Amorim, Jangan Simpan Modric! Juventus Bukan Laga untuk Eksperimen

03.09.2026
Resmi Latih AC Milan, Ruben Amorim Akui Periode Kelam di Manchester United
Resmi Latih AC Milan, Ruben Amorim Akui Periode Kelam di Manchester United

Menjelang Juventus vs AC Milan: Luka Modric harus bermain sejak menit pertama.

Bukan karena namanya besar. Bukan karena dia pernah memenangkan hampir semua yang bisa dimenangkan seorang pesepak bola.

Tetapi karena Milan saat ini membutuhkan otak seperti Modric ketika menghadapi pertandingan yang benar-benar menguji mereka.

Ada kalanya seorang pelatih terlalu sibuk memikirkan rotasi sampai lupa satu hal sederhana: pemain terbaik harus dimainkan pada pertandingan terbesar.

Ruben Amorim tentu tahu Modric tidak bisa dipaksa bermain setiap tiga hari. Usianya sudah mendekati 41 tahun. Modric bukan lagi pemain yang bisa dipasang tanpa menghitung beban fisik.

Bahkan saya setuju jika dia tidak bermain penuh sepanjang musim, terutama ketika Milan menghadapi pertandingan yang secara kualitas tidak membutuhkan seluruh pengalaman sang gelandang.

Tetapi Juventus berbeda.

Ini pertandingan besar pertama Milan musim ini. Ini bukan saatnya melakukan eksperimen hanya demi menunjukkan bahwa semua pemain mendapatkan kesempatan.

Modric Bukan Maskot

Saya justru khawatir kalau Amorim terlalu berhati-hati terhadap Modric.

Sejauh ini Modric baru bermain 108 menit. Penampilannya ketika menghadapi Venezia memang tidak sempurna. Ada beberapa umpan yang salah dan dia terlihat harus bekerja lebih luas dari yang ideal.

Tetapi saya kira terlalu mudah menilai Modric hanya dari satu pertandingan.

Dia baru kembali berlatih kurang dari sebulan. Dan ketika melawan Torino, kita melihat sesuatu yang jauh lebih penting: Milan terlihat lebih hidup ketika Modric berada di lapangan.

Itulah yang tidak bisa digantikan hanya dengan angka usia.

Modric memberikan ketenangan ketika pertandingan mulai kacau. Dia tahu kapan mempercepat permainan, kapan memperlambatnya, dan kapan sebuah umpan sederhana lebih berguna daripada aksi spektakuler.

Dalam pertandingan besar, kemampuan membaca situasi seperti itu sering kali lebih berharga daripada tenaga.

Rotasi Boleh, Menghilangkan Modric Jangan

Saya tidak mengatakan Modric harus menjadi starter di setiap pertandingan.

Justru sebaliknya.

Amorim harus pintar menggunakannya.

Ardon Jashari bisa dikembangkan secara bertahap untuk mengambil sebagian peran Modric. Yunus Musah juga bisa menjadi alternatif. Christian Comotto pun layak mendapatkan ruang untuk berkembang.

Tetapi mengembangkan pemain muda bukan berarti harus mengorbankan pemain yang paling siap ketika menghadapi pertandingan besar.

Jashari adalah investasi masa depan. Modric adalah senjata untuk pertandingan hari ini.

Keduanya tidak harus dipertentangkan.

Kalau Modric dimainkan sejak awal melawan Juventus dan kemudian digantikan ketika intensitas pertandingan mulai terlalu tinggi, menurut saya itu justru bentuk manajemen pemain yang masuk akal.

Yang keliru adalah menganggap rotasi sebagai tujuan, bukan sebagai alat.

Juventus Bukan Tempat untuk Sok Berani

Ada pertandingan yang bisa digunakan Amorim untuk mencoba sesuatu.

Juventus bukan salah satunya.

Jika Milan memang ingin mempertahankan posisi mereka di papan atas Serie A, pertandingan seperti ini harus dimenangkan dengan pemain yang paling bisa dipercaya.

Dan saya tidak melihat alasan kuat untuk menyimpan Modric sejak awal.

Amorim tidak perlu membuktikan bahwa Milan bisa menang tanpa Modric. Tidak ada trofi untuk keberanian semacam itu.

Yang dibutuhkan Milan adalah kemenangan.

Setelah itu, silakan Modric beristirahat. Silakan Jashari berkembang. Silakan Musah mendapatkan menit bermain. Bahkan silakan Comotto mulai mendapatkan panggung.

Tetapi ketika pertandingan besar datang, saya lebih memilih pelatih yang memainkan pemain terbaiknya daripada pelatih yang terlalu sibuk memikirkan bagaimana terlihat pintar.

Modric mungkin sudah tidak mampu bermain seperti ketika berusia 25 tahun. Tetapi justru karena itu, Milan harus lebih pintar memilih kapan memainkannya.

Dan Juventus adalah salah satu momen tersebut.

Kalau Amorim benar-benar percaya pada Modric, inilah saatnya membuktikannya.

Scr/Mashable





Don't Miss