Google Student Ambassador 2026 Targetkan 2.000 Mahasiswa Kuasai AI

27.04.2026
Google Student Ambassador 2026 Targetkan 2.000 Mahasiswa Kuasai AI
Google Student Ambassador 2026 Targetkan 2.000 Mahasiswa Kuasai AI

Google Indonesia menghadirkan Google Student Ambassador (GSA) 2026 dengan skala lebih besar, menargetkan keterlibatan hingga 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), sekaligus mendorong lahirnya solusi nyata berbasis inovasi anak muda.

Perluasan program ini melanjutkan capaian GSA 2025 yang melibatkan sekitar 800 mahasiswa. Dari program tersebut, muncul berbagai inisiatif berbasis teknologi yang tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu contoh datang dari Syahdika Kurnia Azhari, mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan.

Melalui program ini, ia memanfaatkan teknologi AI seperti Gemini untuk mendukung proses belajar, mulai dari eksplorasi ide hingga simulasi sistem teknik. Pendekatan tersebut mengubah cara pandangnya terhadap dunia engineering yang sebelumnya lebih berfokus pada aspek fisik menjadi lebih terintegrasi dengan teknologi digital.

Pemanfaatan AI dalam proses belajar ini juga mendorong lahirnya inovasi. Bersama timnya, Dika mengembangkan aplikasi “She Success”, sebuah platform yang dirancang untuk membantu perempuan pelaku usaha kecil dalam mengembangkan bisnis mereka.

Proyek ini terinspirasi dari pengalaman pribadi melihat ibunya menjalankan usaha kecil, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjembatani kebutuhan nyata di masyarakat.

Google menilai, pengalaman seperti ini menjadi gambaran penting bahwa penguasaan teknologi tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari.

Pada pelaksanaan 2026, program GSA akan difokuskan pada penguatan keterampilan digital mahasiswa, termasuk pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pengembangan produk, serta penguatan kapasitas kepemimpinan.

Selain itu, peserta juga akan didorong untuk membangun proyek berbasis komunitas yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Dengan peningkatan jumlah peserta yang signifikan, Google berharap program ini mampu memperluas dampak, sekaligus menciptakan ekosistem talenta digital yang lebih merata di Indonesia.

Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi semakin mendesak. Program seperti GSA dinilai menjadi salah satu jalur strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan tersebut.

Ke depan, penguatan kolaborasi antara sektor pendidikan, industri, dan teknologi menjadi kunci agar inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi berkembang menjadi solusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.

Scr/Mashable




Don't Miss