Arsenal Juara Liga Inggris, Ramalan Cristiano Ronaldo Terbukti Akurat

21.05.2026
Arsenal Juara Liga Inggris, Ramalan Cristiano Ronaldo Terbukti Akurat
Arsenal Juara Liga Inggris, Ramalan Cristiano Ronaldo Terbukti Akurat

Megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, terbukti jitu dalam memprediksi peta persaingan Liga Inggris musim ini. Jauh-jauh hari, ia sudah meyakini bahwa Arsenal bakal keluar sebagai kampiun.

Dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis senior Piers Morgan pada November 2025 lalu, pemain berjuluk CR7 itu sempat membagikan pandangannya mengenai sengitnya perburuan takhta juara Premier League musim 2025/2026. Saat itu, Ronaldo tak segan melemparkan pujian setinggi langit untuk performa impresif Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta.

Ketika ditanya mengenai peluang The Gunners mengangkat trofi kasta tertinggi sepak bola Inggris, Ronaldo menjawab dengan optimis.

“Itu sangat mungkin terjadi. Premier League adalah kompetisi yang sulit ditebak karena kualitas antartim papan atas sangat berimbang. Namun, saya tidak merasa Man City akan juara musim ini karena jarak poin yang sudah terlalu jauh,” ujar Ronaldo kala itu.

Mantan ikon Manchester United tersebut menilai Arsenal sudah memiliki modal dan formula yang lengkap untuk menyabet gelar juara, setelah dalam beberapa musim beruntun hanya mampu finis sebagai runner-up. Menurut CR7, konsistensi permainan dan kemampuan menjaga performa menjadi pembeda utama bagi skuad London Utara pada musim ini.

Ramalan sang megabintang akhirnya resmi menjadi kenyataan pada Selasa 20 Mei 2026 dini hari WIB. Hasil imbang 1-1 yang diraih Manchester City saat bertandang ke markas Bournemouth di pekan ke-37 memastikan langkah Arsenal tidak terbendung lagi.

Hasil tersebut sudah cukup bagi Meriam London untuk mengunci gelar juara lebih awal dengan menyisakan satu laga, sekaligus mengakhiri puasa gelar liga domestik yang telah berlangsung selama 22 tahun.

Sontak, ketajaman prediksi Ronaldo langsung memicu kehebohan di jagat maya. Banyak pencinta sepak bola memuji visi dan analisis tajam pemain asal Portugal tersebut.”Pandangan Ronaldo benar-benar sangat akurat,” tulis salah satu akun di media sosial.

Netizen lain ikut berkomentar, “CR7 bahkan lebih memahami momentum Arsenal daripada sebagian besar pendukung klub itu sendiri.”Ada pula yang menambahkan, “Setiap kata yang diucapkan Ronaldo terbukti seratus persen benar setelah lebih dari setengah tahun.”

Pesta Arsenal musim ini bahkan berpotensi menjadi lebih megah. Selain sukses mengamankan trofi Premier League, Bukayo Saka dan kawan-kawan juga berpeluang besar mengawinkan gelar domestik dengan trofi kuping lebar, asalkan mereka mampu menumbangkan Paris Saint-Germain (PSG) di partai final Liga Champions pada 30 Mei mendatang.

Bedah Formula Rahasia Arsenal Angkat Trofi Juara Liga Inggris

Arsenal menjuarai Liga Inggris setelah pesaing terdekat Manchester City diimbangi Bournemouth 1-1 di Stadion Vitality, Bournemouth, Rabu 20 Mei 2026 dini hari WIB.

Dengan hasil ini, Arsenal unggul 82 poin, sementara City tertahan di 78 poin, menyisakan satu laga lagi yang tidak memungkinkan City mengejar

Keberhasilan Arsenal menjuarai Liga Inggris menyudahi penantian 22 tahun setelah terakhir kali menjuarai liga pada 2004, demikian catatan Premier League.

Selain itu, Arsenal bangga memiliki lini pertahanan paling kokoh di liga musim ini. Meriam London tercatat hanya kebobolan 26 gol—tujuh gol lebih sedikit dari pesaing terdekat mereka, Manchester City—sekaligus sukses mengemas 19 catatan tanpa kebobolan (clean sheet).

Rekrutmen Pemain yang Jitu

Manajemen Arsenal jor-joran mendukung visi Mikel Arteta dengan menggelontorkan dana lebih dari £250 juta (sekitar Rp5 triliun) untuk mendatangkan delapan pemain baru pada bursa transfer musim panas lalu. Di bawah komando Direktur Olahraga baru, Andrea Berta, Viktor Gyokeres mendarat sebagai rekrutan bintang klub.

Meski sempat dihujani kritik di awal kedatangannya, torehan 21 gol dari Gyokeres berhasil menjawab tuntas kebutuhan Arsenal akan sosok striker yang haus gol.

Selain itu, sihir Eberechi Eze kerap menghadirkan momen krusial di lapangan, sementara Martin Zubimendi menjelma menjadi pilar yang nyaris tak tergantikan di lini tengah. Christian Mosquera, yang diboyong dengan harga miring sebesar £13 juta, bersama pemain pinjaman Piero Hincapie, berhasil mempertebal tembok pertahanan Arsenal yang memang sudah tangguh.

