God of War: Laufey Tuai Pro dan Kontra Sebagian Fans, Dianggap Krisis Identitas!

09.06.2026
God of War: Laufey Tuai Pro dan Kontra Sebagian Fans, Dianggap Krisis Identitas!
God of War: Laufey Tuai Pro dan Kontra Sebagian Fans, Dianggap Krisis Identitas!

Pengumuman game terbaru dalam semesta God of War berjudul God of War: Laufey langsung menjadi topik hangat di kalangan gamer dunia.

Alih-alih melanjutkan petualangan Kratos sebagai karakter utama, Santa Monica Studio justru memperkenalkan Laufey atau Faye sebagai protagonis dalam spin-off terbaru franchise tersebut.

Keputusan ini memunculkan beragam reaksi dari komunitas penggemar. Sebagian menyambutnya dengan antusias karena akhirnya bisa mengetahui kisah lebih dalam mengenai Faye, sosok yang selama ini memiliki peran penting dalam saga Nordik God of War.

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan arah baru yang diambil oleh pengembang untuk salah satu franchise terbesar milik PlayStation tersebut.

Keputusan ini memunculkan beragam reaksi dari komunitas penggemar. Sebagian menyambutnya dengan antusias karena akhirnya bisa mengetahui kisah lebih dalam mengenai Faye, sosok yang selama ini memiliki peran penting dalam saga Nordik God of War.

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan arah baru yang diambil oleh pengembang untuk salah satu franchise terbesar milik PlayStation tersebut.

Absennya Kratos Jadi Sorotan Utama

Salah satu alasan terbesar di balik munculnya pro dan kontra adalah absennya Kratos sebagai karakter utama.

Selama hampir dua dekade, Kratos telah menjadi ikon utama God of War. Mulai dari perjalanan brutalnya melawan para dewa Yunani hingga transformasinya sebagai ayah dalam saga Nordik, karakter ini selalu menjadi pusat cerita yang membawa franchise tersebut meraih kesuksesan besar.

Karena itu, banyak penggemar yang berharap proyek berikutnya akan melanjutkan perjalanan Kratos setelah peristiwa dalam God of War Ragnarök.

Ketika Sony dan Santa Monica Studio justru memperkenalkan Faye sebagai tokoh utama, muncul kekhawatiran bahwa fokus cerita mulai bergeser dari karakter yang selama ini menjadi identitas franchise.

Meski demikian, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Santa Monica Studio masih memiliki rencana untuk menghadirkan kisah baru Kratos di masa depan. Kehadiran Laufey disebut lebih sebagai perluasan dunia God of War daripada pengganti permanen sang Ghost of Sparta.

Ekspektasi Penggemar yang Berbeda-Beda

Selain faktor Kratos, reaksi beragam dari komunitas juga dipengaruhi oleh ekspektasi yang sudah lama berkembang.

Sebagian pemain sebenarnya berharap melihat petualangan solo Atreus setelah berakhirnya God of War Ragnarök. Ada pula yang menginginkan Santa Monica Studio memperkenalkan saga mitologi baru yang berbeda dari dunia Nordik.

Tidak sedikit juga penggemar yang masih menunggu proyek misterius bergenre sci-fi yang selama ini dirumorkan sedang dikembangkan oleh studio tersebut.

Akibatnya, pengumuman God of War: Laufey dianggap tidak sesuai dengan harapan sebagian pemain yang sudah terbentuk jauh sebelum game ini diumumkan secara resmi.

Perubahan Nuansa Cerita Menjadi Perdebatan

Perdebatan tidak hanya terjadi pada pemilihan karakter utama, tetapi juga menyangkut atmosfer dan arah cerita yang ditampilkan dalam trailer perdana.

Salah satu elemen yang cukup banyak dibahas adalah kemunculan karakter baru bernama Phranque, makhluk berbentuk kubus gelatin yang dapat berbicara. Kehadirannya dianggap unik dan menghibur oleh sebagian pemain.

Namun bagi penggemar lama, karakter tersebut dinilai cukup berbeda dari nuansa God of War yang selama ini dikenal serius, gelap, dan sarat konflik emosional.

Perubahan tone seperti ini membuat sebagian komunitas mempertanyakan apakah God of War masih mempertahankan identitas yang sama seperti yang dikenal selama bertahun-tahun.

Perdebatan Mengenai Karakter Utama Perempuan

Faktor lain yang ikut memicu diskusi adalah keputusan menjadikan Faye sebagai karakter utama.

Meski demikian, banyak anggota komunitas yang memberikan dukungan terhadap langkah tersebut. Menurut mereka, Faye bukan karakter baru yang muncul tanpa dasar cerita yang kuat.

Dalam dua game terakhir, Faye justru digambarkan sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan Kratos dan Atreus. Banyak peristiwa penting dalam saga Nordik berawal dari keputusan dan warisan yang ditinggalkannya.

Karena itu, sebagian penggemar menilai spin-off ini merupakan kesempatan yang tepat untuk mengeksplorasi karakter yang selama ini hanya hadir melalui cerita dan kilas balik.

Konsep Cerita yang Masih Misterius

Hal lain yang membuat banyak pemain penasaran adalah latar cerita yang digunakan.

Berbeda dengan dugaan banyak penggemar yang mengira game ini akan menjadi prekuel mengenai masa lalu Faye, God of War: Laufey justru mengambil setting setelah kematiannya dan berlangsung di sebuah realm misterius bernama Everywhen.

Konsep ini dinilai cukup unik karena membuka kemungkinan cerita yang berbeda dari formula God of War sebelumnya. Namun di saat yang sama, pendekatan tersebut juga memunculkan banyak pertanyaan mengenai bagaimana kisah ini akan terhubung dengan alur utama franchise.

Meskipun menuai kritik, tidak sedikit pula penggemar yang menyambut positif kehadiran God of War: Laufey.

Sejak kemunculannya dalam God of War (2018) dan God of War Ragnarök, Faye menjadi salah satu karakter yang paling misterius. Banyak pemain ingin mengetahui lebih jauh tentang kekuatan, masa lalu, serta perannya dalam dunia Nordik sebelum bertemu Kratos.

Bagi kelompok penggemar ini, God of War: Laufey dianggap sebagai cara yang menarik untuk memperluas semesta God of War tanpa harus meninggalkan karakter-karakter yang telah dikenal sebelumnya.

Scr/Mashable




Don't Miss