Kessie dan Palhinha Masuk Radar Perkuat Lini Tengah

09.07.2026
Kessie dan Palhinha Masuk Radar Perkuat Lini Tengah
Kessie dan Palhinha Masuk Radar Perkuat Lini Tengah

Juventus mulai mengarahkan perhatian ke lini tengah dalam bursa transfer musim panas 2026. Franck Kessie dan João Palhinha menjadi dua nama yang dipertimbangkan untuk menambah kekuatan skuad asuhan Luciano Spalletti.

Keduanya menawarkan karakter yang berbeda. Kessie dikenal aktif bergerak dan membantu serangan, sedangkan Palhinha lebih menonjol dalam duel serta menjaga area di depan barisan pertahanan.

Pergerakan transfer Juventus kini berada di bawah kendali Frederic Massara. Mantan direktur AC Milan dan AS Roma itu baru ditunjuk sebagai Chief Football Officer dan langsung menghadapi pekerjaan besar untuk menata ulang skuad.

Bersama CEO Giovanni Carnevali, Massara tidak hanya diminta mencari pemain baru. Ia juga harus melepas sejumlah pemain agar Juventus memiliki ruang dalam anggaran gaji dan dana transfer.

Dilansir Tuttosport, Kamis (09/07/2026), Juventus mempertimbangkan peluang mendatangkan Franck Kessie untuk memperkuat lini tengah. Hubungan sang pemain dengan Massara menjadi salah satu alasan namanya mulai ramai dibicarakan.

Massara mengenal Kessie ketika keduanya bekerja bersama di AC Milan. Gelandang Pantai Gading itu menjadi bagian penting dari tim Rossoneri yang memenangi Serie A musim 2021/2022.

Kessie dikenal sebagai gelandang yang mampu bekerja di dua arah. Ia kuat dalam duel, aktif membantu pertahanan, dan sering muncul dari lini kedua untuk menambah jumlah pemain di area serang.

Karakter tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan Spalletti. Juventus membutuhkan pemain yang mampu menjaga intensitas permainan sekaligus mempercepat transisi dari bertahan menuju menyerang.

Kessie juga dapat memberikan dimensi berbeda dibandingkan gelandang yang saat ini berada dalam skuad. Tenaga dan pergerakannya memungkinkan Juventus bermain lebih agresif tanpa kehilangan keseimbangan.

Namun, operasi ini belum memasuki tahap akhir. Juventus masih harus menghitung gaji, bonus penandatanganan, komisi agen, dan keseluruhan biaya kontrak.

Status pemain yang tersedia tidak selalu membuat sebuah transfer menjadi murah. Juventus tetap harus memastikan kedatangan Kessie tidak kembali membebani struktur gaji klub.

João Palhinha Jadi Pilihan Lain

Menurut laporan TuttoJuve, João Palhinha juga masuk dalam radar Juventus. Gelandang Portugal itu kembali ke Bayern Munich setelah menyelesaikan masa peminjaman bersama Tottenham Hotspur.

Tottenham tidak menunjukkan tanda akan mempertahankan Palhinha. Klub London Utara tersebut telah menambah pemain baru di lini tengah dan mulai menyusun tim tanpa memasukkannya ke dalam rencana utama.

Bayern juga disebut terbuka melepas Palhinha secara permanen. Klub Jerman itu membutuhkan pembeli yang bersedia mengambil alih sebagian besar gajinya sekaligus mengembalikan sebagian dana transfer.

Sporting CP sempat disebut sebagai calon tujuan berikutnya. Namun, kemampuan klub Portugal tersebut memenuhi harga yang diminta Bayern dan paket gaji pemain masih diragukan.

Situasi itu membuka peluang bagi klub lain, termasuk Juventus. Bianconeri melihat Palhinha sebagai gelandang yang dapat memberikan perlindungan lebih kuat di depan lini belakang.

Palhinha dikenal kuat dalam duel, tekel, dan membaca arah serangan lawan. Ia juga terbiasa menjaga posisi sebagai gelandang bertahan tanpa terlalu sering meninggalkan area tengah.

