AC Milan Jelang Debut Serie A: Apa yang Sudah Berjalan dan Masih Jadi Masalah?

15.08.2026
AC Milan Jelang Debut Serie A: Apa yang Sudah Berjalan dan Masih Jadi Masalah?
AC Milan Jelang Debut Serie A: Apa yang Sudah Berjalan dan Masih Jadi Masalah?

AC Milan hanya memiliki waktu satu pekan sebelum menjalani pertandingan pertama Serie A 2026/2027.

Di bawah pelatih Ruben Amorim, Rossoneri menunjukkan perubahan besar dalam gaya bermain, tetapi masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, terutama di lini belakang dan bursa transfer AC Milan.

Milan akan menghadapi Torino pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Stadio Olimpico Grande Torino. Pertandingan tersebut juga menjadi momen menarik karena Torino kini dilatih mantan pemain Milan, Ignazio Abate.

Sebelum laga resmi tersebut, Milan masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan di dalam skuad.

Gaya Bermain AC Milan Mulai Berubah

Salah satu hal paling positif dari Milan era Amorim adalah perubahan pendekatan di atas lapangan.

Pelatih asal Portugal itu membawa skema 3-4-2-1 dengan pressing tinggi dan permainan yang lebih agresif. Milan berusaha menguasai pertandingan sejak awal, membangun serangan dari belakang, serta menjaga lawan tetap berada di bawah tekanan.

Pendekatan ini berbeda jauh dari gaya bermain Massimiliano Allegri sebelumnya yang lebih berhati-hati.

Dalam laga pramusim, Milan memang belum mendapatkan hasil konsisten. Rossoneri bermain imbang melawan Celtic dan Inter serta mengalami kekalahan dari Chelsea. Namun, pola permainan yang ingin diterapkan Amorim mulai terlihat.

Bagi Milan, kejelasan filosofi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi musim baru.

Pertahanan Milan Masih Mengkhawatirkan

Di balik perubahan positif tersebut, ada satu masalah besar yang belum terselesaikan: pertahanan AC Milan.

Milan telah kebobolan enam gol dalam tiga pertandingan. Garis pertahanan yang bermain tinggi membuat para pemain belakang harus lebih sering menghadapi situasi satu lawan satu ketika pressing gagal dilakukan.

Sistem build-up dari belakang juga membutuhkan pemain yang mampu bermain tenang di bawah tekanan. Tidak semua pemain Milan langsung nyaman dengan tuntutan tersebut.

Pavlovic, yang sebelumnya menjadi salah satu pemain penting Milan, menjadi salah satu contoh pemain yang masih harus beradaptasi dengan sistem baru Amorim.

Masalah ini menjadi semakin penting karena Milan akan segera memasuki pertandingan kompetitif.

Goncalo Ramos Jadi Transfer Terbesar Milan

Dari sisi bursa transfer AC Milan, klub sempat bergerak sangat cepat pada awal musim panas.

Rossoneri berhasil mendatangkan Goncalo Ramos dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer sekitar €75 juta. Transfer tersebut menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah Milan sekaligus salah satu transfer terbesar di Serie A.

Kehadiran Ramos memberikan solusi untuk posisi penyerang tengah.

Milan membutuhkan striker yang mampu menjadi ujung tombak sekaligus memberikan jaminan gol. Ramos dianggap cocok dengan karakter permainan Amorim karena mampu bergerak aktif dan tidak hanya menunggu bola di kotak penalti.

Mario Gila Juga Jadi Rekrutan Penting

Di lini belakang, Milan mendapatkan Mario Gila. Bek asal Spanyol tersebut dinilai sebagai salah satu rekrutan penting untuk memperkuat pertahanan.

Gila juga sudah menunjukkan potensinya dalam pertandingan pramusim sebelum mengalami cedera saat menghadapi Celtic.

Kedatangan Gila menjadi penting karena Milan membutuhkan bek yang mampu mengikuti tuntutan permainan Amorim, terutama dalam situasi garis pertahanan tinggi dan pembangunan serangan dari belakang.

Bursa Transfer AC Milan Justru Melambat

Masalah mulai muncul setelah dua kebutuhan utama tersebut berhasil dipenuhi.

Aktivitas transfer AC Milan kemudian berjalan lebih lambat. Klub masih kesulitan melepas sejumlah pemain yang tidak masuk rencana Amorim.

Nama seperti Fikayo Tomori, Yacine Adli? Wait source says Fofana, Odogu, Nkunku, Athekame. To avoid mismatch: Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, David Odogu, dan Christopher Nkunku disebut berada di luar rencana.

Sementara itu, Santiago Gimenez dan Pervis Estupinan masih berada dalam situasi yang belum jelas.

Persoalan pemain keluar ini ikut menghambat perekrutan pemain baru. Milan perlu mengurangi jumlah pemain terlebih dahulu sebelum melakukan beberapa langkah berikutnya.

Leao Masih Jadi Tanda Tanya

Situasi Rafael Leao juga menjadi perhatian.

Pemain asal Portugal tersebut dikabarkan terbuka untuk meninggalkan Milan, tetapi hingga kini belum ada tawaran yang dianggap sesuai. Jika tidak terjadi perubahan dalam beberapa hari ke depan, Leao berpeluang tetap berada di San Siro.

Kondisi tersebut menciptakan tanda tanya mengenai status sang winger dalam proyek Amorim.

Selain Leao, situasi Mike Maignan dan Adrien Rabiot juga sempat menjadi perhatian setelah keduanya dikaitkan dengan ketidakpuasan terkait perubahan di Milan.

Dua Posisi Masih Perlu Diperkuat

Dengan kompetisi Serie A segera dimulai, Milan masih memiliki kebutuhan yang cukup jelas.

Setidaknya ada dua posisi yang membutuhkan tambahan pemain, yakni bek tengah dan bek kiri.

Amorim sebelumnya disebut menginginkan Goncalo Inacio untuk memperkuat lini pertahanan. Namun, hingga pertengahan Agustus, pemain tersebut belum bergabung dengan Milan.

Artinya, waktu Milan semakin terbatas. Klub hanya memiliki sekitar dua pekan sebelum bursa transfer ditutup pada awal September.

AC Milan Masih Jadi Proyek yang Belum Selesai

Secara keseluruhan, AC Milan era Ruben Amorim menunjukkan dua wajah berbeda.

Di lapangan, identitas permainan mulai terlihat. Milan bermain lebih agresif, menekan tinggi, dan berusaha menguasai pertandingan. Kehadiran Goncalo Ramos dan Mario Gila juga memberikan tambahan kualitas pada dua sektor penting.

Namun, masalah pertahanan dan komposisi skuad belum sepenuhnya teratasi.

Dengan laga pertama Serie A melawan Torino tinggal satu pekan lagi, Milan harus bergerak cepat. Klub masih membutuhkan tambahan pemain sekaligus harus menyelesaikan masa depan sejumlah pemain yang tidak masuk rencana.

Bagi Milan, dua pekan terakhir bursa transfer bisa menjadi sangat menentukan. Jika kebutuhan Amorim berhasil dipenuhi, Rossoneri memiliki fondasi untuk memulai era baru dengan lebih meyakinkan. Sebaliknya, jika persoalan skuad tidak segera diselesaikan, tekanan terhadap Amorim bisa muncul bahkan sebelum musim berjalan jauh.

Scr/Mashable





Don't Miss