Jamal Musiala Kolaps Dua Kali, Apa Itu Absence Seizure yang Dialaminya?

19.08.2026
Jamal Musiala Kolaps Dua Kali, Apa Itu Absence Seizure yang Dialaminya?
Jamal Musiala Kolaps Dua Kali, Apa Itu Absence Seizure yang Dialaminya?

Dua kali Jamal Musiala terjatuh di lapangan hanya dalam empat hari membuat perhatian publik sepak bola beralih dari pertandingan menuju kondisi kesehatannya. Gelandang Bayern Munich itu kemudian mengungkap dirinya mengalami absence seizure, episode singkat akibat gangguan neurologis yang menurutnya dapat ditangani.

Pengakuan itu sekaligus menjawab kekhawatiran setelah Musiala kembali mengalami insiden ketika Bayern mengalahkan Heidenheim 4-2 dalam laga persahabatan pada Selasa. Beberapa hari sebelumnya, pemain berusia 23 tahun tersebut juga mengalami kejadian serupa saat menghadapi RB Leipzig.

Dilansir ESPN, Rabu (19/08/2026) Musiala menyebut diagnosisnya sebagai episode absence seizure singkat dan sementara yang muncul akibat suatu gangguan neurologis. Pemain internasional Jerman tersebut mengatakan kondisinya sedang ditangani tenaga medis dan tetap merasa optimistis mengenai kelanjutan kariernya.

Kasus Musiala kemudian memunculkan pertanyaan yang lebih luas karena istilah absence seizure mungkin belum familier bagi banyak penggemar sepak bola. Berbeda dengan gambaran kejang yang identik dengan tubuh bergetar hebat, kondisi ini dapat muncul sebagai hilangnya kesadaran lingkungan selama beberapa detik.

Apa Itu Absence Seizure yang Dialami Jamal Musiala?

Mayo Clinic menjelaskan absence seizure sebagai episode hilangnya kesadaran secara singkat dan tiba-tiba, dengan kondisi tersebut lebih sering ditemukan pada anak-anak dibanding orang dewasa. Seseorang dapat mendadak berhenti melakukan aktivitas, menatap kosong, kemudian kembali sadar dengan cepat.

Massachusetts General Hospital memberikan gambaran serupa bahwa absence seizure merupakan jenis kejang general yang dimulai dari kedua sisi otak secara bersamaan. Episode tersebut menyebabkan gangguan kesadaran sementara dan dalam banyak kasus hanya berlangsung sekitar lima hingga 30 detik.

Karena berlangsung sangat singkat, absence seizure terkadang keliru dianggap sebagai kehilangan konsentrasi, melamun, atau tidak memperhatikan lingkungan sekitar. Times of India mencatat karakter seperti inilah yang membuat kondisi tersebut tidak selalu mudah dikenali hanya melalui pengamatan sekilas.

Pada bentuk yang umum, seseorang dapat tiba-tiba berhenti berbicara atau bergerak, menatap kosong, lalu melanjutkan aktivitas seperti sebelumnya. Mayo Clinic menyebut episode sederhana biasanya berlangsung sekitar 10 detik, meskipun dalam beberapa kasus dapat mencapai sekitar 30 detik.

Apa yang Terjadi Saat Absence Seizure Muncul?

Seseorang yang mengalami absence seizure dapat kehilangan kesadaran terhadap lingkungan untuk beberapa detik dan tidak merespons secara normal saat diajak berinteraksi. Setelah episode berakhir, kesadaran biasanya kembali dengan cepat tanpa kebingungan, sakit kepala, atau rasa kantuk berkepanjangan.

Beberapa tanda lain dapat menyertai absence seizure, seperti kelopak mata berkedip cepat, gerakan bibir, mengunyah, atau menggosok jari secara berulang. Gejala kecil tersebut membuat episode berbeda dari gambaran kejang tonik-klonik yang biasanya disertai gerakan tubuh lebih dramatis.

