Kondisi Elena Rybakina di US Open 2026 Buat Andy Roddick Khawatir

04.09.2026
Kondisi Elena Rybakina di US Open 2026 Buat Andy Roddick Khawatir
Kondisi Elena Rybakina di US Open 2026 Buat Andy Roddick Khawatir

Elena Rybakina memang mengawali langkahnya di US Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Kendati demikian, mantan juara dunia Andy Roddick justru melihat ada tanda bahaya besar di balik aksi panggung petenis peringkat dua dunia tersebut.

Rybakina sukses menumbangkan petenis muda tuan rumah berusia 17 tahun, Thea Frodin, dengan skor 6-3, 6-2 hanya dalam waktu 74 menit. Dalam laga tersebut, Rybakina tampil dominan tanpa kehilangan satu pun game servis, membukukan 17 winner dan hanya melakukan 11 unforced error.

Di balik papan skor yang begitu kontras, Roddick mendeteksi adanya masalah serius pada pergelangan kaki kiri Rybakina, cedera yang sebelumnya memaksa sang petenis mengundurkan diri saat berhadapan dengan Iga Swiatek di perempat final Cincinnati.

Berbicara dalam podcast Served, Roddick tak ragu mengungkapkan keraguannya.

“Pertandingan yang aneh. Dia memukul bola dengan sangat luar biasa, tetapi seolah malas bergerak mengejar bola. Menurut saya, dia jelas sedang menahan sakit,” ujar Roddick.

Sebelum turnamen dimulai, Rybakina sempat mengaku bahwa berjalan saja kadang terasa menyakitkan hingga ia harus beristirahat total dari lapangan selama sepekan. Saat menyaksikan pergerakan Rybakina di lapangan, Roddick melihat sang petenis sengaja membatasi ruang geraknya.

“Dia hanya menjulurkan badan ke sudut lapangan tanpa ada usaha mengejar bola secara intens. Ada gestur-gestur kecil yang menunjukkan bahwa ia sedang melindungi kakinya,” jelas Roddick.

Meski mobilitasnya terbatas, pukulan Rybakina terbukti tetap mematikan.

“Saya tidak tahu sampai mana batas kemampuannya. Pukulannya sangat sempurna, baik servis maupun return luar biasa,” tambah Roddick.

Ia bahkan menilai keterbatasan fisik itu justru menyederhanakan cara berpikir Rybakina.

“Mungkin dia merasa lebih lepas karena sadar tidak bisa berlari jauh. Hadiah terbesar bagi seorang petenis adalah kejelasan taktik.”

Pertaruhan Takhta Peringkat 1 Dunia

Petenis berusia 27 tahun ini mendarat di New York dengan peluang emas mengkudeta takhta peringkat satu dunia untuk pertama kalinya. Ia bisa mengunci posisi puncak jika mampu melangkah hingga babak semifinal, atau bahkan lebih cepat jika para rivalnya seperti Aryna Sabalenka, Jessica Pegula, dan Coco Gauff gagal menjuarai turnamen.

Roddick meyakini ambisi sejarah inilah yang memaksa Rybakina tetap nekat turun ke lapangan.

“Saya rasa dia tidak akan memaksakan diri tampil jika saat ini berada di peringkat tujuh dunia,” tegas Roddick. “Dia sangat menginginkan predikat nomor satu dunia itu, dan itu sangat masuk akal.”

Rybakina memang tengah menjalani musim 2026 yang luar biasa. Usai menutup tahun 2025 dengan trofi WTA Finals, ia membuka awal tahun 2026 dengan menjuarai Australian Open serta turnamen Stuttgart, melengkapi koleksi 13 gelar sepanjang karier profesionalnya.

Untuk menjaga asa menembus semifinal dan merebut takhta nomor satu dunia, Rybakina dijadwalkan menantang petenis Spanyol peringkat 105 dunia, Jessica Bouzas Maneiro, di babak kedua pada Kamis malam di Stadion Louis Armstrong.

Roddick menyimpulkan bahwa untuk saat ini, nasib Rybakina sepenuhnya bergantung pada keajaiban ayunan raketnya, bukan pergerakan kakinya.

“Sepertinya ada keputusan sadar untuk tidak melakukan akselerasi cepat. Satu-satunya senjata yang ia miliki dan dieksekusi dengan sempurna adalah kualitas pukulan,” pungkas Roddick.

“Jika bola ada di tengah, dia langsung mencoba mencetak winner, dan servisnya dilancarkan dengan tenaga penuh.”

Scr/Mashable





Don't Miss