Christian Pulisic Buka Suara soal Tuduhan Selingkuh dan Aplikasi Kencan saat Nasibnya di AC Milan Dipertaruhkan

17.07.2026
Christian Pulisic Buka Suara soal Tuduhan Selingkuh dan Aplikasi Kencan saat Nasibnya di AC Milan Dipertaruhkan
Christian Pulisic Buka Suara soal Tuduhan Selingkuh dan Aplikasi Kencan saat Nasibnya di AC Milan Dipertaruhkan

Christian Pulisic akhirnya angkat bicara mengenai kandasnya hubungan dengan pegolf profesional Alexa Melton. Pemain AC Milan itu memilih mengenang mantan kekasihnya secara positif, meski kisah perpisahan mereka sempat diwarnai tuduhan penggunaan aplikasi kencan.

Pernyataan Pulisic muncul ketika kehidupannya sedang menjadi sorotan dari dua arah sekaligus. Selain menghadapi persoalan pribadi, kapten Timnas Amerika Serikat tersebut juga harus memikirkan pemulihan cedera dan masa depannya bersama AC Milan.

Dalam wawancara dengan Time, Pulisic mengatakan tidak memandang buruk terhadap Melton. Pemain berusia 27 tahun itu justru mengakui bahwa mantan pasangannya pernah memberi dukungan besar selama mereka menjalani hubungan.

“Bagi saya, dia selalu terlihat dalam pandangan yang positif. Dia menyenangkan dan mendukung saya dalam segala hal,” kata Pulisic dalam wawancara yang dilakukan pada Februari 2026 dan dipublikasikan beberapa bulan kemudian.

Menurut Pulisic, Melton kerap mendorongnya untuk menikmati kehidupan di luar sepak bola. Ia merasa terbantu karena sang mantan kekasih mengajaknya melakukan lebih banyak aktivitas dan tidak hanya tenggelam dalam tekanan sebagai pemain profesional.

Meski berbicara dengan hangat, Pulisic memilih tidak menjelaskan penyebab hubungan mereka berakhir. Ia juga tidak memberikan tanggapan terperinci mengenai komentar Melton yang sempat memicu dugaan perselingkuhan.

Christian Pulisic dan Alexa Melton mulai berpacaran pada Juni 2024. Hubungan mereka cukup terbuka dan beberapa kali terlihat bersama dalam berbagai kesempatan, termasuk sebuah acara publik pada Desember tahun yang sama.

Tanda-tanda perpisahan mulai muncul pada awal April 2026. Melton mengisyaratkan bahwa hubungan mereka telah selesai ketika menanggapi komentar seorang pengguna media sosial pada 6 April.

Seorang warganet menyebut perpisahan tersebut sebagai kesalahan besar yang akan terus dibicarakan. Melton kemudian membalas dengan komentar yang menyinggung Raya, aplikasi kencan eksklusif yang hanya dapat digunakan melalui undangan.

Dalam komentar yang telah dihapus, Melton mengklaim Pulisic sudah berada di Raya sebelum hubungan mereka benar-benar berakhir. Ia juga sempat melontarkan pertanyaan mengenai kemungkinan mengunggah profil Pulisic dari aplikasi tersebut.

Komentar itu dengan cepat menyebar dan memunculkan dugaan bahwa Pulisic telah menggunakan aplikasi kencan saat masih bersama Melton. Kehidupan pribadi sang pemain pun menjadi perbincangan di media sosial menjelang Piala Dunia 2026.

Namun, hanya tiga hari setelah komentar tersebut beredar, Melton menarik kembali pernyataannya. Ia mengaku menerima informasi yang keliru dan menilai komentarnya telah digunakan untuk membangun narasi yang tidak sesuai kenyataan.

Melalui unggahan Instagram Stories pada 9 April, Melton secara tegas menyebut Pulisic bukan seorang yang berselingkuh. Ia juga mengatakan tuduhan mengenai mantan kekasihnya telah dipahami di luar konteks.

“Saya membuat beberapa komentar mengenai persoalan pribadi dan semuanya dibawa ke luar konteks. Saya menerima informasi yang salah. Dia bukan seorang yang berselingkuh,” tulis Melton.

Ia kemudian meminta publik tidak membuat kesimpulan lain di luar klarifikasinya. Melton juga menyatakan tidak akan kembali membahas persoalan tersebut demi menghormati privasi dirinya dan Pulisic.

Dilansir People, Pulisic tidak pernah menanggapi kontroversi itu dengan menyerang Melton. Ia memilih berbicara mengenai pengalaman baik yang mereka jalani, tanpa membahas aplikasi Raya maupun tuduhan yang sempat muncul.

Sikap tersebut sejalan dengan cara Pulisic menghadapi rumor tentang kehidupan pribadinya selama ini. Ia cenderung menutup ruang spekulasi dan menghindari perdebatan terbuka di media sosial.

Pada Desember 2025, Pulisic juga pernah membantah rumor yang mengaitkannya dengan aktris Sydney Sweeney. Saat itu, ia meminta publik berhenti membuat cerita palsu mengenai kehidupan pribadinya.

Masa Depan Pulisic di Milan

Setelah kontroversi mengenai Alexa Melton mereda, perhatian beralih kepada masa depan Christian Pulisic bersama AC Milan. Pemain Amerika Serikat itu sedang berada pada fase penting dalam kariernya setelah klub memasuki era baru di bawah Ruben Amorim.