Times of India juga mencatat seseorang sering tidak memiliki ingatan mengenai episode yang baru terjadi setelah kesadarannya kembali normal. Jika kejadian muncul berkali-kali, gangguan singkat itu dapat menginterupsi aktivitas sehari-hari meskipun masing-masing episode berlangsung hanya beberapa detik.

Namun, apa yang terlihat pada Musiala tidak cukup untuk menentukan secara terperinci bagaimana absence seizure tersebut muncul pada tubuhnya. Pernyataan publik sang pemain tidak mengungkap detail medis individual, sehingga penyebab spesifik dirinya sampai terjatuh tidak bisa disimpulkan dari rekaman pertandingan.

Mengapa Jamal Musiala Bisa Terlihat Kolaps?

Pertanyaan tersebut penting karena absence seizure tipikal pada dasarnya tidak selalu menyebabkan seseorang jatuh ke tanah seperti pada beberapa jenis kejang lainnya. Mayo Clinic bahkan mencantumkan berhenti melakukan aktivitas tanpa terjatuh sebagai salah satu gambaran yang dapat ditemukan dalam episode tipikal.

Dalam kasus Musiala, situasinya terjadi ketika ia sedang aktif bermain sepak bola, sehingga kehilangan kesadaran lingkungan sesaat memiliki konteks berbeda dibanding ketika seseorang duduk diam. Times of India mencatat Musiala terlihat kehilangan orientasi sebelum kemudian terjatuh dalam dua pertandingan Bayern.

Saat menghadapi RB Leipzig pada 15 Agustus, Musiala terlihat tidak stabil sebelum mulai jatuh dan langsung ditangkap rekan barunya, Ismael Saibari. Ia kemudian dapat meninggalkan lapangan dengan kemampuannya sendiri dan bahkan kembali mengikuti latihan setelah kejadian tersebut.

Empat hari kemudian, Musiala masuk sebagai pemain pengganti melawan Heidenheim sebelum kembali mengalami episode serupa saat pertandingan berlangsung. Pemain kedua tim mengerumuninya ketika staf medis memasuki lapangan, sebelum gelandang Bayern tersebut dibantu meninggalkan area permainan.

Apa Penyebab Absence Seizure?

Secara umum, absence seizure terjadi ketika aktivitas listrik normal pada otak mengalami gangguan sementara akibat sinyal abnormal pada sel-sel saraf. Massachusetts General Hospital menjelaskan ledakan aktivitas listrik tersebut dapat menginterupsi kesadaran seseorang terhadap keadaan di sekitarnya dalam waktu singkat.

Mayo Clinic menjelaskan kejang terjadi akibat ledakan impuls listrik dari neuron, sementara aktivitas listrik otak pada penderita dapat berubah selama episode berlangsung. Pada absence seizure, pola sinyal tertentu dapat berulang sehingga memengaruhi kesadaran untuk beberapa detik.

Kondisi ini jauh lebih sering ditemukan pada anak-anak, dengan Mayo Clinic menyebut kelompok usia empat hingga 14 tahun sebagai kelompok yang paling umum. Massachusetts General Hospital juga menjelaskan sebagian pasien dapat terus mengalami absence seizure hingga usia dewasa.

Beberapa episode secara umum dapat dipicu cahaya berkedip atau pernapasan sangat cepat dan dalam, menurut Massachusetts General Hospital. Namun, tidak ada informasi dari Musiala yang menunjukkan faktor apa yang memicu dua kejadian terbarunya bersama Bayern Munich.

Seberapa Berbahaya Absence Seizure bagi Pesepak Bola?

Secara umum, absence seizure tipikal berlangsung singkat dan biasanya tidak secara langsung mengakibatkan cedera fisik serius pada seseorang. Namun, Mayo Clinic menekankan situasi ketika episode tersebut terjadi dapat menciptakan risiko, misalnya saat seseorang mengemudi atau mengendarai sepeda.

