Liverpool tengah memasuki babak baru di bawah asuhan pelatih Andoni Iraola, namun kemenangan perdana di panggung Liga Inggris musim ini masih menjadi misteri. Laga lawatan ke markas tim promosi Ipswich Town di Portman Road pada Sabtu dini hari (02.00 WIB) menjadi momentum vital bagi The Reds untuk mengakhiri tren mengecewakan, sekaligus menghindari rekor kelam yang sudah tertidur lebih dari dua dekade.
Berdasarkan perhitungan superkomputer Opta, Liverpool sejatinya diunggulkan mutlak dengan probabilitas kemenangan menyentuh 59,3%, berbanding 19,7% milik tuan rumah. Kendati demikian, realita di atas lapangan justru menebar ancaman nyata bagi para pendukung asal Merseyside.
Saat ini, kubu The Reds terpuruk dalam rangkaian enam laga beruntun tanpa kemenangan di kasta tertinggi (4 imbang, 2 kalah). Rapor merah ini merentang sejak akhir era kepelatihan Arne Slot hingga dua hasil imbang 2-2 secara beruntun kontra Newcastle dan Nottingham Forest musim ini.
Jika kembali gagal menundukkan Ipswich, Liverpool akan mengukir sejarah kelam: melewati tujuh laga beruntun tanpa kemenangan untuk pertama kalinya sejak era mendiang pelatih Gérard Houllier pada 2003 silam.
Rapuhnya barisan pertahanan menjadi titik lemah paling krusial. Skuad racikan Iraola selalu kebobolan minimal dua gol dalam setiap laga pembuka mereka.
Sepanjang sejarah Premier League, satu-satunya momen di mana Liverpool kebobolan dua gol atau lebih dalam tiga laga awal terjadi pada musim 2012/2013 di era Brendan Rodgers.
Tuah Alexander Isak dan Sejarah Superior Kontra Tim Promosi
Di tengah bayang-bayang rekor buruk, sejarah pertemuan melawan tim promosi justru berpihak pada tim tamu. Liverpool memegang rekor tak terkalahkan dalam 20 laga terakhir kontra tim promosi (15 menang, 5 imbang).
Ironisnya, pelatih tim promosi terakhir yang sukses menaklukkan The Reds adalah Gary O’Neil—juru taktik yang kini mengarsiteki Ipswich—saat ia masih menangani Bournemouth pada Maret 2023 lalu.
Harapan terbesar Liverpool kini bertumpu pada pundak Alexander Isak. Penyerang asal Swedia ini memiliki catatan sangat mematikan kala bersua Ipswich, dengan torehan empat gol dalam dua bentrokan terakhir, termasuk aksi hat-trick di Portman Road saat dirinya masih berseragam Newcastle.
Isak juga baru saja membuktikan ketajamannya dengan membobol gawang Nottingham Forest di laga sebelumnya.
Di kubu seberang, Ipswich Town memang tengah menikmati rekor luar biasa berupa 18 laga kandang tak terkalahkan (termasuk kiprah mereka di kasta kedua). Namun, kejamnya level Premier League terbukti menguras ketahanan skuad O’Neil, di mana mereka hanya mampu mencatatkan satu kali clean sheet dalam 36 laga terakhir di kompetisi ini.
Absennya amunisi baru, Emersonn, akibat cedera lutut usai kekalahan telak 2-5 dari Manchester United juga menjadi pukulan telak bagi tuan rumah.
Menjelang laga tensi tinggi ini, Liverpool dipastikan mendapat suntikan tenaga dengan kembalinya Joe Gomez dan Federico Chiesa ke dalam skuad. Sejarah juga mencatat bahwa Portman Road bukanlah tempat yang angker bagi The Reds.
Dalam enam kali lawatannya ke markas Ipswich di era Premier League, Liverpool belum pernah tersentuh kekalahan dengan catatan impresif empat kemenangan dan dua hasil imbang.
Scr/Mashable















