Ronaldo Diduga Ucap Bismillah dan Sisi Lain Kedekatannya dengan Budaya Islam

03.07.2026
Ronaldo Diduga Ucap Bismillah dan Sisi Lain Kedekatannya dengan Budaya Islam
Ronaldo Diduga Ucap Bismillah dan Sisi Lain Kedekatannya dengan Budaya Islam

Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian publik dunia, bukan hanya karena gol pentingnya untuk Portugal di Piala Dunia 2026. Kali ini, sorotan mengarah pada momen sebelum eksekusi penalti ketika bibirnya tertangkap kamera dan diduga mengucapkan “Bismillah”.

Momen itu terjadi saat Portugal menang 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Jumat (03/07/2026). Ronaldo mencetak gol penalti pada menit ke-68, lalu Goncalo Ramos memastikan kemenangan Portugal lewat sundulan pada masa injury time.

Dalam tayangan close-up sebelum penalti, Ronaldo terlihat berbicara pelan kepada dirinya sendiri sebelum mengambil ancang-ancang. Sejumlah warganet kemudian menduga kapten Portugal itu mengucapkan kata “Bismillah”, frasa Arab yang berarti “dengan nama Allah”.

Dugaan tersebut langsung menyebar di media sosial karena terjadi pada laga besar yang sangat menentukan nasib Portugal. Penalti itu tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga menjadi gol pertama Ronaldo di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya.

Bagi Ronaldo, gol itu menghadirkan catatan sejarah baru dalam perjalanan panjangnya bersama tim nasional Portugal. Pada usia 41 tahun, ia tercatat sebagai pemain tertua yang mencetak gol pada fase gugur Piala Dunia.

Namun, viralnya momen tersebut perlu dibaca secara hati-hati agar tidak berubah menjadi klaim berlebihan. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Ronaldo yang membenarkan bahwa ia benar-benar mengucapkan “Bismillah” atau mengaitkannya dengan perubahan keyakinan pribadi.

Bukan Kali Pertama

Perbincangan soal Ronaldo dan ucapan “Bismillah” bukan pertama kali muncul. Sebelumnya, ia juga ramai dibahas setelah diduga mengucapkan kata serupa ketika membela Al Nassr melawan Al Najma di Saudi Pro League.

Pada laga tersebut, Al Nassr menang 5-2 atas Al Najma dan Ronaldo mencetak dua gol setelah pulih dari cedera. Salah satu golnya lahir lewat penalti pada menit ke-56, sebelum ia menambah gol lagi pada menit ke-73.

Cuplikan pendek dari pertandingan itu kemudian beredar luas di Instagram dan berbagai platform lain. Warganet menyoroti gerak bibir Ronaldo sebelum penalti, lalu menghubungkannya dengan kehidupan sang pemain di Arab Saudi

Dua momen yang berjarak beberapa bulan itu membuat narasi kedekatan Ronaldo dengan budaya Islam kembali menguat.

Menghormati Azan dan Tradisi Lokal

Sejak bergabung dengan Al Nassr pada awal 2023, Ronaldo memang menjadi wajah paling populer dalam proyek besar sepak bola Arab Saudi. Kehadirannya membuka jalan bagi gelombang bintang Eropa lain yang kemudian meramaikan Saudi Pro League.

Ronaldo beberapa kali menyampaikan bahwa ia merasa nyaman tinggal di Arab Saudi bersama keluarganya. Dalam wawancara dengan Rio Ferdinand, ia menyebut Saudi sebagai negara yang indah dan mengatakan keluarganya juga mencintai kehidupan di sana.

Ia bahkan menyebut kawasan Laut Merah sebagai “rumah kedua” karena sering menghabiskan waktu bersama keluarga di sana. Ronaldo juga memuji AlUla sebagai tempat yang indah, spiritual, dan memiliki energi yang bisa dirasakan secara langsung.