Prinsip itu menjadi relevan bagi atlet sepak bola karena pemain harus berlari cepat, melakukan duel fisik, melompat, dan terus membaca posisi lawan. Kehilangan kesadaran beberapa detik ketika melakukan aktivitas tersebut secara logis dapat meningkatkan risiko benturan atau terjatuh.

Artinya, bahaya dalam konteks sepak bola tidak hanya berkaitan dengan absence seizure itu sendiri, tetapi juga lingkungan saat episode muncul. Pemain yang kehilangan kesadaran ketika berlari atau berebut bola menghadapi kondisi berbeda dibanding seseorang yang mengalami episode serupa ketika duduk.

Tetapi penilaian tersebut tidak boleh digunakan untuk menyimpulkan bahwa Musiala berada dalam bahaya setiap kali bermain karena kondisi setiap pasien berbeda. Musiala sendiri mengatakan ahli neurologi telah memberikan izin medis dan menurut penjelasan yang diterimanya tidak terdapat risiko kesehatan tambahan.

Absence Seizure Bisa Ditangani

Keterangan paling melegakan dari Musiala adalah pernyataannya bahwa absence seizure yang dialaminya dapat ditangani dan sedang berada dalam pengawasan spesialis. Mayo Clinic juga menjelaskan secara umum kondisi tersebut dapat dikelola menggunakan obat antikejang sesuai evaluasi dan keputusan tenaga medis.

Musiala mengatakan dirinya mendapatkan perawatan medis yang sangat baik dan terus melakukan konsultasi rutin dengan para ahli neurologi. Bayern Munich serta lingkungan terdekatnya juga disebut memberikan dukungan penuh ketika sang pemain menghadapi kondisi yang baru diungkap kepada publik tersebut.

Dengan persetujuan dokter spesialis, Musiala memilih tetap menjalani kehidupannya secara normal dan melanjutkan aktivitas yang paling ia cintai, yakni bermain sepak bola. Ia menegaskan keputusan tersebut merupakan pilihan pribadinya setelah mempertimbangkan arahan medis dari dokter yang menanganinya.

Pemain berusia 23 tahun itu juga menyampaikan dirinya merasa positif dan berada dalam jalur yang benar menuju kondisi lebih baik. Baginya, tetap mengejar kemenangan bersama Bayern menjadi salah satu hal yang membantu menjalani proses tersebut dengan optimisme.

Musiala Minta Kondisinya Tidak Dispekulasikan

Meski memutuskan menjelaskan diagnosis absence seizure kepada publik, Musiala tetap meminta ruang privasi mengenai detail kondisi kesehatannya. Ia ingin informasi medis lebih jauh hanya diketahui lingkaran terdekat, Bayern Munich, serta tenaga profesional yang menangani kesehatannya.

Permintaan tersebut penting karena informasi yang tersedia belum menjelaskan penyebab spesifik, bentuk episode individual, maupun terapi yang sedang dijalani Musiala. Karena itu, menghubungkan kondisi tersebut dengan cedera lamanya atau membuat kesimpulan medis lain tanpa keterangan dokter akan bersifat spekulatif.

Riwayat cedera Musiala memang panjang setelah mengalami masalah pergelangan kaki serius pada Piala Dunia Antarklub 2025 dan kembali menghadapi gangguan pada proses pemulihannya. Namun, sumber yang tersedia menegaskan dua insiden terbaru berkaitan dengan kondisi neurologis yang baru ia ungkap, bukan cedera tersebut.

Kini perhatian tidak lagi hanya tertuju pada kapan Musiala kembali menjadi pemain kunci Bayern, tetapi bagaimana absence seizure tersebut terus dikelola secara aman. Sang pemain tetap optimistis, mendapat izin neurologis, dan memilih melanjutkan karier sambil menjalani pemantauan medis secara teratur.

Scr/Mashable





Don't Miss