Arsenal Gagal Dapat 3 Bintang Besar, Arteta Kini Berjudi dengan Gelar Premier League

02.09.2026
Incar Martinelli, Inter Milan Sukses Bikin Arsenal Alami Dilema di Penghujung Bursa Transfer Musim Panas
Incar Martinelli, Inter Milan Sukses Bikin Arsenal Alami Dilema di Penghujung Bursa Transfer Musim Panas

Arsenal menutup bursa transfer musim panas 2026 dengan status juara bertahan Premier League, tetapi tanpa penyerang elite yang menjadi ambisi utama Mikel Arteta. Julian Alvarez, Vinicius Junior, dan Morgan Rogers sama-sama gagal didatangkan meski sempat masuk rencana besar klub.

Kegagalan itu terasa semakin mencolok karena lini depan justru mengalami penyusutan dibanding musim lalu. Gabriel Jesus dan Leandro Trossard sudah pergi, Ethan Nwaneri dipinjamkan ke Borussia Dortmund, sementara kepindahan Gabriel Martinelli ke Al Hilal masih belum diumumkan resmi.

The Independent menilai Arsenal sebenarnya menjalani bursa yang kuat di sektor lain, terutama setelah memperkuat pertahanan dan lini tengah. Namun satu kekurangan besar tetap terlihat, yakni tidak hadirnya penyerang berkualitas absolut yang sejak awal diinginkan Arteta untuk menaikkan level tim.

Arteta sudah memberi sinyal mengenai kebutuhan tersebut setelah kekalahan di final Liga Champions di Budapest musim lalu. Ia meminta klub lebih ambisius, cepat, dan cerdas dalam mengambil keputusan apabila Arsenal ingin kembali naik satu tingkat setelah memenangkan Premier League.

Arsenal Gagal Mendapat Penyerang Elite yang Diinginkan Arteta

Nama pertama yang serius dipertimbangkan adalah Morgan Rogers, tetapi Arsenal tidak mau memenuhi valuasi tinggi Aston Villa. Chelsea kemudian bergerak lebih agresif dan memenangkan persaingan dengan menyelesaikan transfer Rogers yang dilaporkan bernilai sekitar £117 juta pada musim panas ini.

Arsenal kemudian mengalihkan perhatian kepada Vinicius Junior setelah peluang mendapatkan Rogers semakin mengecil. Klub London utara sempat merasa mempunyai kesempatan nyata, tetapi Real Madrid akhirnya mengajukan kontrak baru yang membuat pemain Brasil tersebut tetap bertahan di Santiago Bernabeu.

Julian Alvarez menjadi opsi besar lainnya menjelang penutupan pasar, tetapi jalan menuju penyerang Atletico Madrid tersebut sama rumitnya. Sky Sports melaporkan Arsenal gagal meyakinkannya kembali ke Premier League setelah pemain Argentina itu lebih tertarik terhadap peluang pindah ke Barcelona.

Atletico kemudian mengambil sikap keras dengan menutup kemungkinan transfer Alvarez ke Barcelona setelah hubungan kedua klub memanas. Pada akhirnya sang penyerang tetap berada di Madrid, sehingga Arsenal menutup pasar tanpa satu pun dari tiga target kelas dunia tersebut.

Kegagalan mendapatkan ketiganya bukan berarti Arsenal pasif sepanjang musim panas karena klub tetap melakukan investasi besar pada area lain. Persoalannya, banyak uang justru memperkuat sektor yang sudah relatif mapan, sementara pilihan di lini depan berkurang setelah beberapa kepergian penting.

Arsenal Makin Kuat di Belakang, tetapi Lebih Tipis di Depan

Bruno Guimaraes datang dari Newcastle United dengan biaya sekitar £75 juta dan langsung meningkatkan kualitas lini tengah Arsenal. Ezri Konsa serta Piero Hincapie juga memperbesar pilihan Arteta di pertahanan, sektor yang sebelumnya sudah menjadi salah satu kekuatan utama juara bertahan.

Premier League mencatat Christos Tzolis datang dari Club Brugge setelah menghasilkan 17 gol dan 23 assist di Liga Belgia musim lalu. Winger Yunani berusia 24 tahun itu diproyeksikan mengambil sebagian peran Trossard di sisi kiri serangan Arsenal.

Masalahnya, Tzolis menjadi satu-satunya tambahan utama untuk lini serang ketika beberapa pemain depan meninggalkan skuad. The Independent mengutip pandangan bahwa sulit menyebut bursa benar-benar ideal ketika penyerang siap Premier League berkurang tanpa pengganti dengan pengalaman setara.

Leandro Trossard meninggalkan Arsenal menuju Besiktas setelah memberikan kontribusi penting pada musim juara. Gabriel Jesus kemudian bergabung dengan Barcelona dalam transfer sekitar £8,6 juta setelah posisinya berada di belakang Kai Havertz serta Viktor Gyokeres.