Pernyataan itu membuat publik melihat hubungan Ronaldo dengan Arab Saudi tidak sebatas kontrak sepak bola. Ia dipandang semakin terhubung dengan budaya lokal, tradisi sosial, serta atmosfer religius yang sangat kuat di negara tersebut.

Kedekatan Ronaldo dengan budaya Saudi juga pernah dibicarakan oleh mantan kiper Al Nassr, Waleed Abdullah. Dalam beberapa laporan, Waleed menyebut Ronaldo menunjukkan ketertarikan pada budaya setempat dan menghormati waktu salat para pemain Muslim.

Menurut laporan Ynet, Waleed mengatakan Ronaldo pernah ikut melakukan gerakan sujud di lapangan setelah mencetak gol. Ia juga disebut menghentikan latihan ketika azan berkumandang agar para pemain dapat menunaikan salat.

Cerita tersebut menjadi salah satu alasan mengapa setiap gestur kecil Ronaldo mudah dikaitkan dengan dunia Islam. Bagi penggemar Muslim, tindakan sederhana seperti menghormati azan atau memakai busana tradisional Saudi sudah cukup untuk memunculkan rasa dekat.

Cristiano Jr Sempat Mengucap “Insya Allah”

Spekulasi tentang kedekatan keluarga Ronaldo dengan budaya Islam juga pernah muncul di channel YouTube pribadinya lewat Cristiano Jr. Putra sulung Ronaldo itu sempat menjawab “Insya Allah” ketika ditanya apakah ia ingin bermain bersama ayahnya suatu hari nanti.

Ucapan tersebut langsung ramai karena Cristiano Jr tinggal di Riyadh dan bermain di lingkungan sepak bola Al Nassr. Banyak pihak menilai ia kemungkinan menyerap istilah sehari-hari dari teman-temannya di Arab Saudi, sama seperti anak-anak lain yang hidup dalam lingkungan baru.

Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh lingkungan terhadap bahasa dan kebiasaan keluarga Ronaldo. Kata seperti “Insya Allah”, “Alhamdulillah”, atau “Bismillah” sangat lazim dipakai di negara mayoritas Muslim, termasuk dalam percakapan nonformal.

Bagi publik Saudi dan penggemar Muslim dunia, detail kecil semacam itu terasa emosional karena datang dari keluarga atlet paling populer di planet ini.

Nilai Universal yang Membuat Ronaldo Mudah Dikagumi

Di luar isu “Bismillah”, Ronaldo sejak lama dikagumi karena disiplin, kerja keras, dan komitmennya menjaga tubuh. Ia bertahan di level tertinggi lebih dari dua dekade karena pola hidup profesional yang sangat ketat.

Nilai-nilai seperti disiplin, konsistensi, menjaga kesehatan, dan menghormati keluarga kerap dianggap selaras dengan ajaran moral dalam Islam. Itulah mengapa sebagian penggemar Muslim merasa mudah menemukan sisi inspiratif dari sosok Ronaldo.

Ronaldo juga dikenal tidak memiliki tato, sebuah pilihan yang sering dikaitkan dengan kebiasaannya mendonorkan darah. Dalam wawancara lama, ia pernah menyatakan tidak bertato karena sering mendonorkan darah, termasuk donor sumsum tulang.

Selain itu, publik Indonesia masih mengingat hubungan emosional Ronaldo dengan Martunis, penyintas tsunami Aceh yang ditemukan mengenakan jersey Portugal. Kisah Martunis menjadi bagian dari memori kemanusiaan yang membuat nama Ronaldo dekat dengan sebagian masyarakat Indonesia.

Namun yang perlu menjadi catatan dan hal paling penting dari viralnya momen ini adalah menjaga akurasi. Sampai saat ini, Ronaldo tidak pernah mengumumkan dirinya memeluk Islam, sehingga narasi “Ronaldo mualaf” tidak boleh ditulis sebagai fakta.

Scr/Mashable





Don't Miss