Jadwal dan Link Live Streaming Liga Italia 2025/26 Pekan ke-29: Duel Inter Milan vs Atalanta dan Udinese vs Juventus

13.03.2026
Jadwal dan Link Live Streaming Liga Italia 2025/26 Pekan ke-29: Duel Inter Milan vs Atalanta dan Udinese vs Juventus
Jadwal dan Link Live Streaming Liga Italia 2025/26 Pekan ke-29: Duel Inter Milan vs Atalanta dan Udinese vs Juventus

Liga Italia 2025/2026 memasuki pekan ke-29 dengan pertandingan menarik, termasuk Inter Milan vs Atalanta dan Udinese vs Juventus, yang menjadi sorotan utama dalam perebutan posisi puncak klasemen. Berikut jadwal lengkap serta link live streaming untuk menyaksikan semua aksi Serie A pekan ini, di mana setiap hasil bisa mengubah dinamika gelar juara dan zona Eropa.

Dua tim yang baru saja terluka, Inter Milan dan rival regional mereka, Atalanta BC, harus segera membuka lembaran baru. Keduanya mengincar momentum kebangkitan setelah hasil minor yang menyakitkan di laga terakhir masing-masing.
Langkah mulus Inter menuju Scudetto sempat terganjal setelah menelan kekalahan pahit di Derby della Madonnina.

Di sisi lain, La Dea datang ke San Siro dengan mental yang goyah usai dihajar habis-habisan di kancah Liga Champions.

Derby della Madonnina kedua musim ini sejatinya menjadi panggung pembuktian bagi dua pemburu gelar. Namun, AC Milan yang tertinggal 10 poin dari Inter tidak punya pilihan selain menang.

Sial bagi sang pemuncak klasemen, armada asuhan Cristian Chivu kembali harus mengakui keunggulan rival sekotanya tersebut di San Siro.

Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan Inter di liga yang terjaga sejak akhir November lalu. Chivu kini punya tugas berat untuk membenahi performa timnya yang mulai goyah; Inter menelan tiga kekalahan dari enam laga terakhir di semua kompetisi—jumlah yang sama dengan total kekalahan mereka dalam 20 laga sebelumnya.

Meski demikian, Inter tetap menjadi favorit utama peraih Scudetto karena minimnya hasil imbang dibanding Milan. Selain itu, mereka juga hanya selangkah lagi menuju final Coppa Italia.

Menghadapi Atalanta bisa menjadi pelipur lara yang sempurna mengingat dominasi panjang Inter atas klub Bergamo tersebut.

Inter tercatat belum pernah kalah dari Atalanta sejak 2018 dan menyapu bersih kemenangan dalam tujuh pertemuan terakhir di liga. Bahkan di San Siro, Atalanta sudah hampir 12 tahun tidak mencicipi kemenangan atas Inter. Dalam kurun waktu itu, mereka kalah 8 kali dari 11 kunjungan dengan rata-rata kebobolan 2,5 gol per laga.

Sedangkan pasukan Raffaele Palladino bertandang ke Milan dengan luka menganga. Mimpi mereka di Liga Champions hancur berkeping-keping setelah digilas Bayern Munchen 1-6 di kandang sendiri pada Selasa lalu. Defisit tiga gol sebelum turun minum membuat leg kedua pekan depan terasa seperti formalitas belaka.

Performa domestik Atalanta juga sedang menurun. Mereka hanya meraih satu poin dari dua laga liga terakhir. Kekalahan perdana di tahun 2026 saat melawan 10 pemain Sassuolo telah merusak ambisi menembus empat besar, ditambah hasil imbang dramatis melawan Udinese akhir pekan lalu.

Sejak kedatangan Palladino pada November, Atalanta sebenarnya termasuk dalam empat besar tim dengan poin terbanyak dan pertahanan terbaik. Namun, performa tersebut harus segera ditemukan kembali jika mereka ingin mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.

Badai cedera masih menghantui Inter, terutama absennya sang kapten sekaligus top skor sementara, Lautaro Martinez. Statistik mencatat Inter memenangkan 77% laga saat ‘El Toro’ bermain. Tanpa dirinya, persentase kemenangan anjlok hingga 37% dengan produktivitas gol menurun 1,4 gol per laga.

Hakan Calhanoglu diprediksi bisa kembali merumput, namun Alessandro Bastoni masih diragukan. Di lini depan, Chivu kemungkinan akan menduetkan dua dari nama-nama seperti Francesco Pio Esposito, Marcus Thuram, atau Ange-Yoan Bonny.

