, tetapi juga Ronaldo. Namun, secara pribadi favorit saya adalah Ibrahimovic. Dia merupakan salah satu pemain favorit saya. Jika harus memilih satu, saya akan memilih Zlatan. Saya tumbuh dengan menonton dia bermain”, ucapnya.

Pilihan tersebut cukup menarik mengingat Ibrahimovic juga pernah menjadi striker utama Milan dan salah satu pemain yang memiliki karakter kuat di lini depan.

Gonçalo Ramos Tak Percaya Kutukan Nomor 9 AC Milan

Salah satu pertanyaan yang tidak bisa dilepaskan dari kedatangan Ramos adalah soal kutukan nomor 9 AC Milan.

Nomor tersebut selama bertahun-tahun dianggap membawa tekanan tersendiri karena sejumlah penyerang yang mengenakannya setelah era Filippo Inzaghi kesulitan memberikan kontribusi konsisten seperti yang diharapkan.

Namun, Ramos tidak tertarik dengan anggapan tersebut.

“Saya tidak percaya pada hal seperti itu. Saya hanya percaya pada kerja keras. Mungkin justru saya yang lebih terkutuk daripada nomornya, kita lihat saja,” ujar Ramos sambil tertawa.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ramos tidak ingin terlalu memikirkan cerita mengenai kutukan nomor 9. Ia lebih memilih membuktikan kemampuannya melalui performa di lapangan.

Dengan mentalitas tersebut, Ramos kini menghadapi tantangan untuk menjawab ekspektasi besar sebagai striker baru AC Milan. Selain membawa beban nomor 9, ia juga memiliki target pribadi untuk mencetak banyak gol dan membantu Rossoneri kembali bersaing memperebutkan trofi.

Dan bagi Ramos, ada satu motivasi tambahan yang membuat perjalanan tersebut semakin berarti: ia kini bermain untuk klub yang sejak dulu menjadi tim favorit ayahnya.

Scr/Mashable





Don't Miss