Jangan lupakan pula kehadiran Declan Rice yang ditebus dari West Ham dengan rekor klub £100 juta pada 2023 lalu, yang kontribusinya terbukti tak ternilai harganya.

Mentalitas Juara

Setelah tiga musim berturut-turut hanya menjadi runner-up dan sempat puasa trofi sejak tahun 2020, kekuatan mental para penggawa Arsenal benar-benar diuji secara ekstrem. Begitu mereka kalah di final Carabao Cup dari City, tersingkir dari FA Cup oleh Southampton, dan sempat kehilangan puncak klasemen Premier League, anak asuh Arteta langsung dicemooh dan dituduh “membuang peluang juara” (bottling).

Seorang suporter City bahkan sempat mengejek dengan gestur ‘meminum’ dari botol berlogo Arsenal, disusul oleh gelombang rundungan yang jauh lebih riuh di media sosial. Namun, para pemain Arsenal memilih menutup telinga dari segala kebisingan luar. Mereka fokus di lapangan dan berhasil tertawa paling akhir di podium juara.

Tembok Pertahanan Kokoh

Arsenal menjelma menjadi tim dengan lini belakang paling ‘pelit’ di liga setelah hanya kebobolan 26 gol (unggul 7 gol dari Man City) dan meraih 19 clean sheet. Saat pertama kali didatangkan dari Brentford untuk menggeser Aaron Ramsdale, kedatangan David Raya sempat diragukan dan dinilai layaknya petasan basah yang gagal meledak.

Namun, Raya membuktikan kelasnya dan membawa Arsenal ke level yang lebih tinggi lewat serangkaian penyelamatan krusial penentu kemenangan, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu kiper terbaik di dunia saat ini.

Di depan Raya, duet Gabriel Magalhaes dan William Saliba terus berkembang menjadi salah satu kemitraan bek tengah terbaik yang pernah disaksikan dalam sejarah Premier League. Dampak instan ini juga tidak lepas dari tangan dingin Gabriel Heinze yang bergabung sebagai pelatih khusus pertahanan musim panas lalu.

Masalah indisipliner yang sempat merugikan klub pada musim sebelumnya pun berhasil dibenahi; terbukti Arsenal belum menerima satu pun kartu merah sepanjang musim ini.

Master Skema Bola Mati

Di bawah arahan pelatih taktik Nicolas Jover, Arsenal bertransformasi menjadi master bola mati yang sangat mematikan. Gol penentu kemenangan Kai Havertz saat melawan Burnley menjadi gol ke-18 Arsenal yang lahir dari situasi sepak pojok di liga musim ini—sebuah rekor baru yang menyumbang 26% dari total 69 gol mereka. Ditambah lagi, ada lima gol lain yang lahir dari skema tendangan bebas.

Menariknya, Arsenal tercatat hanya mencetak 41 gol dari situasi permainan terbuka (open play). Angka ini akan menjadi yang terendah bagi seorang juara Premier League, kecuali jika mereka mampu menggelontorkan lima gol ke gawang Crystal Palace di laga pamungkas untuk menyamai rekor Leicester City pada tahun 2016 (46 gol).

Atmosfer Magis Stadion Emirates

Sejak pertama kali menakhodai klub, salah satu prioritas utama Arteta adalah mengubah atmosfer Stadion Emirates dan menyatukan kembali basis suporter yang sempat kecewa. Arteta berperan besar dalam memperkenalkan lagu karya Louis Dunford, musisi kelahiran Islington, yang berjudul “The Angel”—atau yang lebih dikenal suporter dengan tajuk “North London Forever”—sebagai lagu wajib sebelum pertandingan dimulai.

Meski awalnya sempat dicibir, lagu ini terbukti ampuh menyatukan para pendukung dan kini telah mengalir dalam DNA klub. Declan Rice bahkan menggambarkan atmosfer stadion saat Arsenal membungkam Atletico Madrid di laga semifinal baru-baru ini sebagai atmosfer paling luar biasa dan bising sepanjang 20 tahun sejarah berdirinya Stadion Emirates.

Percaya Proses

Minimnya perolehan trofi di awal karier Arteta serta metode kepelatihannya yang aneh kerap kali mengundang kritik tajam. Mulai dari taktik menggunakan bola lampu untuk memotivasi tim, memutar lagu “You’ll Never Walk Alone” dengan pelantang suara keras saat latihan sebelum bertandang ke Anfield, hingga instruksi janggal agar para pemain memegang pena dalam sebuah sesi latihan tak biasa.

Kritik juga sering datang karena timnya dianggap terlalu ketergantungan pada bola mati, belum lagi aksi emosional Arteta di pinggir lapangan.

Namun, hasil akhir tidak pernah berbohong. Tepat 2,342 hari sejak pertama kali ditunjuk sebagai manajer, Arteta akhirnya sukses mempersembahkan trofi liga pertama bagi Arsenal dalam 22 tahun terakhir.

Dengan partai final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain yang sudah menanti pada 30 Mei mendatang, Arteta berpeluang mengukir sejarah baru sebagai manajer pertama yang membawa Arsenal rajah di panggung tertinggi Eropa. Kontrak pelatih asal Spanyol ini akan habis pada tahun 2027, tetapi penandatanganan perpanjangan kontrak pada musim panas ini diyakini hanyalah formalitas belaka.

Scr/Mashable





Don't Miss