Di kubu tamu, Gianluca Scamacca yang baru saja mencetak brace ke gawang Udinese akan bersaing dengan Nikola Krstovic untuk memimpin lini serang. Palladino berharap Ederson bisa pulih tepat waktu, meski kondisi Giacomo Raspadori dan Charles De Ketelaere masih dipantau setelah baru kembali berlatih.

Sejarah mencatat Inter sangat superior atas sesama tim Nerazzurri ini. Dengan catatan tujuh kemenangan beruntun dalam head-to-head di Serie A, tuan rumah diprediksi akan mampu mengeksploitasi rapuhnya mental Atalanta akhir pekan ini untuk kembali ke jalur kemenangan.

Di pertandingan lainnya, raksasa Serie A, Juventus, akan bertandang ke markas Udinese di Bluenergy Stadium. Duel bertajuk “Derbi Bianconeri” ini menjadi krusial bagi tim tamu yang sedang berjuang keras menembus posisi empat besar.

Juventus datang ke Udine dengan motivasi tinggi meski saat ini masih tertahan di peringkat keenam. Sementara itu, tuan rumah Udinese duduk nyaman di papan tengah klasemen, relatif aman dari ancaman degradasi namun sulit mengejar zona Eropa.

Pasukan asuhan Luciano Spalletti baru saja memutus tren negatif. Setelah hanya meraih dua poin dari empat laga liga—ditambah kegagalan di kompetisi Eropa dan Coppa Italia—Juve akhirnya mengamuk pekan lalu.

Meski sempat kesulitan di babak pertama saat melawan Pisa, Andrea Cambiaso dkk. tampil trengginas di paruh kedua. Gol-gol dari Cambiaso, Khephren Thuram, Kenan Yildiz, dan Jeremie Boga memastikan kemenangan telak di Allianz Stadium.

Kemenangan di Udine akhir pekan ini sangat krusial. Pasalnya, dua rival utama mereka, Como (peringkat ke-5) dan Roma, akan saling bentrok pada hari Minggu. Jika menang, Juventus dipastikan akan melompati posisi kedua tim tersebut setidaknya selama 24 jam.

Sejarah mencatat Juventus adalah “momok” bagi Udinese. Dalam 15 pertemuan terakhir di Friuli, Udinese hanya menang sekali dan menelan 10 kekalahan. Musim ini pun Juventus sangat dominan, mengalahkan Udinese 3-1 di liga dan menyingkirkan mereka dari Coppa Italia dengan skor 2-0.

Meski begitu, Spalletti harus waspada dengan lini pertahanan timnya yang telah kebobolan setidaknya tiga gol dalam empat laga tandang terakhir. Beruntung, sejak Spalletti mengambil alih kursi kepelatihan dari Igor Tudor Oktober lalu, Juve menjadi tim paling produktif di Serie A setelah Inter Milan.

Kabar baik menghampiri Juventus dengan kembalinya Dusan Vlahovic ke sesi latihan penuh setelah absen tiga bulan. Kehadirannya akan mengancam posisi Jonathan David di ujung tombak. Sementara itu, bintang muda Kenan Yildiz berpeluang mencetak sejarah; jika mencetak satu gol lagi (menjadi 10 gol), ia akan menjadi pemain asing U-21 pertama di sejarah Juve yang mencapai dua digit gol dalam satu musim.

Di kubu tuan rumah, pelatih Kosta Runjaic masih mengandalkan Keinan Davis. Penyerang asal Inggris ini juga telah mengoleksi 9 gol dan berambisi mengikuti jejak Tammy Abraham sebagai pemain Inggris yang sukses mencetak dua digit gol di Serie A.

Dengan motivasi mengejar zona Liga Champions yang lebih besar, Juventus diunggulkan untuk mencuri poin penuh di markas Udinese sekaligus memperpanjang dominasi mereka dalam sejarah pertemuan kedua tim.

Jadwal Liga Italia 2025/2026 Pekan ke-29

Sabtu, 14 Maret

02:45 – Torino vs Parma
21:00 – Inter vs Atalanta.

Minggu, 15 Maret

00:00 – Napoli vs Lecce
02:45 – Udinese vs Juventus
18:30 – Verona vs Genoa.

21:00 – Pisa vs Cagliari
21:00 – Sassuolo vs Bologna

Senin, 16 Maret

00:00 – Como vs AS Roma
02:45 – Lazio vs AC Milan.

Selasa, 17 Maret

02:45 – Cremonese vs Fiorentina.

Link Live Streaming Liga Italia 2025/2026 Pekan ke-29

Penggemar di Indonesia dapat menyaksikan seluruh laga Liga Italia 2025/2026 pekan ini secara eksklusif melalui platform Vidio.

Scr/Mashable





Don't Miss