Jesus pergi setelah empat musim bersama Arsenal dengan catatan 123 pertandingan dan 32 gol di berbagai kompetisi. Meski bukan lagi pilihan utama, pengalaman serta fleksibilitasnya membuat kepergian pemain Brasil tersebut tetap mengurangi salah satu opsi senior milik Arteta.

Ethan Nwaneri juga meninggalkan Emirates untuk menjalani masa pinjaman bersama Borussia Dortmund, sedangkan Reiss Nelson dilepas setelah kontraknya berakhir. Kondisi tersebut membuat jumlah pemain yang siap mengisi beberapa posisi menyerang menjadi lebih kecil dibandingkan skuad Arsenal musim lalu.

Gabriel Martinelli menjadi bagian terakhir dari teka-teki karena kepindahannya menuju Al Hilal belum resmi diumumkan hingga 2 September. Premier League menyebut transaksi sekitar £55 juta masih berpotensi selesai karena bursa Arab Saudi tetap terbuka setelah pasar Inggris ditutup.

Jika transfer Martinelli akhirnya rampung, Arsenal akan kehilangan salah satu pemain tercepat yang paling terbiasa menyerang ruang di belakang pertahanan. Kehilangan karakter tersebut penting karena evaluasi internal yang dikutip The Independent menilai lini depan kini berpotensi lebih tipis sekaligus kurang cepat.

Bursa Arsenal Tetap Punya Banyak Hal Positif

Melihat keseluruhan skuad, menyebut bursa Arsenal sebagai kegagalan total tentu terlalu berlebihan karena sejumlah sektor justru meningkat. The Independent menggambarkan pertahanan mereka tetap sangat kuat, sementara lini tengah menawarkan kombinasi yang semakin komplet setelah kedatangan Bruno Guimaraes.

Guimaraes menjadi bagian terpenting dari peningkatan tersebut karena ia memberikan kontrol, progresi bola, agresivitas, serta kemampuan bermain dalam beberapa fungsi. Konsa juga memberikan perlindungan tambahan setelah cedera panjang William Saliba meningkatkan kebutuhan Arteta terhadap bek yang sudah memahami Premier League.

Karena fondasinya sangat kuat, beberapa orang di dalam maupun luar klub tetap menilai Arsenal mempunyai salah satu skuad terbaik di sepak bola Inggris. Perdebatan justru menjadi semakin besar karena tim sedalam itu masih mempunyai kekurangan jelas pada sektor paling menentukan pertandingan.

Mantan bek Arsenal, Martin Keown, bahkan menilai situasi tersebut belum pantas dianggap sebagai sebuah krisis. Menurutnya, kualitas pemain yang sudah dimiliki Arteta masih sangat tinggi, meskipun ia mengakui tambahan satu winger sebenarnya akan membuat komposisi skuad menjadi lebih ideal.

Dua pertandingan awal Premier League ikut mendukung optimisme tersebut setelah Arsenal mengalahkan Coventry City 3-0 dan Aston Villa 1-0. Enam poin dan dua clean sheet menunjukkan juara bertahan tetap mampu mengontrol pertandingan meski perdebatan mengenai kualitas serangan terus berlangsung.

Arsenal Kini Harus Mencari Solusi dari Dalam

Karena pasar Inggris sudah ditutup, Arteta harus mengandalkan kreativitas taktik sampai setidaknya jendela Januari apabila tidak mengambil pemain bebas transfer. Salah satu rencananya adalah menggunakan Eberechi Eze lebih rutin dari kiri, peran yang sejak awal memang sudah dipertimbangkan staf pelatih.

Penggunaan Eze dari kiri akan mengubah struktur serangan karena Riccardo Calafiori atau Piero Hincapie bisa bergerak lebih lebar dari belakang. The Independent mencatat pola semacam itu sudah terlihat ketika Arsenal membangun proses gol Bukayo Saka menghadapi Aston Villa.

Bukayo Saka dan Noni Madueke juga dapat dipindahkan ke sisi kiri jika keadaan pertandingan mengharuskannya. Mikel Merino telah semakin memahami peran sebagai penyerang tengah, memberi Arteta solusi darurat ketika rotasi atau kebugaran mengurangi pilihan pada posisi nomor sembilan.

Namun fleksibilitas tidak selalu sama dengan kedalaman karena memindahkan seorang pemain biasanya menciptakan kebutuhan baru pada posisi lainnya. Inilah risiko Arsenal ketika jadwal Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik mulai menumpuk dengan jarak pertandingan semakin pendek.

Musim lalu memberikan peringatan penting setelah Kai Havertz, Martin Odegaard, dan Bukayo Saka melewatkan periode panjang karena berbagai masalah kebugaran. The Independent menilai absennya beberapa pilihan utama membuat banyak pertandingan berlangsung dengan margin tipis yang seharusnya bisa dibuat lebih nyaman.