Karakter tersebut berbeda dibandingkan Kessie. Palhinha lebih fokus menjaga keseimbangan, sedangkan Kessie lebih aktif membawa permainan menuju kotak penalti lawan.

Juventus sejauh ini belum mengajukan tawaran resmi kepada Bayern. Harga transfer dan besarnya gaji akan menentukan apakah ketertarikan tersebut berkembang menjadi negosiasi nyata.

Bayern mungkin harus menurunkan harga jika ingin segera melepas Palhinha. Klub Jerman itu juga perlu mencari solusi agar beban gaji sang pemain tidak terus masuk dalam anggaran mereka.

Kessie dan Palhinha tidak menawarkan fungsi yang sama. Karena itu, keputusan Juventus akan bergantung pada kebutuhan utama yang dilihat Spalletti selama persiapan musim baru.

Kessie lebih cocok jika Juventus membutuhkan gelandang dengan mobilitas tinggi. Ia dapat membantu tekanan, membawa bola ke depan, dan masuk ke kotak penalti ketika tim menyerang.

Palhinha lebih sesuai jika Juventus ingin memperkuat perlindungan di depan pertahanan. Kehadirannya dapat memberi kebebasan kepada gelandang lain untuk bermain lebih agresif.

Faktor ekonomi juga akan menentukan pilihan Massara. Juventus harus mempertimbangkan usia, gaji, durasi kontrak, biaya transfer, dan kemungkinan nilai jual kembali.

Bianconeri diperkirakan tidak akan mendatangkan keduanya sekaligus. Manajemen lebih mungkin memilih satu pemain yang dianggap paling sesuai dengan komposisi skuad.

Brahim Diaz Masuk Daftar Spalletti

Selain Kessie dan Palhinha, Brahim Diaz juga ikut dikaitkan dengan Juventus. Dilansir Tuttosport, pemain Real Madrid itu menjadi salah satu nama yang disukai Spalletti.

Brahim memiliki peran berbeda karena dapat dimainkan sebagai gelandang serang, winger, atau pendamping penyerang. Ia dipertimbangkan untuk menambah kreativitas, bukan sebagai pesaing langsung Kessie dan Palhinha.

Massara juga mengenal Brahim sejak keduanya berada di AC Milan. Hubungan tersebut dapat membantu Juventus membuka komunikasi jika Real Madrid bersedia membahas transfer.

Namun, peluang mendatangkannya masih belum jelas. Juventus belum dilaporkan mengajukan tawaran resmi dan masih menunggu keputusan Madrid mengenai masa depan sang pemain.

Di luar lini tengah, Juventus juga bergerak untuk Emiliano Martinez. Fabrizio Romano melaporkan Bianconeri telah melakukan kontak langsung dengan pihak kiper Aston Villa tersebut.

Juventus ingin mengetahui kesiapan Martinez pindah ke Turin sekaligus menghitung seluruh biaya transfer. Pembahasan mencakup gaji, komisi, durasi kontrak, dan harga yang diminta Aston Villa.

Martinez dikabarkan menerima sekitar 9 juta euro per musim di Inggris. Juventus disebut hanya menyiapkan gaji antara 5 juta dan 5,5 juta euro per tahun.

Perbedaannya cukup besar, tetapi kiper Argentina tersebut disebut terbuka untuk menurunkan tuntutan. Hal itu memberi Juventus ruang untuk melanjutkan pembicaraan.

Aston Villa dikabarkan meminta sekitar 10 juta euro. Juventus masih menganggap angka tersebut terlalu tinggi untuk penjaga gawang kelahiran 1992.

Carnevali tidak menutupi ketertarikan klub kepada Martinez. Namun, ia menegaskan Juventus tidak akan membayar pemain dengan harga yang dinilai tidak sesuai kondisi pasar.

Guglielmo Vicario tetap disiapkan sebagai pilihan lain. Kiper Tottenham Hotspur itu dapat didekati jika operasi Martinez terlalu mahal atau tidak menemukan kesepakatan.

Scr/Mashable





Don't Miss