Dari Raja Industri Porno ke Guru Startup Jepang, Keishi Kameyama Ubah Citra dan Raih Status Miliarder

30.06.2026
Dari Raja Industri Porno ke Guru Startup Jepang, Keishi Kameyama Ubah Citra dan Raih Status Miliarder
Tangkapan layar website DMM.com

Tokoh bisnis Jepang Keishi Kameyama berhasil melakukan transformasi citra yang terbilang langka di dunia bisnis.

Sosok yang dulu dikenal sebagai raja industri hiburan dewasa di Jepang kini justru dipandang sebagai salah satu figur penting dalam ekosistem startup dan teknologi Negeri Sakura.

Kameyama merupakan pendiri DMM.com, perusahaan internet raksasa yang awalnya dikenal luas melalui bisnis distribusi konten dewasa.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut berkembang menjadi konglomerasi digital dengan lini bisnis yang jauh lebih luas, mulai dari platform trading valuta asing, video game, sekolah bahasa Inggris online, hingga proyek energi surya.

Tangkapan layar website DMM.com

Perjalanan Kameyama menuju pengakuan publik tidak berjalan mudah. Pada masa awal membangun bisnis, ia kerap mengalami penolakan, termasuk kesulitan mendapatkan pinjaman bank dan dijauhi dalam berbagai kesepakatan bisnis akibat stigma yang melekat pada industri hiburan dewasa.

Kini situasinya berbalik. Sosok yang dulu dianggap kontroversial itu justru mulai diterima sebagai pionir internet Jepang. Bahkan, namanya kerap disebut sebagai panutan bagi generasi muda yang ingin membangun perusahaan rintisan.

Perubahan persepsi publik terhadap Kameyama mulai terlihat beberapa tahun lalu ketika sutradara sekaligus entertainer ternama Jepang, Takeshi Kitano atau yang lebih dikenal sebagai Beat Takeshi, bersedia tampil dalam iklan inkubator startup miliknya. Dukungan tersebut menjadi titik balik penting dalam membangun reputasi baru Kameyama.

Pada Desember 2016, mahasiswa Keio University mengundangnya untuk berbicara mengenai investasi di Afrika dan dukungannya terhadap wirausahawan muda.

Sebulan kemudian, majalah mingguan populer Jepang memberinya kolom khusus di platform digital Bunshun Online, tempat ia menulis tentang pola asuh anak dan hubungan keluarga.

Popularitas Kameyama terus meningkat. Dalam survei mahasiswa yang dilakukan surat kabar ekonomi Jepang, Nikkei, namanya masuk dalam daftar 100 perusahaan terbaik untuk bekerja di Jepang. Posisi DMM bahkan berada di atas perusahaan teknologi global seperti IBM dan Google.

Menurut Kameyama, salah satu alasan DMM diminati para pencari kerja adalah budaya inovasi yang terus berkembang. Ia menilai orang-orang tertarik karena perusahaan selalu mencoba hal baru dan tidak takut bereksperimen.

DMM sendiri menunjukkan pertumbuhan bisnis yang signifikan. Meski identik dengan konten dewasa, kontribusi bisnis tersebut kini hanya menyumbang kurang dari sepertiga total pendapatan grup. Menurut laporan Bloomberg, DMM mencatat penjualan mencapai sekitar US$1,7 miliar.

Ekspansi bisnis yang agresif ini turut mendongkrak kekayaan pribadi Kameyama. Berdasarkan perhitungan Bloomberg Billionaires Index, nilai kekayaannya mencapai sekitar US$3,5 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di Jepang.

Menariknya, gaya hidup Kameyama jauh dari kesan glamor seorang miliarder. Pria yang telah menikah dan memiliki dua anak itu dikenal sederhana. Dengan penampilan khas kaus monokrom dan janggut tipis, ia bahkan disebut masih sering bersepeda ke kantor.

Transformasi Keishi Kameyama menjadi bukti bahwa reputasi dalam dunia bisnis bisa berubah seiring waktu.

Dari sosok yang sempat dipandang sebelah mata karena industri yang digelutinya, ia kini menjelma menjadi simbol inovasi, adaptasi, dan keberanian mengambil risiko dalam ekonomi digital Jepang.

Scr/Mashable




Don't Miss