Amazon semakin serius masuk ke bisnis konektivitas satelit. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut kini mengungkap rencana mengambil alih 20 persen saham milik Apple di Globalstar sebagai bagian dari proses akuisisi senilai US$11,6 miliar.
Informasi tersebut terungkap melalui dokumen pengajuan terbaru Amazon ke Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat. Lewat langkah ini, Amazon ingin memperkuat posisinya di pasar layanan satelit langsung ke smartphone atau direct-to-device (D2D) yang saat ini mulai ramai diperebutkan.
Akuisisi ini juga memperlihatkan ambisi Amazon untuk bersaing langsung dengan layanan SpaceX melalui Starlink Mobile serta AST SpaceMobile di industri konektivitas satelit modern.
Amazon Ambil Alih Saham Apple di Globalstar
Dikutip dari pcmag (27/05/26), dalam dokumen FCC tersebut, Amazon menjelaskan bahwa pihaknya membentuk anak perusahaan bernama Grapefruit Acquisition Sub II untuk menjalankan proses merger dengan Globalstar.
Lewat proses ini, Amazon juga akan mengambil alih 20 persen saham dan hak voting Apple di Globalstar yang sebelumnya diperoleh perusahaan asal Cupertino tersebut pada 2024.
Kala itu, Apple menginvestasikan dana sebesar US$1 miliar ke Globalstar dan membeli sekitar 400 ribu saham Class B senilai US$400 juta.
Meski kepemilikan saham Apple akan beralih ke Amazon, layanan satelit untuk perangkat iPhone dipastikan tetap berjalan.
Amazon bahkan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung layanan satelit Apple sekaligus meningkatkan kualitas jaringan Globalstar di masa mendatang.
Layanan SOS iPhone Tetap Berjalan
Seperti diketahui, Apple mulai memanfaatkan jaringan satelit Globalstar sejak kehadiran fitur Emergency SOS via Satellite di seri iPhone 14.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengirim pesan darurat ketika berada di area tanpa jaringan seluler.
Dalam dokumen FCC, Amazon menyebut investasinya di Globalstar akan membantu memperkuat layanan Mobile Satellite Services (MSS) di frekuensi 1.6/2.4 GHz yang saat ini digunakan jutaan pengguna iPhone.
Selain itu, Amazon juga telah memiliki perjanjian dengan Apple untuk tetap mendukung layanan satelit di perangkat iPhone maupun Apple Watch.
Amazon Ingin Hadirkan Layanan Satelit Lebih Canggih
Tidak hanya mempertahankan layanan yang sudah ada, Amazon ternyata memiliki rencana jauh lebih besar.
Perusahaan tersebut ingin mengembangkan jaringan satelit generasi baru yang mampu menghadirkan layanan voice call, data internet, hingga konektivitas IoT langsung ke smartphone tanpa perangkat tambahan khusus.
Amazon menyebut layanan satelit saat ini masih memiliki banyak keterbatasan, seperti membutuhkan langit cerah agar sinyal tetap stabil.
Karena itu, perusahaan ingin menghadirkan konektivitas yang lebih kuat dengan cakupan lebih luas serta kualitas sinyal yang lebih baik di berbagai kondisi cuaca maupun lokasi terpencil.
Jika berhasil, layanan ini akan membuat smartphone biasa dapat terhubung langsung ke satelit layaknya ke menara seluler di orbit.
Amazon Siapkan Satelit D2D Generasi Baru
Sebelum proses akuisisi berlangsung, Globalstar sebenarnya sudah mengembangkan konstelasi satelit baru bernama C-3 dengan total 48 satelit untuk meningkatkan layanan satelit Apple.
Namun Amazon ingin melangkah lebih jauh dengan menghadirkan konstelasi direct-to-device generasi baru yang akan bekerja berdampingan dengan jaringan satelit Globalstar saat ini.
Melalui sistem baru tersebut, Amazon berencana menghadirkan layanan voice, text, dan data langsung ke smartphone yang mendukung standar 3GPP NTN tanpa memerlukan hardware tambahan.
Selain smartphone, layanan tersebut juga ditujukan untuk perangkat Internet of Things (IoT).
Siap Tantang Starlink Mobile
Langkah agresif Amazon ini dinilai sebagai upaya langsung untuk menantang dominasi Starlink Mobile milik SpaceX yang kini semakin berkembang.
Starlink sendiri mulai menghadirkan layanan data untuk aplikasi tertentu, video call, hingga kecepatan internet satelit yang diklaim bisa mencapai 150Mbps melalui jaringan generasi terbaru mereka.
Di sisi lain, layanan satelit Apple saat ini masih fokus pada komunikasi darurat dan pesan teks sederhana.
Karena itu, investasi besar Amazon di Globalstar diperkirakan akan mempercepat evolusi layanan satelit smartphone menjadi lebih luas dan modern.
Amazon Leo Jadi Senjata Baru di Industri Satelit
Selain mengakuisisi Globalstar, Amazon juga tengah mempersiapkan proyek satelit bernama Amazon Leo yang diposisikan sebagai pesaing baru Starlink.
Berbeda dengan Starlink yang lebih fokus pada internet broadband rumah menggunakan antena khusus, Amazon Leo diproyeksikan mendukung konektivitas langsung ke smartphone dan perangkat mobile.
Amazon bahkan mengungkap telah mengembangkan teknologi phased-array antenna khusus untuk layanan D2D global di frekuensi L-band dan S-band.
Meski belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran maupun harga layanannya, langkah Amazon ini menunjukkan persaingan industri internet satelit global akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.
Scr/Mashable





