Itulah sebabnya kegagalan mendapatkan penyerang elite terasa lebih besar daripada sekadar satu transaksi yang tidak pernah selesai. Arteta sekarang harus membuktikan skuad Arsenal cukup tahan menghadapi periode cedera tanpa membuat kualitas serangan turun ketika musim memasuki fase paling menentukan.

Arsenal Bisa Kembali Memburu Alvarez pada Januari

The Independent melaporkan Arsenal sangat mungkin kembali masuk pasar pada Januari apabila kebutuhan menyerang masih terasa mendesak. Eli Junior Kroupi dari Bournemouth disebut menjadi salah satu nama yang dapat masuk kembali dalam pembicaraan ketika jendela musim dingin dibuka.

Situasi Julian Alvarez juga masih berpotensi berubah dalam beberapa bulan, sedangkan peluang terkait Vinicius akan bergantung kepada perkembangan di Real Madrid. Arsenal memiliki alasan menjaga dana daripada membeli pemain yang tidak sepenuhnya sesuai hanya demi menutup lubang sementara.

Pendekatan disiplin itu memang mempunyai logika karena pasar musim panas 2026 menghasilkan banyak harga ekstrem, termasuk Rogers yang pindah menuju Chelsea dengan nilai £117 juta. Kesalahan membeli penyerang mahal dapat menjadi beban panjang jika karakter pemain ternyata tidak cocok dengan sistem.

Namun ada penyesalan mengenai Antoine Semenyo, yang menurut laporan sebelumnya tertarik pindah ke Arsenal dengan harga lebih terjangkau. Beberapa pihak di klub merasa transfer tersebut dapat menyelesaikan masalah sebelum pencarian penyerang elite berkembang menjadi saga rumit sepanjang musim panas.

Arteta juga disebut memperhatikan cara Manchester City bergerak ketika benar-benar menginginkan pemain tertentu. Perbandingan tersebut dapat menambah tekanan kepada direktur olahraga Andrea Berta setelah strategi mengejar beberapa target secara bersamaan tidak menghasilkan penyerang bintang yang menjadi prioritas utama.

Arsenal Sedang Berjudi dengan Gelar Premier League?

Pertanyaan terbesar sekarang bukan apakah Arsenal mempunyai skuad berkualitas karena jawabannya jelas iya. Persoalannya adalah apakah kedalaman itu cukup untuk mempertahankan gelar Premier League ketika Manchester City, Chelsea, Liverpool, dan rival lain melakukan investasi besar pada sektor ofensif.

Manchester City menutup bursa dengan pengeluaran sekitar £458 juta, termasuk Enzo Fernandez dari Chelsea senilai £125 juta dan Elliot Anderson sebesar £116 juta. Chelsea sendiri mendapatkan Rogers, pemain yang sebelumnya menjadi salah satu target Arsenal untuk meningkatkan kualitas serangan.

Keputusan Arsenal untuk tidak ikut mengejar harga ekstrem dapat terbukti cerdas apabila Tzolis cepat beradaptasi dan pemain-pemain utama tetap sehat. Dalam skenario tersebut, Arteta mempertahankan disiplin transfer tanpa mengorbankan peluang juara sekaligus menyimpan fleksibilitas finansial untuk Januari.

Sebaliknya, keputusan tersebut akan terus dipertanyakan apabila satu atau dua cedera membuat lini depan kehilangan kecepatan dan produktivitas. Arsenal sudah memiliki pertahanan sangat kuat serta lini tengah komplet, sehingga persoalan mencetak gol akan terasa lebih menyakitkan dibandingkan kekurangan di sektor lain.

Bursa musim panas ini akhirnya menghadirkan paradoks bagi juara bertahan karena Arsenal berhasil memperkuat fondasi tetapi gagal menuntaskan ambisi terbesarnya. Mereka mengejar Rogers, Vinicius, dan Alvarez untuk menghadirkan faktor pembeda, tetapi menutup pasar Inggris tanpa mendapatkan satu pun.

The Independent menilai keberhasilan membangun skuad yang sangat kuat justru membuat satu kegagalan tersebut terasa semakin menonjol. Arteta memiliki kontrol dan stabilitas yang jarang dimiliki pelatih lain, sehingga setiap kekurangan pada komposisi akhir akan lebih mudah dikaitkan dengan keputusan klub.

Sekarang Arteta tidak memiliki pilihan selain membuktikan bahwa kekuatan kolektif Arsenal mampu menutupi kegagalan transfer tersebut. Jika mereka kembali menjadi juara, keputusan menunggu terlihat cerdas, tetapi jika serangan menjadi titik lemah, musim panas ini dapat dikenang sebagai kesempatan besar yang terbuang.

Scr/Mashable





Don't Miss