Kontrak Pulisic bersama Milan berlaku hingga 2027. Rossoneri juga memiliki opsi untuk memperpanjang masa kerjanya selama satu musim, tetapi manajemen dikabarkan menginginkan kontrak baru yang lebih panjang.

Milan disebut ingin mengikat Pulisic hingga 2030 atau 2031. Namun, sang pemain belum terburu-buru memberikan persetujuan karena ingin memahami lebih dahulu arah proyek olahraga yang sedang dibangun Amorim.

Mengutip The Athletic menyebut Pulisic ingin menilai sistem permainan, perannya di lapangan, dan rencana jangka panjang klub. Ia tidak ingin mengambil keputusan hanya berdasarkan nilai kontrak yang ditawarkan.

Pertimbangan itu cukup masuk akal karena Pulisic akan berusia 28 tahun pada September 2026. Kesepakatan berikutnya berpotensi menjadi kontrak besar terakhirnya ketika masih berada dalam usia terbaik sebagai pemain profesional.

Situasi Milan juga berubah setelah Pulisic meninggalkan klub untuk mengikuti Piala Dunia. Rossoneri kini mempunyai pelatih baru, staf baru, serta rencana perombakan skuad yang dapat memengaruhi posisinya.

Pulisic belum dapat langsung mengikuti seluruh program tim karena masih menjalani pemulihan cedera. Masalah fisik tersebut didapat ketika Amerika Serikat dikalahkan Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Ia mengalami benturan ketika mengikuti sebuah serangan dan sempat mencoba melanjutkan pertandingan. Namun, kondisinya memburuk sehingga akhirnya harus ditarik keluar sebelum laga berakhir.

Pemeriksaan medis dilaporkan menemukan memar tulang dan retakan mikro pada bagian bawah kakinya. Cedera itu diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar empat hingga enam pekan.

Masalah tersebut menutup perjalanan Piala Dunia yang mengecewakan bagi Pulisic. Ia gagal mencetak gol dan tidak dapat tampil dalam kondisi terbaik karena sebelumnya juga mengalami gangguan pada betis.

Cedera betis membuat menit bermainnya harus dikelola secara hati-hati sepanjang turnamen. Timnas Amerika Serikat tidak dapat menggunakan sang kapten secara maksimal, terutama ketika memasuki pertandingan fase gugur.

Milan kini bekerja sama dengan pihak Timnas Amerika Serikat untuk memantau proses pemulihan. Targetnya adalah membuat Pulisic kembali berlatih bersama skuad pada Agustus.

Apabila rehabilitasinya berjalan tanpa hambatan, ia masih berpeluang tampil pada pertandingan pembuka Serie A. Kemungkinan itu membuat Milan tidak terlalu khawatir mengenai ancaman cedera jangka panjang.

Cedera bukan satu-satunya persoalan yang harus diselesaikan Pulisic. Ia juga perlu mengembalikan konsistensi setelah mengalami penurunan performa pada paruh akhir musim 2025/2026.

Pulisic menutup kompetisi Serie A dengan catatan delapan gol dan empat assist. Angka tersebut tetap menunjukkan kontribusi penting, tetapi tidak sepenuhnya menggambarkan kesulitannya menjelang akhir musim.

Ia gagal mencetak gol dalam 19 pertandingan liga terakhirnya. Catatan itu menjadi perhatian karena Pulisic sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain Milan yang paling mampu menciptakan perbedaan di lini depan.

Penurunan tersebut dapat dipengaruhi oleh kebugaran, perubahan peran, dan kondisi tim secara keseluruhan. Namun, Amorim tetap membutuhkan Pulisic untuk kembali ke level terbaik jika ingin menjadikannya bagian penting dari proyek baru.

Meski situasinya belum sepenuhnya jelas, Ruben Amorim telah menyampaikan dukungan terbuka kepada Pulisic. Pelatih asal Portugal itu menyebut sang pemain memiliki kualitas yang sangat cocok dengan idenya.

Amorim mengakui cedera Pulisic di Piala Dunia harus diperiksa lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan sang pemain tetap dibutuhkan oleh Milan.

Menurut Amorim, Pulisic mempunyai karakter yang berguna dalam menghadapi tim-tim Serie A. Banyak klub Italia bertahan dengan rapat dan menyisakan ruang sempit di antara lini, sehingga dibutuhkan pemain yang mampu bergerak cepat dalam area tersebut.

Pulisic dapat menerima bola di antara pemain lawan, berbalik dengan cepat, dan melakukan kombinasi pendek. Ia juga mampu menciptakan peluang melalui dribel, umpan terakhir, maupun pergerakan tanpa bola.

Fleksibilitas menjadi nilai tambah lainnya. Pulisic dapat dimainkan sebagai winger kanan, winger kiri, gelandang serang, atau salah satu pemain di belakang penyerang utama.

Dukungan Amorim dapat menjadi faktor penting dalam pembicaraan kontrak. Namun, Pulisic kemungkinan ingin melihat lebih dahulu apakah pujian tersebut benar-benar diikuti peran besar ketika kompetisi dimulai.

Scr/Mashable





Don't Miss